BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin
intrauterin mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan.
Kehamilan matur berlangsung ± 40 minggu dan tidak boleh lebih
dari 42 minggu (Wiknjosastro, 1996).
Menurut Federasi Obstertri dan
Ginekologi Internasional, kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi atau
penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi.
Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal akan
berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 10 bulan lunar atau 9 bulan menurut
kalender internasional. Kehamilan terbagi dalam tiga trimester, dimana
trimester kesatu berlangsung dalam 12 minggu, trimester kedua 15 minggu (minggu
ke-1 hingga ke-27) dan trimester ketiga 13 minggu (minggu ke-28 hingga 40)
Kehamilan terbagi dalam tiga
trimester. Trimester pertama adalah 12 minggu sejak hari pertama wanita
terakhir menstruasi. Bagi kebanyakan calon ibu, ini adalah masa-masa yang
menggembirakan, mendebarkan, sekaligus penuh keingintahuan. Begitu banyak
perubahan pada diri calon ibu sejak terjadinya konsepsi: janin berkembang pesat
dan tubuh sang ibu juga mulai menyesuaikan diri dengan kehamilan.
Mortalitas dan morbiditas pada
wanita hamil dan bersalin adalah masalah besar dinegara berkembang dan dinegara
miskin. Sekitar 25 – 50% kematian wanita usia subur disebabkan hal yang
berkaitan dengan kehamilan. World Heath Organization (WHO) memperkirakan lebih
dari 585 000 ibu pertahunnya meninggal saat hamil atau bersalin. Di Asia
selatan wanita berkemungkinan 1 : 18 meninggal akibat kehamilan / persalinan
selama kehidupan, Negara afrika 1 : 14 sedangkan di Amerika Utara 1 : 6,366. Lebih
dari 50% kematian di Negara berkembang sebenarnya dapat di cegah dengan
tehnologi yang ada serta biaya relatif rendah.
Penyebab langsung kematian ibu di
Indonesia adalah perdarahan, infeksi dan eklamsi. Sekitar 5% kematian ibu
disebabkan oleh penyakit yang memburuk akibat kehamilan, misalnya penyakit
jantung dan infeksi kronis. Selain itu keadaan ibu sejak prahamil dapat
berpengaruh terhadap kehamilannya. Hal ini disebabkan rendahnya pengetahuan ibu
tentang kehamilan. Penyebab tak langsung kematian ibu antara lain adalah : anemia,
Kekurangan Energi Kronik (KEK) dan keadaan “4 terlalu” (terlalu muda/ tua,
sering dan banyak. Kematian ibu di Indonesia diwarnai oleh hal hal non teknis
yang masuk katagori penyebab mendasar seperti : rendahnya status wanita,
ketidak berdayaannya dan taraf pendidikan yang rendah.
Menurut Nell, ibu primigravida
adalah seorang wanita yang pertama kali hamil. Selanjutnya menurut Sastrowinoto
bahwa kehamilan terjadi kalau ada pertemuan dan pertemuan antara sel telur
(ovum) dan sel mani (spermatozoa). Arti hamil atau kehamilan adalah suatu
keadaan dalam seseorang wanita mengandung sel telur dibuahi oleh sperma,
sebagian tubuh ibu hamil tersebut mengadakan keseimbangan untuk menyesuaikan
diri dengan adanya individu tersebut. Kehamilan pertama merupakan pengalaman
baru yang dapat menjadi faktor yang menimbulkan stres bagi suami istri.
Beberapa stressor ada yang dapat diduga dam ada yang tidak dapat diduga atau
tidak terantisipasi misalnya komplikasi persalinan. Persulitan menurut adaptasi
fisika, psikologis dan sosial dari kedua pasangan .
B.
RUMUSAN MASALAH
1.
Masalah
a.
Kenapa Ny. Lovia merasa lemah dan pusing?
b.
Apa hubungannya asupan diet yang buruk dengan
gangguan dia sekarang?
c.
Kenapa konjungtiva palpebra tampak pucat?
d.
Kenapa hasil pemeriksaan labor darah ditemukan anemia
monositik hipokrom?
e.
Kenapa Ny. Lovia mual dan nyeri payudara?
f.
Apa hubungannya riwayat aborsi dengan penyakitnya
sekarang?
2.
Jawaban
a.
Karena dia mengalami anemia monositik hipokrom
b.
Ada, karena klien mengalami anemia difisiensi zat
besi
c.
Karena darah tidak sampai ke seluruh tubuh Hb (-)
sehingga oksigen tidak terpenuhi
d.
Karena kekurangan zat besi
e.
Karena terjadi peningkatan hormone HCG dan kekurangan
darah mengakibatkan gangguan perfusi pada gastrointestinal.
Hormone prolaktin yang terstimulasi
untuk aktif bekerja menghasilkan ASI (ketidakseimbangan hormone)
f.
Tidak ada hubungannya
g.
Proses kehamilan, fisiologis kehamilan
C.
TUJUAN PEMBELAJARAN
1.
Proses terjadinya kehamilan, proses konsepsi dan
terbentuknya plasenta
2.
Tanda gejala kehamilan
3.
Perubahan anatomi fisiologi kehamilan pada multipara
dan nulipara
4.
Menentukan umur kehamilan dan perkiraan lahir
5.
Adaptasi fisiologis dan psikologis ibu hamil da ayah
6.
Pertumbuhan dan perkembangan janin per semester dan
faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang janin
7.
Askep semasa kehamilan trismester 1,2,3 tanpa resiko
8.
Pengaturan Nutrisi Ibu Dan Janin
SKENARIO
Scenario 2
Mrs. Lovia, a pregnant woman (34 years old) come to the
public health center with complains malaise and dizzy. She is G2P0A1H0 and 20
weeks gestational age. In this pregnancy, she experience poor ditary intake.
She is a housewife and his husband only a mechanics. They are a very poor
family. The youngest child age is 2 years old, she was adoption from orphanage.
In the examination findings: height=155 cm, weight 50 kg, blood pressure=100/60
mmHg, pulse=96x/m, rr=20x/m, t=37oC. palpebral conjunctival looked
pale. External obstectric examination:normal presentation FHR 14x/m, there is
uterine contration laboratory examination: Hb 9,5 g/dl, peripheral blood smear:
hyphocromic monocytic anemia. She also feels nauseous, sometimes shave vomiting
and breat tenderness. She had history of unsafe abortion with attendant 7 monts
ago. This is her first and unwanted pregnancy. You act as a doctor in the
hospital and be pleased to analuze this case.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PROSES TERJADINYA
KEHAMILAN, PROSES KONSEPSI DAN TERBENTUKNYA PLASENTA
1.
Proses kehamilan
Proses kehamilan merupakan
mata rantai yang berkesinambungan dan terdiri dari:
1)
Ovulasi
Adalah
proses pelepasan ovum yang dipengaruhi oleh system hormonal yang kompleks.
Jumlah oogonium pada
wanita:
·
Bayi baru lahir :
750.000
·
Umur 6-15 tahun :
439.000
·
Umur 16-25 tahun :
159.000
·
Umur 26-35 tahun :
59.000
·
Umur 35-45 tahun :
34.000
·
Menopause :
menghilang
Selama
masa subur yang berlangsung 20 sampai 35 tahun banya 420 buah ovum yang dapat
mengikuti proses pematangan dan terjadi ovulasi.
a.
Proses pertumbuhan ovum (oogenesis)
Epitel germinal-oogenium-folikel
primer-proses pematangan pertama
b.
Dengan pengaruh FSH, folikel primer mengalami
perubahan menjadi folikel de graaf yang menuju ke permukaan ovarium disertai
pembentukan cairan liquor folikuli.
c.
Desakan folikel de graaf ke permukaan ovarium
menyebabkan penipisan dan disertai devaskularisasi.
d.
Selama pertumbuhan menjadi folikel de graaf ovarium
mengeluarkan hormone estrogen yang dapat memepengaruhi:
·
Gerak dari tuba yang makin mendekati ovarium
·
Gerak sel rambut lumen tuba makin tinggi
·
Peristaltic tuba makin aktif
Ketiga factor ini menyebabkan aliran
cairan dalam tuba makin deras menuju uterus.
e.
Dengan pengaruh LH yang semakin besar dan fluktuasi
yang mendadak, terjadi proses pelepasan ovum yang disebut ovulasi.
f.
Dengan gerak aktif tuba yang mempunyai umbai
(fimbriae) maka ovum yang telah dilepaskan segera ditangkap oleh fimbriae tuba.
Proses penangkapan ini disebut ovum pick up mechanism.
g.
Ovum yang tertangkap terus berjalan mengikuti tuba
menuju uterus, dalam bentuk pematangan pertama, artinya telah siap untuk
dibuahi.
2)
Spermatozoa
Proses pembentukan
spermatozoa merupakan proses yang kompleks.
a.
Spermatogonium berasal dari sel primitive tubulus
b.
Menjadi spermatosit pertama
c.
Menjadi spermatosit kedua
d.
Menjadi spermatid
e.
Akhirnya spermatozoa
Pertumbuhan
spermatozoa dipengaruhi mata rantai hormonal yang kompleks dari pancaindra,
hipotalamus, hipofisis dan sel interstitial Leydig sehingga spermatogonium dpat
mengalami proses mitosis. Pada setiap hubungan seks ditumpahkan sekitar 3 cc
sperma yang mengandung 40 sampai 60 juta spermatozoa setiap cc.
Bentuk
spermatozoa seperti cebong yang terdiri atas:
a.
Kepala: lonjong sedikit gepeng yang mengandung inti
b.
Leher: penghubung antara kepala dan ekor
c.
Ekor: panjang sekitar 10 kali kepala, mengandug
energy sehingga dapat bergerak
Sebagian
spermatozoa mengalami kematian dan hanya beberapa ratus yang dapat mencapai
tuba fallopi. Spermatozoa yang masuk kedalam alat genitalia wanita dapat hidup
selama tiga hari, sehingga cukup waktu untuk mengadakan konsepsi.
3)
Konsepsi
Pertemuan
inti ovum dengan inti spermatozoa disebut konsepsi. Atau fertilisasi dan
membentuk zigot. Proses konsepsi dapat berlangsung sebagai berikut:
a.
Ovum yang dilepaskan dalam ovulasi, diliputi oleh
korona radiata, yang mengandung persediaan nutrisi.
b.
Pada ovum dijumpai int dalam bneutk metaphase di
tengah sitoplasma yang disebut vitellus
c.
Dalam perjalanan korona radiate makin berkurang pada
zona pelusida. Nutrisi dialirkan ke dalam vitellus, melalui saluran pada zona
pelusida.
d.
Konsepsi terjadi pada pars ampularis tuba:
·
Tempat yang paling luas
·
Dindingnya penuh jonjot, tertutup sel yang mempunyai
silia
·
Ovum mempunyai waktu terlama dalam ampula tuba
e.
Ovum siap dibuahi setelah 12 jam dan hidup selama 48
jam
·
Spermatozoa ditumpahkan, masuk melalui kanalis
servikalis dengan kekuatan sendiri
·
Dalam kavum uteri terjadi proses kapasitasi, yaitu
pelepasan sebagian dari “liproteinnya” sehingga mampu mengadakan fertilisasi
·
Spermatozoa melanjutkan perjalanan menuju tuba
·
Spermatozoa akan mengilingi ovum yang telah siap
dibuahi serta mengikis korona radiate dan zona pelusida dengan proses
enzimatik:fialuronidase
·
Melalui “stomata” spermatozoa memasuki ovum
·
Setelah kepala spermatozoa masuk ke dalam ovum,
ekornya lepas dan tertinggal di luar
·
Kedua inti ovum dan inti spermatozoa bertemu dengan
membentuk zigot.
4)
Proses nidasi atau implantasi
Dengan
masuknya inti spermatozoa ke dalam sitoplasma “vitellus” membangkitkan kembali
pembelahan dalam inti ovum yang dalam keadaan “metaphase”. proses pemecahan dan
pematangan mengikuti bentuk anaphase dan “telofase” sehingga pronukleus-nya
menjadi “haploid”. Pronukleus spermatozoa dalam keadaan haploid saling
mendekati dengan inti ovum yang kini haploid dan bertemu dalam pasangan pembawa
tanda dari pihak pria maupun wanita. Pada manusia terdapat 46 kromosom dengan
rincian 44 dalam bentuk “otosom” sedangkan lainnya sebagai pembawa tanda seks.
Wanita selalu resesip dengan tanda seks “kromosom”. Laki-laki dengan dua bentuk
kromosom seks yaitu kromosom X dan kromosom Y. bila spermatozoa kromosom X
bertemu terjadi jenis kelamin wanita sedangkan bila kromosom seks Y bertemu
terjadi jenis kelamin laki-laki. Itulah sebabnya pihak wanita tidak dapat
disalahkan dengan jenis kelamin bayinya yang lahir karena yang menentukan jenis
kelamin adalah pihak suami.
Setelah pertemuan kedua
inti ovum dan spermatozoa terbentuk zigot yang dalam beberapa jam telah mampu
membelah dirinya menjadi dua dan seterusnya. Berbarengan dengan pembelahan
inti, hasil konsepsi terus berjalan menuju uterus. Hasil pembelahan sel
memenuhi seluruh ruangan dalam ovum yang besarnya 100 MU tau 0,1 mm dan disebut
stadia morula.
Selama pembelahan sel di
bagian dalam, terjadi pembentukan sel di bagian luar morula yang kemungkinan
berasal dari koruna radiate yang menjadi sel trofoblas. Sel trofoblas dalam
pertumbuhannya, mampu mengeluarkan hormone korionik gonadotropin, yang
mempertahankan korpus luteum gravidarum.
Pembelahan berjalan terus
dan di dalam morula terjadi ruangan yang mengandung cairan yang disebut “blastulla”.
Perkembangan dan pertumbuhan berjalan, blastula dengan villi korealisnya yang
dilapisi sel trofoblas telah siap untuk mengadakan nidasi, sementara itu fase
sekresi endometrium telah makin gembur dan makin banyak mengandung glikogen
yang disebut desidua.
Sel trofoblas yang meiputi
“primer vli korealis” melakukan destruksi enzimatik-proteolitik, sehingga dapat
menanamkan diri di dalam endometrium. Proses penanaman blastula disebut nidasi
atau implantasi terjadi pada hari ke 6 sampai 7 setelah konsepsi.
Pada saat tertanannya
blastula ke dalam endometrium, mungkin akan terjadi perdarahan yang disebut
Hartman.
2.
Terbentuknya plasenta
Plasenta
berbentuk bundar dengan ukuran 15 cmx20 cm dengan tebal 2,5-2 cm. berat 500 gr.
Tali pusat yang menghubungkan plasenta panjangnya 25-60 cm.
Nidasi
atau implantasi terjadi pada bagian fundus uteri di dinding depan atau
belakang. Pada blastula penyebaran sel trofoblas yang tumbuh kembang tidak
rata. Sehingga bagian blastula dengan inner cell mass akan tertanam ke dalam
endometrium. Sel trofoblas mendestruksi endometrium sampi terjadi pembentukan
plasenta yang berasal dari primer vili korealis.
Terjadinya
nidasi (implantasi) mendoorng sel blastula mengadakan deferensiasi. Sel yang
dekat ruangan eksoselom membentuk “entoderm” dan yolk sac (kantong yolk)
sedangkan sel lain membentuk “ectoderm” dan ruangan amnion. Plat embrio
(embryonal plate) terbentuk di antara dua ruang yaitu ruang amnion dan kantung
yolk. Plat embrio terdiri diri unsure ectoderm, entoderm dan meroderm.ruangan
amnion dengan cepat mendekati korion sehingga jaringan yang terdapat antara
amnion dan embrio padat dan berkembang menjadi tali pusat.
Pada
permulaan kantung yolk berfungsi sebagai pembentuk darah bersama dengan hepar,
limfa, dan sumsum tulang. Pada minggu kedua sampai ketiga terbentuk bakal
jantung dengan pembuluh darahnya yang meuju body stalk (bakal tali pusat).
Jantung bayi mulai dapat dideteksi pada minggu ke 6 sampai 8 deengan
mempergunakan ultrasnografi atau system Doppler.
Pembuluh
darah pada body stlak terdiri dari arteri umbikalis dan vena umbikalis. Cabng
arteri dan vena umbikalis masuk ke vili korealis sehingga dapat melakukan
pertukaran nutrisi dan sekaligus membuang hasil metabolisme yang tidak
diperlukan.
Dengan
berbagai bentuk implantasi (nidasi) dimana posisi plat embrio berada, akan
dijumpai berbagai variasi dari insersio tali pusat, yaitu insersio sentralis,
parasentralis, marginalis atau insersio vilamentosa.
Vili
korealis menghancurkan desidua sampai pembuluh darah, mulai dengan pembuluh
darah vena pada hari ke 10 sampai 11 setelah konsepsi, sehingga seja saat itu
embrio mendapat tambahan nutrisi dari darah ibu secara langsung. Sleanjutnya
vili korealis mengahncurkan pembuluh darah arteri sehingga terjadilah aliran
darah pertama reptroplasenter pada hari ke 14 sampai 15 setelah konsepsi.
Bagian
desidua yang tidak dihancurkan membagi plasenta menjadi sekita 15-20 kotiledon
maternal, sedangkan dari sudut fetus, maka plasenta akan dibagi menjadi 200
kotiledon fetus. Setiap kotiledon fetus terus bercabang dan mengambang di
tengah aliran darah untuk menunaikan fungsinya memberikan nutrisi, pertumbuhan
dan perekmbangan janin dalam rahim ibu.
Darah
ibu dan darah janin tidak berhubungan langsung dengan pars basalis desidua,
tetaoi tidak sampai menembusnya, hubungan vili korealis dengan lapisan desidua
tersebut dibatasi dengan jaringan fibrotic yang disebut lapisan nitabusch.
Melalui lapisan ini plasenta dilepaskan pada persalinan kala ketiga (kala uri).
Dengan
terjadinya nidasi maka desidua terbagi menjadi desidua basalis yang berhadapan
dengan koreon frondusum yang berkembang menjadi plasenta, desidua kapsularis
yang menutupi hasil konsepsi, desidua yang berlawanan dengan desidua kapsularis
disebut desidua parietalis, kelanjutan dari desidua kapsularis dan desidua
parietalis disebut desidua reflexa. Vili korealisyang tumbuhnya ridak subur
disebut koreon leaf.
Fungsi
plasenta dapat dijabarkan sebagai berikut:
a.
Sebagai alat nutritive untuk mendapatkan bahan yang
diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin
b.
Sebagai alat pembuangan sisa metabolism
c.
Sebagai alat pernafasan dimana janin mengambil O2 dan
membuang CO2
d.
Menghasilkan hormone pertumbuhan dan persiapan
pemberian ASI
e.
Sebagai alat penyalur antibody ke tubuh janin
f.
Sebagai barrier atau filter
B.
TANDA GEJALA KEHAMILAN
1.
Tanda-tanda dugaan hamil
a.
Amenorea (terlambat dating bulan)
·
Konsepsi dan nidasi menyebabkan tidak terjadi
pembentukan folikel de graaf dan ovulasi
·
Mengetahui tanggal haid terakhir dengan perhitungan
rumus Naegle dapat ditentukan perkiraan persalinan.
b.
Mual (nausea) dan muntah (emesis)
·
Pengaruh estrogen dan progesterone terjad pengeluaran
asam lambung yang berlebihan
·
Menimbulkan mual da muntah terutama pada pagi hari
disebut dengan morning sickness
c.
Ngidam
d.
Sinkope atau pingsan
·
Terjadinya gangguan sirkulasi ke daerah kepala
(sentral) menyebabkan iskemia susunan saraf pusat
e.
Payudara tegang
·
Pengaruh estrogen-progesteron dan somatomamotropin
menimbulkan deposit lemak, air dan garam pada payudara
·
Payudara membesar dan tegang sehingga ujung saraf
tertekan menyebabkan rasa sakit terutama pada hamil pertama
f.
Sering miksi
·
Desakan rahim ke depan menyebabkan kandung kemih
cepat terasa penuh dan sering miksi
g.
Konstipasi atau obstipasi
·
Pengaruh progesterone dapat menghambat peristaltic
usus menyebabkan keslitan dalam buang air besar.
h.
Pigmentasi kulit
1)
Sekitar pipi: chloasma gravidarum
·
Keluarnya melanophore stimulating hormone hipofisis
anterior menyebabkan pigmentasi kulit
2)
Dinding perut
·
Striae lividae
·
Striae nigra
·
Linea alba makin hitam
3)
Sekitar payudara
·
Hiperpigmentasi areola mamae
·
Putting susu semakin menonjol
·
Kelenjar Montgomery menonjolpembuluh dara menifes
sekitar payudara
2.
Tanda tidak pasti
kehamilan
a.
Rahim membesar, sesuai dengan tuanya hamil
b.
Pada pemeriksaan dapat dijumpai:
·
Tanda Hegar
Konsistensi
rahim yang menjadi
lunak, terutama daerah isthmus uteri sedemikian lunaknya, sehingga
jika kita
letakkan 2 jari dalam
forniks posterior dan tangan
satunya pada dinding
perut atas symphyse, maka isthmus ini tidak
teraba seolah-olah corpus uteri sama sekali terpisah dari cerviks
·
Tanda Piscaseck
Uterus membesar ke salah satu
jurusan hingga menonjol jelas ke jurusan pembesaran tersebut.
·
Tanda Chadwicks
Warna
selaput lendir vulva dan
vagina menjadi ungu
atau merah muda
·
Kontraksi Braxton hicks
Pada saat palpasi atau waktu
toucher rahim yang lunak tiba-tiba menjadi keras karena berkontraksi.
·
Teraba Ballottement
Mendekati pertengahan kehamilan,
Volume janin masih kecil dibandingkan dengan volume cairan amnionnya.
Akibatnya, tekanan mendadak yang dikenakan pada uterus dapat menyebabkan
janinnya tenggelam dalam cairan amnion dan kemudian kembali keposisi semula.
c. Pemeriksaan tes biologis
kehamilan positif.
Sebagian kemungkinan positif
palsu.
3.
Tanda pasti kehamilan
a. Gerakan janin dalam rahim
·
Terlihatnya embrio atau kantung kehamilan melalui
USG pada 4-6 minggu sesudah pembuahan
·
Terasa gerak janin dalam rahim. pada primigravida
bisa dirasakan ketika kehamilan berusia 18 minggu, sedangkan pada multigravida
di usia 16 minggu. Terlihat atau teraba gerakan janin dan bagian-bagian janin.
b. Denyut jantung janin
·
Denyut jantung janin ketika usia kehamilan 10-20
minggu. Didengar dengan stetoskop leanec, alat kardiotokografi, alat dopler,
atau dilihat dengan USG
·
Pada pemeriksaan rontgen terlihat adanya rangka
janin.
C.
PERUBAHAN ANATOMI
FISIOLOGI KEHAMILAN PADA MULTIPARA DAN NULIPARA
1.
Pengertian paritas/partus
Paritas adalah banyaknya kelahiran
hidup yang dipunyai oleh seorang wanita (BKKBN, 2006). Menurut Prawirohardjo
(2009), paritas dapat dibedakan menjadi primipara, multipara dan
grandemultipara.
2.
Klasifikasi Paritas
a. Primipara
Primipara adalah wanita yang telah
melahirkan seorang anak, yang cukup besar untuk hidup di dunia luar (Varney,
2006).
b. Multipara
Multipara adalah wanita yang telah
melahirkan seorang anak lebih dari satu kali (Prawirohardjo, 2009)
Menurut Sumarah,dkk 2009 dalam
bukunya mengenai perisapan dan perawatan pada ibu multipara adalah pada tahap
kehamilan bahwa semua wanita akan menyadari keharusan untuk melahirkan,
sehingga pada sat persalinan diperlukan informasi tentang perawatan persalinan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu multipara lebih santai dan rileks
dibanding dengan ibu primipara untuk menyambut proses kelahirannya.
Pengalaman melahirkan sebelumnya
merupakan hal yang penting bagi ibu multipara yang akan melahirkan. Setiap
wanita memiliki pengalaman melahirkan tersendiri. Pengalaman tersebut bisa
bersifat positif dan juga negatifl, dan pada akhirnya dapat menimbulkan efek
persiapan dan perawatan persalinan. Pengalaman yang tidak memuaskan tentang
kelahiran sebelumnya dapat menyebabkan citra diri negatif pada ibu yang akaan
melahirkan.
c. Grandemultipara
Grandemultipara adalah wanita yang
telah melahirkan 5 orang anak atau lebih dan biasanya mengalami penyulit dalam
kehamilan dan persalinan (Manuaba, 2008).
d. Menurut Rustam Mochtar (1998),
Nullipara adalah seorang wanita yang belum pernah melahirkan bayi viable.
Perbandingan antara primipara dan multipara:
|
|
Primipara
|
Multipara
|
|
Perut
Pusat
Rahim
Payudara
Labia mayora
Hymen
Vagina
Serviks
Pembukaan seviks
Perineum
|
Tegang
Menonjol
Tegang
Tegang, tegak
Bersatu
Koyak beberapa tempat
Sempit dengan rugae utuh
Licin, lunak, tertutup
Mendatar dulu diikuti pembukaan
Masih utuh
|
Longgar, terdapat striae
Dapat datar
Agak lunak
Menggantung, agak lunak terdapat striae
Agak terbuka
Karunkula himenalis
Lebar, rugae kurang
Sedikit terbuka, teraba bekas robekan [ersalinan
Membuka bersamaan dengan mendatar
Bekas luka episiotomi
|
D.
MENENTUKAN UMUR KEHAMILAN
DAN PERKIRAAN LAHIR
Usia kehamilan normal
Rata-rata usia kehamilan normal adalah 9 bulan 10 hari
terhitung dari hari pertama haid terakhir (2 minggu sebelum pembuahan).
Tapi, bisa saja kehamilan ini berlangsung kurang dari 40 minggu (sekitar 38
minggu) atau lebih dari 40 minggu (42 minggu).
Berikut
beberapa cara untuk menentukan umur kehamilan dan perkiraan lahir:
1.
Mempergunakan rumus Naegle
Rumus
naegle memperhitungkan umur kehamilan berlangsung selama 288 hari. Perhitungan
kasarnya dapat dipakai dengan mnentukan hari pertama haid dan ditambah 288
hari, sehingga perkiraa kelahiran dapat diteapkan. Rumus negle dapat dihitung
hari haid pertama ditambah tujuh dan bulannya ditambah Sembilan.
Contoh:
haid pertama tanggal 15 januari 1993, maka perhitungan perkiraan kelahiran
adalah 15+7=22, 1+9=10 sehingga dugaan persalinan adalah 22 oktober 1993.
2.
Gerakan pertama fetus (quickening)
Dengan
memperkirakan terjadinya gerakan pertama fetus pada umur hamil 16 minggu, maka
perkiraan umur hamil dapat ditetapkan. Perkiraan ini tidak tepat
3.
Perkiraan tingginya fundus
uteri
Fundus
Uteri adalah nama latin untuk puncak rahim. Puncak rahim yang menonjol di
dinding perut dapat diraba oleh dokter dan perabaan tersebut dapat dimulai di
dekat tulang kemaluan. Metode perhitungan usia kehamilan ini menghitung
berdasarkan jarak antara tulang kemaluan dan puncak rahim. Perhitungan
didasarkan pada setiap jarak (dalam cm) yang mewakili usia kehamilan (dalam
minggu). Panjang jarak maksimal antara tulang kemaluan dan puncak rahim adalah
36 cm yang berarti 36 minggu. Ini adalah panjang maksimal, karena walaupun
janin sudah berusia 38 minggu, selisih jarak antara tulang kemaluan dan puncak
rahim tetap sebesar 36 cm.
Umur kehamilan berdasarkan tinggi fundus uteri:
|
Tinggi fundus uteri
|
Umur kehamilan
|
|
1/3 diatas simfisis
½ simfisis-pusat
2/3 diatas simfisis
Setinggi pusat
1/3 pusat-prosesus xifoideus
Setinggi prosesus xifoideus
Dua jari (4cm) di bawah prosesus
xifoideus
|
12 minggu
16 minggu
20 minggu
28 minggu
34 minggu
36 minggu
40
minggu
|
Mempergunakan
tinggi fundus uteri untuk memperkirakan umur hamil terutama tepat pada hamil
pertama. Pada kehamilan kedua dan seterusnya perkiraan ini kurang tepat.
4.
Penentuan umur hamil
dengan ultrasonografi
Dengan
mengukur bagian janin:
·
Menentukan diameter kantongan gestasi
·
Menentukan jarak kepala-bokong
·
Menentukan jarak tulang biparietal
·
Menentukan lingkaran perut
·
Menentukan panjang tulang femur
E.
ADAPTASI FISIOLOGIS DAN
PSIKOLOGIS IBU HAMIL DAN AYAH
1.
Adaptasi fisiologis
Plasenta
dalam perkembangannya mengeluarkan hormone somatomamotropin, estrogen dan
progesterone yang menyebabkan perubahan pada:
a.
Rahim atau uterus
Rahim
yang semula besarnya sejempol atau beratnya 30 gram akan mengalami hipertofi
dan hyperplasia. Sehingga menjadi seberat 1000 gram saat akhir kehamilan. Otot
rahim mengalami mengalami hyperplasia dan hipertrofi menjadi lebih besar, lunak
dan dapat mengikuti pembesaran rahim karena pertumbuhan janin. Terjadi
perlunakan isthmus disebut tanda hegar, regangan dinding rahim kerna besarnya
pertumbuhan dan perkembangan janin menyebabkan isthmus makin tertarik keatas
dan menipis yang disebut segmen bawah rahim (SBR), bentuk rahim yang tidak sama
disebut tanda piskacek, estrogen dan progesterone sering terjadi perubahan
konsentrasi sehingga progesterone mengalami penurunan dan menimbulkan kontraksi
rahim disebut dengan Braxton hicks.
b.
Vagina (liang senggama)
Vagina
dan vulva mengalami peningkatan darah karena pengaruh estrogen sehingga tampak
makin merah dn kebiru-biruab (tanda chadwicks).
c.
Ovarium (indung telur)
Indung
telur yang mengandung korpus luteum gravidarum akan meneruskan fungsinya sampai
terbentuknya plasenta yang sempurna pada umur 16 minggu
Kejadian
ini tidak lepas dari kemampuan vili korealis yang mengeluarkan hormone korionik
gonadotropin yang mirip dengan hormone luteotropik hipofisis anterior.
d.
Payudara
Payudara
mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan memberikan ASI pada
saat laktasi. Perkembangan payudara tidak lepas dari hormone saat kehamilan,
yaitu estrogen, progesteron.
Fungsi
hormone:
1)
Estrogen:
·
Menimbulkan hipertofi system saluran payudara
·
Menimbulkan penimbunan lemak dan air serta garam
sehingga payudara tampak makin membesar
·
Tekanan serat saraf akibat penimbunan lemak, air dan
garam menyebabkan rasa sakit pada payudara
2)
Progesterone:
·
Mempersiapkan asinus sehingga dapat berfungsi
·
Menambah jumlah sel asinus
3)
Somatomammotropin:
·
Mempengaruhi sel asinus untuk membuat kasein,
laktalbumin dan laktoglobulin
·
Penimbunan lemak sekitar alveolus payudara
·
Merangsang pengeluaran kolostrum pada kehamilan.
Penampakan payudara pada ibu hamil adalah sebagai berikut:
·
Payudara menjadi lebih besar
·
Areola payudara makin hiperpigmentasi-hitam
·
Grandula Montgomery makin tampak
·
Putting susu makin menonjol
·
Pengeluaran ASI belum berlangsung karnea prolaktin
belum berfungsi karena hambatan dari PIH (prolaktine inhibiting hormone) untuk
mengeluarkan ASI
4)
Sirkulasi darah ibu
Peredaran
darah ibu dipengaruhi beberapa factor,
anatara lain:
a.
Meningkatnya kebutuhan sirkulasi darah sehingga dapat
memenuhi kebutuhan perkembangan dan pertumbuhan janin dalam rahim
b.
Terjadi hubungan langsung antara arteri dan vena pada
sirkulasi retro-plasenter
c.
Pengaruh hormone estrogen dan progesterone makin
meningkat
Akibat dari factor dijumpai beberapa
perubahan peredaran darah:
a)
Volume darah
Volume darah semakin meningkat dimana jumlah darah lebih
besar dari pertumbuhan sel darah, sehingga terjadi semacam pengenceran darah
(hemodilusi), dengan puncaknya pada umur hamil 32 minggu. Serum darah (volume
darah) bertambah sebesar 25-30% sedangkan sel darah bertambah sekitar 20 %.
Curah jantung akan bertambah sekitar 30%.
b)
Sel darah
Sel darah merah makin menigkat jumlahnya untuk dapat
mengimangi pertumbuhan janin dan rahim, tetapi pertambahan sel darah darah
tidak seimbang dengan peningkatan volume darah sehingga terjadi hemodilusi yang
disertai anemia fisiologis. Sel darah putih meningkat hingga 10.000/ml. dengan
hemodilusi dan anemia fisiologis maka LED semakin tinggi dan dapat mencapai 4
kali dari angka normal. Protein darah dalam bentuk albumin dan gammaglobulin
dapat menurun pada triwulan 1, sedangkan fibrinogen meningkat. Dengan postpartum
dengan terjadinya hemokonsentrasi dapat terjadi tromboplebitis.
c)
System respirasi
Terjadi desakan diafragma karena dorongan rahim yang
membesar pada umur hamil 32 minggu. Sebagai kompensasi terjadinya desakan rahim
dan kebutuhan O2 yang meningkat, ibu hamil akan bernafas lebih dalam sekitar
20-25% dari biasanya.
d)
System pencernaan
Pengaruh estrogen
maka pengeluaran asam lambung meningkat yang dapat menyebabkan:
·
Pengeluaran air liur berlebihan (hipersaliva)
·
Daerah lambung terasa panas
·
Terjadi mual dan sakit/pusing kepala terutama pagi
hari.
·
Muntah (emesis gravidarum)
·
Muntah berlebihan (hiperemesis gravidarum)
·
Progesterone menyebabkan gerak usus makin berkurang
dan dapat menyebabkan obstipasi.
e)
Traktus urinarius
Karena pengaruh desakan hamil muda dan turunnya kepala bayi
saat hamil tua terjadi gangguan miksi dalam bentuk sering kencing. Desakan
tersebut menyebabkan kandung kemih cepat terasa penuh. Terjadinya hemodilusi
menyebabkan metabolism air makin lancer sehingga pembentukan air senipun akan
bertambah. Filtrasi pada glomerulus akan bertambah sekitar 69%-70%.
f)
Perubahan pada kulit
Pada kulit terjadi perubahan deposit pigmen dan
hiperpigmentasi karena pengaruh melanophore stimulating hormone lobus hipofisis
anterior dan pengaruh kelenjar kelenjar suprarenalis. Hiperpigmentasi ini
terjadi pada striae gravidarum livide atau alba, areola mamae, papilla mamae,
linea nigra, pipi (choloasma graidarum).
g)
Metabolisme
Perubahan metabolism adalah:
v Metabolism basal naik
sebesar 15%-20% dari semula, terutama pada trismester ketiga
v Keseimbangan asam basa
mengalami penurunan dari 155 mEq per liter menjadi 145 mEq per liter disebabkan
hemodulasi darah dan kebutuhan mineral yang dibutuhkan janin
v Kebutuhan protein akn
meningkat. Diperlukan protein tinggi sekitar ½ gr/kg BB atau sebutir ayam
sehari
v Kebutuhan zat mineral
untuk ibu hamil: kalsium 1,5 gram/hari 20-40 gram untuk pembentukan tulang
janin, fosfor 2 gram/hari, zat besi 800
mgr atau 30-50 mgr/hari
v Air
v Berat badan ibu hamil
bertambah
Bertambah
anatar 6,5-16,5 kg selama hamil, atau mengalami kenaikan berat badan sekitar ½
kg/minggu
2.
Adaptasi psikologis ibu hamil
a.
Trimester I
Trimester pertama sering dianggap
sebagai periode penyesuaian. Penyesuaian yang dilakukan wanita adalah terhadap
kenyataan bahwa ia sedang mengandung. Penerimaan tehadap kenyataan ini dan arti
bagi semua ini bagi dirinya merupakan tugas psikologis yang paling penting bagi
dirinya. Salam trimester ini wanita menjadi ambivalen. Kurang lebih 80% wanita
mengalami kekecewaan, penolakan, kecemasan, depresi, dan kesedihan. Akan tetapi
bagi wanita terutama mereka yang telah merencanakan kehamilan atau telah
berusaha keras untuk hamil, merasa suka cita sekaligus tidak tidak percaya
bahwa dirinya telah hamil dan mencari bukti kehamilan pada setiap jengkal
tubuhnya.
Hasrat seksual pada trimester
pertama sangat bervariasi antara wanita satu dengan wanita yang lain. Meski
beberapa wanita mengalami peningkatan hasrat seksual akan tetapi secara umum
trimester pertama merupakan waktu terjadinya penurunana libido dan hal ini
memerlukan komunikasi yang jujur dan terbuka terhadap pasangannya
masing-masing. Banyak wanita merasakan kebutuhan kasih sayang yang besar dan
cinta kasih tanpa seks.
b.
Trimester II
Trimester kedua sering di kenal
sebagai periode kesehatan yang baik, yakni periode ketika wanita merasa nyaman
dan bebas dari segala rasa ketidaknyamanan yang normal yang dialami oleh ibu
hamil. Trimester kedua dibagi menjadi dua fase yakni fase pra-queckning dan
pasca quickening. Quickening menunjukkan kenyataan adanya kehidupan yang
terpisah , yang menjadi dorongan bagi wanita dalam melaksanakan tugas
psikologis utamanya pada trimester ini yakni mengembangkan identitas sebagai
ibu bagi dirinya sendiri, yang berbeda dari ibunya.
Sebagian besar wanita merasa lebih
erotis selama trimester kedua,kurang lebih 80% wanita mengalami kemajuan yang
nyata dalam hubungan seksual mereka dibandingkan dengan trimester I dan sebelum
hamil. Trimester kedua hamper terbebas dari segala ketidaknyamanan fisik,
dan ukuran perut wanita belum menjadi masalah besar, lubrikasi vagina menjadi
semakin banyak pada masa ini, kekemasan, kekhawatiran dan masalah – masalah
yang sebelumnya menimbulkan ambivalensi pada wanita tersebut mereda, dan ia
telah mengalami perubahan dari seorang menuntut kasih sayang dari ibunya
menjadi seorang pencari kasih sayang dari pasangannya, dan semua factor ini
turut mempengaruhi peningkatan libido dan kepuasan seksual.
c.
Trimester III
Trimester ketiga ini sering disebut
periode penantian dengan penuh kewaspadaan. Ia mulai menyadari kehadiran bayi
sebagi makhluk yang terpisah sehingga ia tidak sabar menantikan kelahiran sang
bayi. Dan dalam trimester ini merupakan waktu persiapan yang aktif menantikan
kelahiran bayinya. Hal ini membuat ia berjaga-jaga dann menunggu tanda dan
gejala persalinan.
Sejumlah ketakutan muncul dalam
trimester ini yaitu merasa cemas dengan kehidupan bayinya dan dirinya sendiri,
seperti : apakah bayinya nanti akan lahir abnormal, terkait dengan persalinan
dan pelahiran (nyeri, kehilangan kendali dan hal –hal lain yang tidak
diketahui), apakah ia akan menyadari bahwa ia akan bersalin, atau bayinya tidak
mampu keluar karena perutnya sudah luar biasa besar, atau apakah organ vitalnya
akan mengalami cedera akibat tendangan bayi.
Ia juga mengalami proses duka lain ketika ia
mengantisipasi hilangnya perhatiuan dan hakisstimewa khusus lain selama ia
hamil, pepisahan antara ia dan bayinya tidk dapat dihindari, dan perasaan
kehilangana karena uterusnya yang penuh tiba – tiba akan mengempis dan kosong.
Wanita akan kembali merasakan
ketidaknyamanan fisik yang semakin kuat menjelang akhir kehamilan. Ia akan
merasa canggung, jelek,berantakan dan memerlukan dukungan yang sangat besar dan
konsisten dari pasangannya. Hasrat untuk melakukan hubungan seksual
akan menghilang seiring dengan membesarnya abdomen yang menjadi penghalang.
Alternative possisi dalam berhubungan seksual dan metode alternative
untuk mencapai kepuasan dapat membantu atau dapat menimbulkan perasaan bersalah
jika ia merasa tidak nyaman dengan cara- cara tersebut. Berbagi perasaan secara
jujur dengan pasngan dan konsultasi mereka dengan tenaga kesehatan khususnya
bidan menjadi sangat penting.
3.
Adaptasi Psikologis pada Ayah
Ayah seringkali kelihatan ”standar” sebagai pengamat
istrinya hamil. Ia diperlukan waktu konsepsi, membayar biaya, dan menyiapkan
penuntun untuk matangnya anak. Sekarang pandangan tersebut telah berubah dan
seorang ayah sekarang diharapkan berperan secara penuh merawat, terlibat
sebagai ayah, dan pemberi nafkah sebagai respons tekanan masyarakat. Pengaruh
dari perubahan feminisme dan tekanan ekonomi menyebabkan lebih banyak perempuan
bekerja di luar rumah dan berbagi peran sebagai orang tua. Pada pria terjadi
perasaan menolak. Perasaan ini yang tergantung dari banyak faktor, misalnya
apakah kehamilan itu direncanakan, bagaimana hubungan laki-laki tersebut dengan
istrinya/pasangannya, pengalaman sebelumnya dengan kehamilan, umur, dan
kestabilan ekonominya.
Sumber
Stres Ayah
Seorang ayah mengalami stres dalam transisi menjadi
orang tua, yang disebabkan oleh:
a. Masalah keuangan.
b. Kondisi yang tidak diinginkan selama hamil.
c. Cemas bayinya tidak sehat atau
normal.
d. Khawatir tentang nyeri istrinya
melahirkan.
e. Peran selama melahirkan
Sumber stres yang lain adalah:
a. Perubahan hubungan dengan istri/
pasangan.
b. Hilangnya respon seksual.
c. Perubahan hubungan dengan keluarga
atau teman-teman laki-lakinya.
d. Kemampuan sebagai orang tua.
Peran ayah berkembang sejalan dengan peran ibu. Secara
umum, ayah yang stres menyukai anak-anak, senang berperan sebagai ayah, dan
senang mengasuh anak, percaya diri dan mampu menjadi ayah, membagi pengalaman
tentang kehamilan dan melahirkan dengan pasangannya (Jordan,1990).
Perkembangan pengalaman ayah dibagi sesuai fase-fase
dalam kehamilan istrinya.
a. Trimester I
v Setelah mengetahui istrinya hamil,
ia akan memberi tahu teman-teman dan relasinya kabar gembira tersebut.
v Sering bingung terhadap perubahan
perasaan istrinya, termasuk perubahan tubuhnya. Ia memperhatikan kebutuhan
istrinya yang mudah lelah dan menurunnya keinginan hubungan seksual istrinya.
v Saat ini, anaknya adalah bayi yang
”potensial”. Ayah sering dibayangkan berinteraksi dengan anaknya yang
dibayangkan berumur 5 atau 6 tahun, walaupun kehamilan istrinya belum kelihatan
(Jordan, 1990)
b. Trimester II
v Peran ayah pada saat ini masih
samar-samar, tetapi keterbatasannya meningkat dengan melihat dan merasakan
gerakan fetus.
v Ayah menjadi lebih nyaman dengan
peran barunya. Dengan melihat anaknya pada USG adalah pengalaman yang penting
dalam menerima kenyataan istrinya hamil.
v Seorang ayah ingin meniru atau
membuang perilaku sebagai ayah sesuai keinginannya. Bisa juga timbul konflik
pda pasangan tentang bagaimana menjadi ayah. Dalam peran ayah sebagai pencari
nafkah yang oleh istrinya ditambah dengan terlibat secara aktif dalam
mempersiapkan perawatan anak, maka stresnya akan meningkat. Untuk itu perlu
persetujuan bersama pembagian peran (Diemer, 1997). Di satu sisi ibu ingin
dominan, di sisi lain ayah ingin lebih banyak menghabiskan waktunya bekerja,
melakukan hobinya atau dengan teman-temannya.
c. Trimester III
Bila pasangan mampu berkomunikasi dengan baik
trimester III ini adalah waktu yang khusus dengan gambaran yang jelas tentang
perannya, dan mempersiapkan bersama kondisi ke depan.
v Terlibat dalam kelas bersama,
pendidikan kesehatan tentang melahirkan.
v Persiapan yang nyata untuk
kelahiran bayi.
v Perannya menjadi jelas.
v Timbul rasa takut.
v Timbul pertanyaan, menjadi orang
tua seperti apa.
v Dapatkah ia membantu istrinya
melahirkan.
v Apakah mereka akan mempunyai bayi
F.
PERTUMBUHAN DAN
PERKEMBANGAN JANIN PER TRISEMESTER DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TUMBUH
KEMBANG JANIN
1. Trismester Pertama
Minggu ke-1
Proses pembentukan antara sperma dan telur yang
memberikan informasi kepada tubuh bahwa telah ada calon bayi dalam rahim. Saat
ini janin sudah memiliki segala bekal genetik, sebuah kombinasi unik berupa 23
jenis kromosom manusia.
Sel2 telur yang berada didalam rahim, berbentuk
seperti lingkaran sinar yg mengelilingi matahari Sel ini akan bertemu dengan
sel2 sperma dan memulai proses pembuahan. sekitar 5 juta sel sperma
sekaligus berenang menuju tujuan akhir mereka yaitu menuju sel telur yang
bersembunyi pada saluran sel telur. Walaupun pasukan sel sperma ini sangat
banyak, tetapi pada akhirnya hanya 1 sel saja yang bisa menembus indung telur.
Minggu ke-2 :
Pembuahan terjadi pada akhir minggu kedua. Sel telur
yang telah dibuahi membelah dua 30 jam setelah dibuahi. Sambil terus membelah,
sel telur bergerak di dalam lubang falopi menuju rahim. Setelah membelah
menjadi 32, sel telur disebut morula.
Sel-sel mulai berkembang dan terbagi kira-kira dua
kali sehari sehingga pada hari yang ke-12 jumlahnya telah bertambah dan
membantu blastocyst terpaut pada endometrium
Minggu 3:
Sampai usia kehamilan 3 minggu, Anda mungkin belum
sadar jika sedang mengandung. Sel telur yang telah membelah menjadi ratusan
akan menempel pada dinding rahim disebut blastosit. Ukurannya sangat kecil,
berdiameter 0,1-0,2 mm.
Minggu ke-4 :
Hasil Pembuahan mulai memproduksi hormon kehamilan
(Chorionic Gonadotropin - HCG), sehingga apabila Anda melakukan test kehamilan,
hasilnya positif.
Minggu ke-5 :
Terbentuk 3 lapisan yaitu ectoderm, mesoderm dan
endoderm. Ectoderm adalah lapisan yang paling atas yang akan membentuk system
saraf pada janin tersebut yang seterusnya membentuk otak, tulang belakang,
kulit serta rambut. Lapisan Mesoderm berada pada lapisan tengah yang akan
membentuk organ jantung, buah pinggang, tulang dan organ reproduktif. Lapisan
Endoderm yaitu lapisan paling dalam yang akan membentuk usus, hati, pankreas
dan pundi kencing.
Minggu ke-6 :
Ukuran embrio rata-rata 2-4 mm yang diukur dari puncak
kepala hingga bokong. Tuba saraf sepanjang punggung bayi telah menutup. Meski
Anda belum bisa mendengar, jantung bayi mulai berdetak pada minggu ini. Sistem
pencernaan dan pernafasan mulai dibentuk, pucuk-pucuk kecil yang akan
berkembang menjadi lengan kaki pun mulai tampak
Minggu ke-7
Akhir minggu ketujuh, panjangnya sekitar 5-13 mm dan
beratnya 0,8 gram, kira-kira sebesar biji kacang hijau. Pucuk lengan mulai
membelah menjadi bagian bahu dan tangan yang mungil. Jantung telah dibagi
menjadi bilik kanan dan bilik kiri, begitu pula dengan saluran udara yang
terdapat di dalam paru-paru
Minggu ke 8
Panjang kira-kira 14-20 mm. Banyak perubahan yang
terjadi pada bayi Anda. Jika Anda bisa melihat , ujung hidung dan kelopak mata
mulai berkembang, begitu pula telinga. Brochi, saluran yang menghubungkan
paru-paru dengan tenggorokan, mulai bercabang. Lengan semakin membesar dan ia
memiliki siku. Semua ini terjadi hanya dalam 6 minggu setelah pembuahan.
Bayi sudah mulai terbentuk diantaranya pembentukan
lubang hidung, bibir, mulut serta lidah. Matanya juga sudah kelihatan berada
dibawah membran kulit yang tipis. Anggota tangan serta kaki juga terbentuk
walaupun belum sempurna
Minggu ke-9 :
Telinga bagian luar mulai terbentuk, kaki dan tangan
terus berkembang berikut jari kaki dan tangan mulai tampak. Ia mulai bergerak
walaupun Anda tak merasakannya. Dengan Doppler, Anda bisa mendengar detak jantungnya.
Minggu ini, panjangnya sekitar 22-30 mm dan beratnya sekitar 4 gram.
Minggu ke-10 :
Semua organ penting yang telah terbentuk mulai
bekerjasama. Pertumbuhan otak meningkat dengan cepat, hampir 250.000 sel saraf
baru diproduksi setiap menit. Ia mulai tampak seperti manusia kecil dengan
panjang 32-43 mm dan berat 7 gram.
Minggu ke-11 :
Panjang tubuhnya mencapai sekitar 6,5 cm. Baik rambut,
kuku jari tangan dan kakinya mulai tumbuh. Sesekali di usia ini janin sudah
menguap.
Gerakan demi gerakan kaki dan tangan, termasuk gerakan
menggeliat, meluruskan tubuh dan menundukkan kepala, sudah bisa dirasakan ibu.
Bahkan, janin kini sudah bisa mengubah posisinya dengan berputar, memanjang,
bergelung, atau malah jumpalitan yang kerap terasa menyakitkan sekaligus
memberi sensasi kebahagiaan tersendiri
Minggu ke-12 :
v Panjang fetus 6-7 cm (crown rump
length), dengan berat sekitar 14 gram
v Pusat pertumbuhan tulang mulai timbul
pada seluruh tulang janin
v Jari-jari dan kaki mulai terbentuk
v Kulit dan kuku mulai terbentuk
v Janin mulai bergerak spontan
v Bentuk wajah bayi lengkap, ada dagu
dan hidung kecil. Jari-jari tangan dan kaki yang mungil terpisah penuh.
v Akibat meningkatnya volume darah
ibu, detak jantung janin bisa jadi meningkat.
v Mulai proses penyempurnaan seluruh
organ tubuh. Bayi membesar beberapa millimeter setiap hari. Jari kaki dan
tangan mulai terbentuk termasuk telinga dan kelopak mata.
2. Trisemester Kedua
Minggu ke-13 :
Pada akhir trimester pertama, plasenta berkembang
untuk menyediakan oksigen , nutrisi dan pembuangan sampah bayi. Kelopak mata
bayi merapat untuk melindungi mata yang sedang berkembang. Janin mencapai
panjang 76 mm dan beratnya 19 gram.
Kepala bayi membesar dengan lebih cepat daripada yang
lain. Badannya juga semakin membesar untuk mengejar pembesaran kepala.
Minggu ke-14 :
Tiga bulan setelah pembuahan, panjangnya 80-110 mm dan
beratnya 25 gram. Lehernya semakin panjang dan kuat. Lanugo, rambut halus yang
tumbuh di seluruh tubuh dan melindungi kulit mulai tumbuh pada minggu ini.
Kelenjar prostat bayi laki-laki berkembang dan ovarium turun dari rongga perut
menuju panggul.
Detak jantung bayi mulai menguat tetapi kulit bayi
belum tebal karena belum ada lapisan lemak
Minggu ke-15 :
Tulang dan sumsum tulang di dalam sistem kerangka
terus berkembang. Jika bayi Anda perempuan, ovarium mulai menghasilkan jutaan
sel telur pada minggu ini. Kulit bayi masih sangat tipis sehingga pembuluh
darahnya kelihatan.
Bayi sudah mampu menggenggam tangannya dan mengisap
ibu jari. Kelopak matanya masih tertutup
Minggu ke-16 :
Panjang fetus ± 12 cm dengan
berat 110 g
Bayi
telah terbentuk sepenuhnya dan membutuhkan nutrisi melalui plasenta. Bayi telah
mempunyai tulang yang kuat dan mulai bisa mendengar suara. Dalam proses
pembentukan ini system peredaran darah adalah yang pertama terbentuk dan
berfungsi.
Janin Mulai bergerak ! Tetapi tak perlu kuatir jika
Anda tak merasakannya. Semakinbanyak kalsium yang disimpan dalam tulang bayi
seiring dengan perkembangan kerangka.
Minggu ke-17 :
Dengan panjang 12 cm dan berat 100 gram, bayi masih
sangat kecil. Lapisan lemak cokelat mulai berkembang, untuk menjada suhu tubuh
bayi setelah lahir. Tahukah Anda ? Saat dilahirkan, berat lemak mencapai tiga
perempat dari total berat badannya.
Rambut, kening, bulu mata bayi mulai tumbuh dan garis
kulit pada ujung jari mulai terbentuk. Sidik jari sudah mulai terbentuk
Minggu ke-18 :
Mulailah bersenandung sebab janin sudah bisa mendengar
pada minggu ini. Ia pun bisa terkejut bila mendengar suara keras. Mata bayi pun
berkembang. Ia akan mengetahui adanya cahaya jika Anda menempelkan senter yang
menyala di perut. Panjangnya sudah 14 cm dan beratnya 140 gram.
Bayi sudah bisa melihat cahaya yang masuk melalui
dinding rahim ibu. Hormon Estrogen dan Progesteron semakin meningkat.
Minggu ke-19 :
Tubuh bayi diselimuti vernix caseosa, semacam lapisan
lilin yang melindungi kulit dari luka. Otak bayi telah mencapai jutaan saraf
motorik karenanya ia mampu membuat gerakan sadar seperti menghisap jempol.
Beratnya 226 gram dengan panjang hampir 16 cm.
Minggu ke-20 :
v Berat janin
mencapai sekitar 300 g panjangnya 14-16 cm dan tumbuh secara linier
v kulit janin sedikit transparan
v rambut kepala mulai terbentuk
Setengah perjalanan telah dilalui. Dibawah lapisan
vernix, kulit bayi mulai membuat lapisan dermis, epidermis dan
subcutaneous.
Proses penyempurnaan paru-paru dan system
pernafasan.
Minggu ke-21 :
Usus bayi telah cukup berkembang sehingga ia sudah
mampu menyerap atau menelan gula dari cairan lalu dilanjutkan melalui sistem
pencernaan manuju usus besar. Gerakan bayi semakin pelan karena beratnya sudah
340 gram dan panjangnya 20 cm
Minggu ke-22 :
Indera yang akan digunakan bayi untuk belajar berkembang
setiap hari. Setiap minggu, wajahnya semakin mirip seperti saat dilahirkan.
Perbandingan kepala dan tubuh semakin proporsional
Minggu ke-23 :
Meski lemak semakin bertumpuk di dalam tubuh bayi,
kulitnya masih kendur sehingga tampak keriput. Ini karena produksi sel kulit
lebih banyak dibandingkan lemak. Ia memiliki kebiasaaan
"berolahraga", menggerakkan otot jari-jari tangan dan kaki, lengan
dan kaki secara teratur. Beratnya hampir 450 gram
Tangan dan kaki bayi telah terbentuk dengan sempurna,
jari juga terbentuk sempurna.
Minggu ke-24 :
v berat janin
mencapai sekitar 630 g
v Kulit terlihat
mulai keriput dan ada deposit lemak
v Kepala masih
terlihat besar, bulu mata dan alis mulai tampak
v Periode perkembangan paru, bronchus
dan brochiolus melebar dan duktus alveolus mulai terbentuk mendekati
sempurna
v Janin yang lahir pada minggu ini
akan dapat bernafas tetapi kemudian mati karena kantong terminal untuk
pertukaran gas belum terbentuk.
Paru-paru mulai mengambil oksigen meski bayi masih
menerima oksigen dari plasenta. Untuk persiapan hidup di luar rahim, paru-paru
bayi mulai menghasilkan surfaktan yang menjaga kantung udara tetap mengembang, Kulit
bayi mulai menebal.
3. Trismester Ketiga
Minggu ke-25 :
Bayi cegukan, Ini tandanya ia sedang latihan bernafas.
Ia menghirup dan mengeluarkan air ketuban. Jika air ketuban yang tertelan
terlalu banyak, ia akan cegukan.
Tulang bayi semakin mengeras dan bayi menjadi bayi
yang semakin kuat. Saluran darah di paru-paru bayi sudah semakin berkembang.
Garis disekitar mulut bayi sudah mulai membentuk dan fungsi menelan sudah
semakin membaik. Indera penciuman bayi sudah semakin membaik karena di minggu
ini bagian hidung bayi (nostrils) sudah mulai berfungsi. Berat bayi sudah
mencapai 650-670 gram dengan tinggi badan 34-37 cm.
Minggu ke-26 :
Bayi sudah bisa mengedipkan matanya selain itu retina
matanya telah mulai terbentuk. Aktifitas otaknya yang berkaitan dengan
pendengarannya dan pengelihatannya sudah berfungsi, bunda dapat memulai
memperdengarkan lagu yang ringan dan mencoba untuk memberi cahaya lebih
disekitar perut, mungkin bunda akan merasakan anggukan kepala si kecil. Berat
badan bayi sudah mencapai 750-780gram, sedangkan tingginya 35-38 cm.
Minggu ke-27 :
Minggu pertama trimester ketiga, paru-paru, hati dan
sistem kekebalan tubuh masih harus dimatangkan. Namun jika ia dilahirkan,
memiliki peluang 85% untuk bertahan.
Indra perasa mulai terbentuk. Bayi juga sudah pandai
mengisap ibu jari dan menelan air ketuban yang mengelilinginya. Berat umum bayi
seusia si kecil 870-890 gram dengan tinggi badan 36-38 cm.
Minggu ke-28 :
Panjang janin 25 cm dengan berat 1100 g. Kulit
tipis, merah diliputi oleh vernix kaseosa. Otak bayi semakin berkembang dan
meluas. Lapisan lemak pun semakin berkembang dan rambutnya terus tumbuh
Lemak dalam badan mulai bertambah. Walaupun gerakan
bayi sudah mulai terbatas karena beratnya yang semakin bertambah, namun matanya
sudah mulai bisa berkedip bila melihat cahaya melalui dinding perut ibunya.
Kepalanya sudah mengarah ke bawah. Paru-parunya belum sempurna, namun jika saat
ini ia terlahir ke dunia, si kecil kemungkinan besar telah dapat bertahan
hidup.
Minggu ke-29 :
Kelenjar adrenalin bayi mulai menghasilkan hormon
seperti androgen dan estrogen. Hormon ini akan menyetimulasi hormon prolaktin
di dalam tubuh ibu sehingga membuat kolostrum (air susu yang pertama kali
keluar saat menyusui).
Sensitifitas dari bayi semakin jelas, bayi sudah bisa
mengidentifikasi perubahan suara, cahaya, rasa dan bau. Selain itu otak bayi
sudah bisa mengendalikan nafas dan mengatur suhu badan dari bayi. Postur dari
bayi sudah semakin sempurna sebagai seorang manusia, berat badannya 1100-1200
gram, dengan tinggi badan 37-39 cm.
Minggu ke-30 :
Lemak dan berat badan bayi terus bertambah sehingga
bobot bayi sekarang sekitar 1400 gram dan panjangnya 27 cm. Karena ia semakin
besar, gerakannya semakin terasa
Mata indah bayi sudah mulai bergerak dari satu sisi ke
sisi yang lain dan dia sudah mulai belajar untuk membuka dan menutup matanya.
Saat ini waktu yang terbaik bagi bunda untuk menyenteri perut dan
menggerak-gerakan senter tersebut maka mata bayi sudah bisa mengikuti ke arah
mana senter tersebut bersinar.cairan ketuban (amniotic fluid) di rahim bunda
semakin berkurang. Kini si kecil pun sudah mulai memproduksi air mata. Berat
badan bayi 1510-1550 gram, dengan tinggi 39-40 cm.
Minggu ke-31 :
Plasenta masih memberikan nutrisi yang dibutuhkan bayi.
Aliran darah di plasenta memungkinkan bayi menghasilkan air seni. Ia berkemih
hampir sebanyak 500 ml sehari di dalam air ketuban
Perkembangan fisik bayi sudah mulai melambat pada fase
ini, hanya berat badan bayilah yang akan bertambah. Selain itu lapisan lemak
akan semakin bertambah dibawah jaringan kulitnya. Tulang pada tubuh bayi sudah
mulai mengeras, berkembang dan mulai memadat dengan zat-zat penting seperti
kalsium, zat besi, fosfor. Berkebalikan dengan perkembangan fisiknya, pada
fase ini perkembangan otaknyalah yang berkembang dengan sangat pesat dengan
menghasilkan bermilyar sel. Apabila diperdengarkan musik, bayi akan bergerak.
Berat badan bayi 1550-1560 gram dengan tinggi 41-43 cm.
Minggu ke-32
v Panjang fetus 28 cm, berat 1800 g
v Permukaan kulit kemerahan dan
keriput
Jari tangan dan kaki telah tumbuh sempurna, begitu
pula dengan bulu mata, alis dan rambut di kepala bayi yang semakin jelas.
Lanugo yang menutupi tubuh bayi mulai rontok tetapi sebagian masih ada di bahu
dan punggung saat dilahirkan. kemampuan untuk bertahan hidup di luar rahim
sudah lebih baik apabila di dilahirkan pada minggu ini.
Kulit bayi semakin merah, kelopak matanya juga telah
terbuka dan system pendengaran telah terbentuk dengan sempurna. Kuku dari jari
mungil tangan dan kaki si kecil sudah lengkap dan sempurna. Rambutnya pun
semakin banyak dan semakin panjang. Bayi sudah mulai bisa bermimpi,.
Pada usia kehamilan ini biasanya kepala bayi sudah berada di bawah dan tidak berputar putar lagi
Pada usia kehamilan ini biasanya kepala bayi sudah berada di bawah dan tidak berputar putar lagi
Minggu ke-33 :
Bayi telah memiliki bentuk wajah yang menyerupai ayah
dan ibunya. Otak bayi semakin pesat berkembang. Pada saat ini juga otak bayi
sudah mulai bisa berkoordinasi antara lain, bayi sudah menghisap jempolnya dan
sudah bisa menelan. Walaupun tulang-tulang bayi sudah semakin mengeras tetapi
otot-otot bayi belum benar-benar bersatu. Bayi sudah bisa mengambil nafas
dalam-dalam walaupun nafasnya masih di dalam air. Apabila bayinya laki-laki
maka testis bayi sudah mulai turun dari perut menuju skrotum. Berat badan bayi
1800-1900 gram, dengan tinggi badan sekitar 43-45 cm.
Minggu ke-34 :
Bayi berada di pintu rahim. Bayi sudah dapat membuka
dan menutup mata apabila mengantuk dan tidur, bayi juga sudah mulai mengedipkan
matanya. Tubuh bunda sedang mengirimkan antibodi melalui darah bunda ke dalam
darah bayi yang berfungsi sebagai sistem kekebalan tubuhnya dan proses ini akan
tetap terus berlangsung bahkan lebih rinci pada saat bunda mulai menyusui.
Berat Badan bayi 2000-2010 gram, dengan tinggi badan sekitar 45-46 cm.
Minggu ke-35 :
Pendengaran bayi sudah berfungsi secara sempurna.
Lemak dari tubuh bayi sudah mulai memadat pada bagian kaki dan tangannya,
lapisan lemak ini berfungsi untuk memberikan kehangatan pada tubuhnya. Bayi
sudah semakin membesar dan sudah mulai memenuhi rahim bunda. Apabila bayi bunda
laki-laki maka di bulan ini testisnya telah sempurna. Berat badan bayi
2300-2350 gram, dengan tinggi badan sekitar 45-47 cm.
Minggu ke-36 :
Panjang janin sekitar 32 cm, berat 2500 g
Tubuh kelihatan lebih gemuk karena penumpukan lemak
sub kutan, kulit keriput pada wajah telah menghilang
Kulit bayi sudah semakin halus dan sudah menjadi kulit
bayi. Lapisan lemak sudah mulai mengisi bagian lengan dan betis dari bayi.
Ginjal dari bayi sudah bekerja dengan baik dan livernya pun telah memproduksi
kotoran. Saat ini paru-paru bayi sudah bekerja baik bahkan sudah siap bertemu
dengan mama dan papa.
Minggu ke-37 :
Kepala
bayi turun ke ruang pelvik. Bentuk bayi semakin membulat dan kulitnya menjadi
merah jambu. Rambutnya tumbuh dengan lebat dan bertambah 5cm. Kuku terbentuk
dengan sempurna. Bayi sudah bisa melihat adanya cahaya diluar rahim. Bayi pada
saat ini sedang belajar untuk mengenal aktifitas harian, selain itu bayi juga
sedang belajar untuk melakukan pernafasan walaupun pernafasannya masih
dilakukan di dalam air. Berat badan bayi di minggu ini 2700-2800 gram, dengan
tinggi 48-49 cm
Minggu ke-38 hingga minggu ke-40 :
Proses pembentukan telah
berakhir dan bayi siap dilahirkan.
Tabel pertumbuhan dan
perkembangan janin:
|
TRISMESTER 1
|
6 minggu
|
10 minggu
|
14 minggu
|
|
|
·
Kira-kira 2,5 mm panjangnya
·
Dimulainya perkembangan korda
spinalis, system saraf. System GI, jantung dan paru-paru
·
Kantung ketuban membungkus jaringan
bakal tubuh
·
Disebut blastosit dari hari ke-5
sampai 2 minggu, kemudian disebut dengn embrio
|
·
Kira-kira panjangnya 2,5 cm
·
Wajah terbentuk dengan mata,
telinga, mulut yang rudimeter serta benih gigi
·
Lengan dan kakinya mulai bergerak
·
Mulai ada sidik jari
·
Otak terbentuk
·
Denyut jantung janin dapat dideteksi
dengan USG
·
Alat kelamin luar mulai terbentuk
·
Disebut embrio
|
·
Kira-kira panjangnya 7,5 cm
·
Beratnya kira-kira 30 g
·
Dapat menggerakan lengan, kaki, jari
kaki dan tangan
·
Dapat tersenyum, menggerenyit,
mengisap dan menelan
·
Jenis kelaminnya dapat dibedakan
·
Sel-sel tulang mulai muncul
·
Dapat berkemih
·
Disebut janin
|
|
TRISMESTER KEDUA
|
19 minggu
|
23 minggu
|
27 minggu
|
|
|
·
Kira-kira panjangnya 12,5-15 cm
·
Beratnya kira-kira 120 gram
·
Denyut jantungnya kuat
·
Kulitnya tipis, transparan
·
Rambut halus (lanugo) menutupi tubuh
·
Kuku jari tangan dan kaki terbentuk
·
Mempunyai gerakan yang
terkoordinasi, mampu berguling dalam cairan ketuban
|
·
Kira-kira 25-30 cm panjangnya (15-18
cm dari ubun-ubun ke bokong)
·
Beratnya 0,25-0,5 kg
·
Denyut jantungnya terdengar dengan
stetoskop biasa
·
Cegukan
·
Rambut, bulu mata dan alis terbentuk
|
·
Kira-kira 27,5 cm panjangnya (22,5-25
cm dari ubun-ubun ke bokong)
·
Beratnya 0,5-I kg
·
Kulitnya keriput dan tertutup oleh
lapisan pelindung (verniks kaseosa)
·
Mata terbuka kira-kira pada minggu
ke-26
·
Mulai mendengar
·
Mekonium terkumpul di dalam usus
·
Mempunyai pegangan yang kuat
|
|
TRISMESTER KETIGA
|
31 minggu
|
35 minggu
|
39 minggu
|
|
|
·
Panjangnya kira-kira 35-42,5 cm
(27,5-30 cm dari ubun-ubun sampai ke bokong)
·
Beratnya 1,25-2 kg
·
Lemak tubuh meningkat
·
Sangat aktif
·
Gerak pernafasan rudimenter mulai
ada
·
Member respons terhadap suara
|
·
Kira-kira 42-45 cm panjangnya (25-27
cm dari ubun-ubun ke bokong)
·
Beratnya 2-3 kg
·
Mempunyai periode tidur dan terjaga
·
Menempati posisi lahir
·
Tulang-tulang kepala lunak dan
lentur
·
Zat besi disimpan di hati
|
·
Kira-kira 47,5 cm panjangnya
(32,5-35 cm dari ubun-ubun ke bokong)
·
Beratnya 3-3,5 kg
·
Kulitnya tidak begitu keriput
·
Lanugo sebagian besar sudah hilang
·
Verniks kaseosa tebal
·
Kurang aktif
·
Dengan cepat mendapatkan antibody
dari ibunya
·
Janin masuk ke rongga panggul
|
Pertumbuhan dan
perkembangan janin dipengaruhi oleh beberapa factor sebagai beikut:
1.
Factor ibu:
a. Keadaan kesehatan ibu saat hamil
b. Penyakit yang menyertai kehamilan
c. Penyulit kehamilan
d. Kelainan pada uterus
e. Kehamilan tunggal atau ganda atau triplet
f. Kebiasaan ibu, merokok, alcohol, kecanduan
2. Factor janin
a. Jenis kelamin janin
b. Penyimpangan genetic: kelainan congenital, pertumbuhan
abnormal
c. Infeksi intrauterine
3. Factor plasenta
Plasenta adalah akarnya janin untuk dapat tumbuh dan
berkembang dengan baik di dalam rahim. Karena itu plasenta sangat penting
artinya untuk menjamin kesehatan janin dalam rahim, yang ditetapkan dengan
indeks plasenta: Indeks plasenta=berat plasenta per berat bayi.
Pda kehamilan berumur 20 minggu indeks plasenta adalah
0,30;28 minggu 0,25;38 minggu 0,15. Jadi makin tua kehamilan makin rendah
indeks plasenta, artinya plasenta makin kurang mampu memberikan nutrisi kepada
janinnya. Keadaan bertambah gawat bila terjadi penyakit atau komplikasi hamil yang dapat menimbulkan
infark, fibrosis dan gangguan fungsi plasenta, sehingga dapat membahayakan
sampai terjadi kematian janin intrauterine
G.
ASKEP SEMASA KEHAMILAN TRISMESTER
1,2,3 TANPA RESIKO
a. Defenisi
Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan
janin intra uterin mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan.
Kehamilan matur berlangsung ±
40 minggu dan tidak boleh lebih dari 42 minggu (Wiknjosastro, 1996).
Menurut
Federasi Obstertri dan Ginekologi Internasional, kehamilan didefinisikan
sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan
dengan nidasi atau implantasi. Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga
lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 10
bulan lunar atau 9 bulan menurut kalender internasional. Kehamilan terbagi
dalam tiga trimester, dimana trimester kesatu berlangsung dalam 12 minggu,
trimester kedua 15 minggu (minggu ke-1 hingga ke-27) dan trimester ketiga 13
minggu (minggu ke-28 hingga 40).
Kehamilan
trimester pertama adalah usia kehamilan dari minngu pertama sampai minggu ke
12, yang ditandai oleh beberapa hal seperti, mual muntah yang terjadi karena
perubahan dalam tubuh yang terjadi selama hamil, nyeri pada payudara biasanya
disebabkan oleh membesarnya payudara ibu karena berkembangnya kelenjar susu dan
pasokan darah meningkat, flek yang terlihat seperti menstruasi karena darah
yang dilepas saat telur dibuahi melekatkan diri ke dinding rahim.
b.
Pertumbuhan Dan Perkembangan
Janin Pada Trimester Pertama
Awal kehamilan anda ditandai berdasarkan
menstruasi terakhir anda. Banyak perubahan fisik yang akan anda alami selama
trimester pertama (3 bulan pertama kehamilan). Periode ini juga merupakan
periode tumbuh kembang yang cepat bagi bayi anda.
c.
Pertumbuhan Dan Perkembangan Embrio
Minggu ke-1
Pertumbuhan
dan perkembangan janin pada minggu I, dimulai oleh adanya konsepsi atau
fertilisasi. Perkembangan selanjutnya, zigot atau hasil konsepsi mengalami
pembelahan dan akhirnya bernidasi di endometrium yang telah disiapkan.
Minggu ke-2
Setelah implantasi, terjadi perubahan pada bintik
benih yang merupakan bagian blastokist,
terlihat adanya ruangan amnion dan yolk
sac. Ruangan ini kelak menjadi besar dan meliputi seluruh embrio, di dalam
ruangan inilah embrio akan tumbuh. Sel-sel yang membatasi ruangan ini dinamakan
ectoderm. Pada waktu yang sama,
timbul sebuah rongga lain dibawah ruangan amnion, yaitu ruangan kuning telur.
Sel-sel disekitar kuning telur dinamakan endoderm.
selanjutnya timbul lapisan lain diantara ectoderm
dan endoderm yaitu mesoderm. Endoderm menjadi lebih tebal membentuk procordal plate.
Minggu ke-3
Selama minggu ketiga, hasil konsepsi tumbuh pesat
yaitu berlangsung mulai hari ke 15 sampai dengan 21. Pada masa ini terjadi
diferensiasi sel-sel menjadi organ-organ tubuh sederhana, yaitu :
1)
Ektoderm
Ektoderm membentuk
jaringan tubuh paling luar seperti rambut, kuku, kulit dan sistem saraf seperti
otak, sumsum tulang belakang dan saraf motorik. Sel-sel saraf pada saat lahir
berjumlah kurang lebih 100 juta. Selama kehamilan manusia, sel-sel baru tidak
bertambah tetapi membesar sesuai pertumbuhan tubuh.
2)
Mesoderm
Sel-sel mesoderm akan membentuk otot, tulang, jaringan ikat, otot jantung,
pembuluh darah dan corpus, limpa ginjal dan genetalia.
3)
Endoderm
Endoderm membentuk organ-organ tubuh bagian dalam seperti intertinum, paratiroid, tiroid, timus,
liver, pankreas, traktus respiratorius, saluran paringotimpani dan telinga
tengah, kandung kencing, uretra, genetalia laki-laki dan perempuan, kelenjar
prostat, kelenjar vestibulum dan garis uterus. pembentukan genetalia dan sistem
urinarius dimulai dari penonjolan dan penebalan mesoderm yang disebut urogenital
ridge, dilanjutkan dengan migrasi sel-sel germinativum promodial dari dinding yolk sac, dekat ventrikulum
allantois.
Minggu ke-4
Selama empat minggu, embrio tumbuh dan bertambah
panjang 3,5 cm dan berat kira-kira 5 mg. Perpanjangan embrio kearah atas
menjadi kepala, ke arah bawah menjadi ekor dan ke arah samping menjadi tubula.
Penutupan saluran pernapasan mulai terjadi di daerah atas bawah oksiput.
Pericardial jantung membesar karena mengangkatnya kepala, pertumbuhan
laringotracheal dan paru-paru menjadi sistem pernapasan. Mandibula dan maxilla
menjadi rahang yang terpisah, rudimeter mata, telinga dan hidung menjadi
terpisah. Sistem peredaran darah sederahana mulai ternbentuk dan jantung mulai
berdetak, lambung, liver dan pankreas, tiroid dan kelenjar timus mulai
berkembang, plasenta tumbuh sempurna.
Minggu ke-5
Pada
pertengahan kehamilan, janin diukur dengan ukuran kepala bokong (CRL). Sebelum
pertengahan kehamilan janin diukur dengan ukuran bokong tumit (CHL). Panjang
CRL dari 4 mm menjadi 8 mm dan beratnya dari 5 mg menjadi 50 mg. Pertumbuhan
kepala lebih cepat dari pertumbuhan badan, sehingga embrio melengkung dan
membentuk huruf C. Permulaan bentuk kaki dan tangan berupa benjolan.
Minggu ke-6
Kepala
terlihatlebih besar dari leher dan
melengkung melampaui jantung. Posisi mata, hidung dan mulut jelas. Kaki
atas dan bawah mulai dapat diidentifikasi dan telapak tangan berkembang menjadi
jari-jari. Pertumbuhan berupa alat kelamin testis mulai terjadi, sedangkang
ovarium terjadi lebih lambat dibanding testis. Hemisfer serebral terlihat lebih
cepat membesar seperti kepala. Posisi mata pindah, dari lateral ke arah frontal
sesuai dengan perpanjangan muka. Tonjolan berupa jantung dan liver ke arah
dinding ventral lebih dahulu, karena memiliki fungsi vital bagi embrio, tali
pusat mengecil. Bentuk lengan atas dan bawah, tungkai atas dan bawah menjadi
jelas. Jari-jari terus berkembang pada hari ke 40-50.
Minggu ke-7
Jantung
sudah terbentuk lengkap. Saraf dan otot bekerja bersamaan untuk pertama
kalinya. Bayi mempunyai refleks dan bergerak spontan. Bayi mulai menendang dan
berenang di dalam rahim, walau ibu belum mampu merasakannya. Pada akhir minggu
ini, otak akan terbentuk lengkap. Dalam minggu ketujuh, rangka mulai tersebar
keseluruh tubuh dan tulang-tulang mencapai bentuk yang kita kenal. Pada akhir
minggu ketujuh dan selama minggu kedelapan, otot-otot menempati posisinya di
sekeliling bentukan tulang.
Minggu ke-8
Selama akhir periode ini embrio telah menunjukkan
bentuk dan ciri-ciri manusia, hemisfer serebral tumbuh pesat, dimana besarnya
mencapai 50% dari massa embrio. Letak wajah setengah bagian bawah dari kepala
dan mata terus berpindah ke arah frontal. Alis mata mulai berkembang. jari-jari
memanjang dan dapat dibedakan pada akhir minggu kedelapan. Perbedaan jenis
kelamin bagian luar bisa dilihat oleh mata yang sudah terlatih, mulai
pemeriksaan anatomic dan histology kelenjar kelamin, namun masih
membingungkan. Pertumbuhan alat kelamin dipengaruhi oleh hormon-hormon yang
dikeluarkan oelh kelenjar kelamin, obat-oabatan, radiasi dan gizi ibu hamil.
Alat kelamin perempuan dibentuk dari duktus
Mulleri, sedangkan alat kelamin laki-laki dibentuk dari sistem duktus Wolfii.
Minggu ke 9-12
Pada usia
9 minggu, kepala terlihat lebih besar, wajah tampak secara garis besar,
perbandingan ukuran tungkai atas sudah mencapai proporsi normal. Tungkai bawah
berkembang labih panjang. Genetalia eksterna perempuan dan laki-laki terlihat
sama pada minggu ke-9, tetapi mencapai maturitas, sempurna dan dapat dibedakan
pada minggu ke-12. Sel-sel darah merah mulai diproduksi oleh liver selama
minggu awal dan fungsinya diambil alih oleh splenn selama minggu ke-12. Panjang
janin sekitar 7-9 cm.
d.
Ketidaknyamanan Pada Kehamilan
Trimester I Dan Adaptasi Psikososial
Ketidaknyamanan
pada Kehamilan Trimester I
a.
Morning Sickness,
mual dan muntah
Hampir 50% wanita
hamil mengalami mual dan biasanya mual dimulai sejak awal kehamilan. Mual
muntah diusia muda disebut morning sickness tetapi kenyataannya mual muntah ini
dapat terjadi setiap saat. Mual ini biasanya akan berakhir pada 14 mingggu
kehamilan. Pada beberapa kasus dapat berlanjut sampai kehamilan trimester kedua
dan ketiga.
b.
Sering buang air
kecil
Keinginan sering
buang air kecil pada awal kehamilan ini dikarenakan rahim yang membesar dan
menekan kandung kencing. Keadaan ini akan menghilang pada trimester II dan akan
muncul kembali pada akhir kehamilan, karena kandung kemih ditekan oleh kepala
janin.
c.
Konstipasi atau
Sembelit
Keluhan ini juga
sering dialami selama awal kehamilan, karena peningkatan hormon progesteron
yang menyebabkan relaksasi otot sehingga usus bekerja kurang efisien. Adapun
keuntungan dari keadaan ini adalah memungkinkan penyerapan nutrisi yang lebih
baik saat hamil.
d.
Sakit Kepala/Pusing
Sakit kepala atau
pusing sering dialami oleh pada ibu hamil pada awal kehamilan karena adanya
peningkatan tuntutan darah ke tubuh sehingga ketika akan mengubah posisi dari
duduk / tidur ke posisi yang lain (berdiri) tiba-tiba, sistem sirkulasi darah
merasa sulit beradaptasi. Sakit kepala / pusing yang lebih sering daripada
biasanya dapat disebabkan oleh faktor fisik maupun emosional. Pola makan yang berubah,
perasaan tegang dan depresi juga dapat menyebabkan sakit kepala.
e.
Kram Perut
Kram perut saat
trimester awal kehamilan seperti kram saat menstruasi di bagian perut bawah
atau rasa sakit seperti ditusuk yang timbul hanya beberapa menit dan tidak
menetap adalah normal. Hal ini sering terjadi karena adanya perubahan hormonal
dan juga karena adanya pertumbuhan dan pembesaran dari rahim dimana otot dan
ligamen merenggang untuk menyokong rahim.
f.
Meludah
Keinginan meludah
yang terjadi pada ibu hamil yang terus menerus dianggap normal sebab hal ini
termasuk gejala morning sickness.
e.
Perubahan Psikologis selama
Trimester Pertama Kehamilan
Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, ibu akan mengalami
perubahan psikologis dan pada saat ini pula wanita akan mencoba untuk
beradaptasi terhadap peran barunya melalui tahapan sebagai berikut :
1)
Tahap Antisipasi
Dalam tahap ini wanita akan mengawali adaptasi
perannya dengan merubah peran sosialnya melalui latihan formal (misalnya
kelas-kelas khusus kehamilan) dan informal melalui model peran (role model). Meningkatnya frekuensi
interaksi dengan wanita hamil dan ibu muda lainnya akan mempercepat proses
adaptasi untuk mencapai penerimaan peran barunya sebagai seorang ibu.
2)
Tahap Honeymoon (menerima peran, mencoba
menyesuaikan diri)
Pada tahap ini wanita sudah mulai menerima peran barunya dengan
cara mencoba menyesuaikan diri. Secara internal wanita akan mengubah posisinya
sebagai penerima kasih sayang dari ibunya menjadi pemberi kasih sayang terhadap
bayinya. Untuk memenuhi kebutuhan akan kasih sayang, wanita akan menuntut dari
pasangannya. Ia akan mencoba menggambarkan figur ibunya dimasa kecilnya dan
membuat suatu daftar hal-hal yang positif dari ibunya untuk kemudian ia daptasi
dan terapkan kepada bayinya nanti. Aspek lain yang berpengaruh dalam tahap ini
adalah seiring dengan sudah mapannya beberapa persiapan yang berhubungan dengan
kelahiran bayi, termasuk dukungan semangat dari orang-orang terdekatnya.
3)
Tahap Stabil (bagaimana mereka dapat melihat
penampilan dalam peran)
Tahap sebelumnya mengalami peningkatan sampai ia mengalami suatu
titik stabil dalam penerimaan peran barunya. Ia akan melakukan
aktivitas-aktivitas yang bersifat positif dan berfokus untuk kehamilannya,
seperti mencari tahu tentang informasi seputar persiapan kelahiran, cara
mendidik dan merawat anak, serta hal yang berguna untuk menjaga kondisi
kesehatan keluarga.
4)
Tahap Akhir (perjanjian)
Meskipun ia sudah cukup stabil dalam menerima perannya, namun ia
tetap mengadakan “perjanjian” dengan dirinya sendiri untuk sedapat mungkin
“menepati janji” mengenai kesepakatan-kesepakatan internal yang telah ia buat
berkaitan dengan apa yang akan ia perankan sejak saat ini sampai bayinya lahir
kelak.
f.
Tanda Dan Bahaya Kehamilan
Trimester I
1)
Perdarahan Pervaginam
Penanganan : Lakukan pemeriksaan
secara cepat keadaan ibu termasuk tanda-tanda vital (tekana darah, nadi,
pernafasan, temperature)
2)
Hiperemesis Gravidarum
Penanganan
: Hindari makan yang sulit dicerna dan berlemak.
Komplikasi
: Jika muntuah terus menerus biasa terjadi kerusakan hati, komplikasi lain
perdarahan pada retina yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan darah ketika
muntah.
3)
Mola
Penanganan : jika diagnosis
kehamilan mola ditegakkan, lakukan evaluasi uterus, dan lakukan evakuasi
jaringan mola dan berikan infuse.
4)
Sakit kepala hebat
Penanganan : jika ibu tidak
sadar/kejang segera mobilisasi tenaga yang ada dan siapkan fasilitas tindakan
gawat darurat
5)
Odema pada wajah, kaki, dan
tangan
Penanganan : istirahat yang cukup
dan tingkatkan makanan yang mengandung protein dan kurangi makanan yang
mengandung karbohidrat serta lemak
6)
Kejang
Pada umumnya kejang didahului oleh memburuknya
keadaan dan terjdi gejala-gejala sakit kepala, mual, dan nyeri uluh hati
7)
Demam
Ibu hamil dengan suhu lebih dari 38 0C
merupakan masalah gejala infeksi dalam kehamilan.
Penanganan : Istirahat yang
cukup, minum air putih yang banyak, dan kompres untuk menurunkan suhu.
g.
Asuhan Keperawatan
1)
Pengkajian
a.
Riwayat Obstetri
Memberikan informasi yang penting mengenai
kehamilan sebelumnya agar perawat dapat menentukan kemungkinan masalah pada
kehamilan-sekarang. Riwayat Obstetri meliputi hal-hal di bawali ini :
·
Gravida, para-abortus, dan anak hidup (GPAH).
·
Berat badan bayi waktu lahir dan usia gestasi.
·
Pengalaman persalinan, jenis persalinan, tempat
persalinan, dan penolong persalinan.
·
Jenis anestesi dan kesulitan persalinan.
·
Komplikasi maternal seperti diabetes,
hiperlensi, infeksi, dan perdarahan.
·
Komplikasi pada bayi.
·
Rencana menyusui bayi.
b.
Riwayat Kontrasepsi
Beberapa bentuk
konirasepsi dapat berakibat buruk pada janin, ibu, atau keduanya. Riwayat
kontrasepsi yang lengkap harus didlapatkan pada saat kunjungan pertama.
Penggunaan kontrasepsi oral sebelum kelahiran dan berlanjut.
c.
Riwayat Penyakit dan Operasi
Kondisi kronis (menahun/terus menerus) seperti
DM, hipertensi, dan penyakit ginjal bisa berefek buruk pada kehamilan. Oleh
karena itu adanya penyakit infeksi, prosedur infeksi dan trauma pada persalinan
sebelumnya harus didokumentasikan.
d.
Riwayat Kesehatan
Riwayat kesehatan yang dikaji meliputi hal-hal
sebagai berikut :
·
Usia, ras, dan latar belakang etnik (berhubungan
dengan kelompok risiko tinggi untuk masalah genelis seperti anemia sickle sel,
talasemia).
·
Penyakit pada masa kanak-kanak dan imunisasi.
·
Penyakit kronis (menahun/terus-menerus), seperti
asma dan jantung.
·
Penyakit sebelumnya, prosedur operasi, dan
ccdera (pelvis dan pinggang).
·
Infeksi sebelumnya seperti hepatitis, penyakit
menular seksual, dan tuberkulosis.
·
Fungsi vesika urinaria dan bowel (fungsi dan perubahan).
·
Jumlah konsumsi kafein tiap hari seperti kopi,
teh, coklat, dan minuman ringan.
·
Merokok (Jumlah batang per hari).
·
Kontak dengan hewan peliharaan seperti kucing
dapat meningkatkan risiko terinfeksi toxoplasma.
·
Alergi dan sensitif dengan obat.
·
Pekerjaan yang berhubungan dengan risiko
penyakit.
e.
Riwayat keluarga
Memberikan informasi
tentang kesehatan keluarga, termasuk penyakit kronis (menahun/terus--menerus)
seperti diabetes melilus dan jantung, infeksi seperti tuberkulosis dan
hepatitis, serta riwayat kongenital yang perlu dikumpulkan.
f.
Riwayat kesehatan pasangan
Untuk menentukan kemungkinan masalah kesehatan
yang berhubungan dengan masalah genetik, penyakit kronis, dan infeksi.
Penggunaan obat-obatan seperti kokain dan alkohol akan berpengaruh pada
kemampuan keluarga untuk menghadapi kehamilan dan persalinan. Rokok yang
digunakan oleh ayah akan berpengaruh pada ibu dan janin, terulama risiko
mengalami komplikasi. Pernapasan akibat sebagai perokok pasif. Golongan darah
dan tipe Rhesus ayah penting jika ibu dengan Rh negatif dan kemungkinan
inkompabilitas darah dapat terjadi.
g.
Pemeriksaan Fisik
1)
Tanda-tanda Vital
·
Tekanan darah
Posisi pengambilan tekanan darah sebaiknya
ditetapkan, karena posisi akan memengaruhi tekanan darah pada ibu hamil.
Sebaiknya tekanan darah diukur pada posisi duduk dengan lengan sejajar posisi
jantung. Pendokumentasian perlu dicatat posisi dan tekanan darah yang
didapatkan.
·
Nadi
Frekuensi nadi normalnya 60-90 kali per menit.
Takikardi bisa terjadi pada keadaan cemas, hipertiroid, dan infeksi. Nadi
diperiksa selama satu menit penuh untuk dapat menentukan keteraturan detak
jantung. Nadi diperiksa untuk menentukan masalah sirkulasi tungkai, nadi
seharusnya sama kuat dan teratur.
·
Pernapasan
Frekuensi pernapasan selama hamil berkisar
antara 16-24 kali per menit. Takipnea terjadi karena adanya infeksi pernapasan
atau penyakit jantung. Suara napas hams sama bilateral, ekspansi paru simetris,
dan lapangan paru bebas dari suara napas abdominal.
·
Suhu
Suhu normal selama hamil adalah 36,2-37,6°C.
Peningkatan suhu menandakan terjadi infeksi dan membutuhkan perawatan medis.
2)
Sistem Kardiovaskuler
·
Bendungan vena
Pemeriksaan sistem kardiovaskular adalah
observasi terhadap bendungan vena, yang bisa berkembang menjadi varises.
Bendungan vena biasanya terjadi pada tungkai, vulva, dan rektum.
·
Edema
Edema pada tungkai merupakan refleksi dari
pengisian darah pada ekstremitas akibat perpindahan cairan intravaskular ke
ruang intertisial. Ketika dilakukan penekanan dengan jari atau jempol
menyebabkan terjadinya bekas tekanan, keadaan ini disebut pitting edema. Edema
pada tangan dan wajah memerlukan pemeriksaan lanjut karena merupakan tanda dari
hipertensi pada kehamilan.
3)
Sistem Muskuloskeletal
·
Postur
Mekanik tubuh dan perubahan postur bisa terjadi
selama kehamilan. Keadaan ini mengakibatkan regangan pada otot punggung dan
tungkai.
·
Tinggi dan berat badan
Berat badan awal kunjungan dibutuhkan sebagai
data dasar untuk dapat menentukan kenaikan berat badan selama kehamilan. Berat
badan sebelum konsepsi kurang dari 45 kg dan tinggi badan kurang dari 150 cm
ibu berisiko melahirkan bayi prematur dan berat badan lahir rendah. Berat badan
sebelum konsepsi lebih dari 90 kg dapat menyebabkan diabetes pada kehamilan,
hipertensi pada kehamilan, persalinan seksio caesarea, dan infeksi postpartum.
·
Pengukuran pelviks
Tulang pelviks diperiksa pada awal kehamilan
untuk menentukan diameternya yang berguna untuk persalinan per vaginam.
·
Abdomen
Kontur, ukuran, dan tonus otot abdomen perlu
dikaji. Tinggi fundus diukur jika fundus bisa dipalpasi diatas simfisis pubis.
Kandung kemih harus dikosongkan sebelum pemeriksaan dilakukan untuk menetukan
keakuratannya. Pengukuran metode Mc Donald dengan posisi ibu berbaring.
4)
Sistem Neurologi
Pemeriksaan neurologi
lengkap tidak begitu diperlukan bila ibu tidak memiliki tanda dan gejala yang
mengindikasikan adanya masalah. Pemeriksaan refleks tendon sebaiknya dilakukan
karena hiperefleksi menandakan adanya komplikasi kehamilan.
5)
Sistem Integumen
Warna kulit biasanya
sama dengan rasnya. Pucat menandakan anemis, jaundice menandakan gangguan pada
hepar, lesi, hiperpigmentasi seperti cloasma gravidarum, serta linea nigra
berkaitan dengan kehamilan dan strie perlu dicatat. Penampang kuku berwarna
merah muda menandakan pengisian kapiler baik.
6)
Sistem GI
·
Mulut
Membran mukosa berwarna merah muda dan lembut.
Bibir bebas dari ulserasi, gusi berwarna kemerahan, serta edema akibat efek
peningkatan estrogen yang menyebabkan hiperplasia. Gigi terawat dengan baik,
ibu dapat dianjurkan ke dokter gigi secara teratur karena penyakit periodontal
menyebabkan infeksi yang memicu terjadinya persalinan prematur. Trimester kedua
lebih nyaman bagi ibu untuk melakukan perawatan gigi.
·
Usus
Stetoskop yang hangat untuk memeriksa bising
usus lebih nyaman untuk ibu hamil. Bising usus bisa berkurang karena efek
progesteron pada otot polos, sehingga menyebabkan konstipasi. Peningkatan
bising usus terjadi bila menderita diare.
2)
Diagnosa Keperawatan dan
Intervensi Keperawatan
a.
Intoleransi
aktivitas berhubungan dengan kelemahan.
|
Diagnosa Keperawatan/ Masalah
Kolaborasi
|
Rencana keperawatan
|
|
|
Tujuan dan Kriteria Hasil
|
Intervensi
|
|
|
Intoleransi aktivitas
Berhubungan dengan :
·
Tirah Baring atau
imobilisasi
·
Kelemahan menyeluruh
·
Ketidakseimbangan
antara suplei oksigen dengan kebutuhan
|
NOC :
v Self
Care : ADLs
v Toleransi
aktivitas
v Konservasi
eneergi
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama …. Pasien bertoleransi terhadap aktivitas dengan Kriteria
Hasil :
v
Berpartisipasi dalam aktivitas fisik tanpa disertai peningkatan tekanan
darah, nadi dan RR
v
Mampu melakukan aktivitas sehari hari (ADLs) secara mandiri
v
Keseimbangan aktivitas dan istirahat
|
NIC :
v
Observasi adanya pembatasan klien dalam melakukan aktivitas
v
Kaji adanya faktor yang menyebabkan kelelahan
v
Monitor nutrisi dan sumber energi
yang adekuat
v
Monitor pasien akan adanya kelelahan fisik dan emosi secara berlebihan
v
Monitor respon kardivaskuler
terhadap aktivitas (takikardi, disritmia, sesak nafas, diaporesis,
pucat, perubahan hemodinamik)
v
Monitor pola tidur dan lamanya tidur/istirahat pasien
v Kolaborasikan
dengan Tenaga Rehabilitasi Medik dalam merencanakan progran terapi yang
tepat.
v Bantu
klienuntukmengidentifikasiaktivitas yang mampudilakukan
v Bantu
untukmemilihaktivitaskonsisten yang sesuaidengankemampuanfisik,
psikologidansosial
v Bantu
untukmengidentifikasidanmendapatkansumber yang diperlukanuntukaktivitas yang
diinginkan
v Bantu
untukmendpatkanalatbantuanaktivitassepertikursiroda, krek
v Bantu
untuk mengidentifikasi aktivitas yang
disukai
v Bantu
klien untuk membuat jadwal latihan diwaktu luang
v Bantu
pasien/keluarga untuk mengidentifikasi kekurangan dalam beraktivitas
v Sediakan
penguatan positif bagi yang aktif beraktivitas
v
Bantu pasien untuk mengembangkan motivasi diri dan
penguatan
v
Monitor respon fisik, emosi, sosial.
|
b.
Resiko
nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan perubahan nafsu makan,
mual/muntah, keuangan yang tidak mencukupi, tidak mengenal peningkatan
metabolik/nutrisi.
|
Diagnosa
Keperawatan/ Masalah Kolaborasi
|
Rencana keperawatan
|
|
|
Tujuan dan Kriteria Hasil
|
Intervensi
|
|
|
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Berhubungan dengan :
Ketidakmampuan untuk
memasukkan atau mencerna nutrisi oleh karena faktor biologis, psikologis atau
ekonomi.
|
NOC:
a.
Nutritional status: Adequacy of nutrient
b.
Nutritional Status :
food and Fluid Intake
c.
Weight Control
Setelah
dilakukan tindakan keperawatan selama….nutrisi kurang teratasi dengan
indikator:
v Albumin
serum
v Pre
albumin serum
v Hematokrit
v Hemoglobin
v Total
iron binding capacity
v Jumlah
limfosit
|
§ Kaji
adanya alergi makanan
§
Kolaborasi dengan
ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan pasien
§
Yakinkan diet yang dimakan mengandung tinggi serat untuk mencegah
konstipasi
§
Ajarkan pasien bagaimana membuat catatan makanan harian.
§
Monitor adanya penurunan BB dan gula darah
§ Monitor
lingkungan selama makan
§
Jadwalkan pengobatan dan tindakan
tidak selama jam makan
§ Monitor
turgor kulit
§
Monitor kekeringan, rambut kusam, total protein, Hb dan kadar Ht
§ Monitor
mual dan muntah
§
Monitor pucat, kemerahan, dan kekeringan jaringan konjungtiva
§ Monitor
intake nuntrisi
§
Informasikan pada klien dan keluarga tentang manfaat nutrisi
§
Kolaborasi dengan dokter tentang kebutuhan suplemen makanan seperti NGT/
TPN sehingga intake cairan yang adekuat dapat dipertahankan.
§ Atur
posisi semi fowler atau fowler tinggi selama makan
§
Kelola pemberan anti emetik:.....
§
Anjurkan banyak minum
§
Pertahankan terapi IV line
§
Catat adanya edema, hiperemik, hipertonik papila lidah dan cavitas oval
|
c.
Resiko
kekurangan volume cairan berhubungan dengan mual/muntah secara berlebihan
|
Diagnosa Keperawatan/ Masalah
Kolaborasi
|
Rencana keperawatan
|
|
|
Tujuan dan Kriteria Hasil
|
Intervensi
|
|
|
Defisit Volume Cairan
Berhubungan dengan:
- Kehilangan volume cairan secara aktif
- Kegagalan mekanisme pengaturan
-
|
NOC:
v Fluid
balance
v Hydration
v Nutritional
Status : Food and Fluid Intake
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama….. defisit volume cairan teratasi dengan kriteria hasil:
v Mempertahankan
urine output sesuai dengan usia dan BB, BJ urine normal,
v
Tekanan darah, nadi, suhu tubuh dalam batas normal
v
Tidak ada tanda tanda dehidrasi, Elastisitas turgor kulit baik,
membran mukosa lembab, tidak ada rasa haus yang berlebihan
v
Orientasi terhadap waktu dan tempat baik
v
Jumlah dan irama pernapasan dalam batas normal
v
Elektrolit, Hb, Hmt dalam batas normal
v
pH urin dalam batas normal
v
Intake oral dan intravena adekuat
|
NIC
:
·
Pertahankan catatan intake dan output yang akurat
·
Monitor status hidrasi ( kelembaban membran mukosa, nadi adekuat, tekanan
darah ortostatik ), jika diperlukan
·
Monitor hasillab yang sesuaidenganretensicairan (BUN ,Hmt , osmolalitasurin,
albumin, total protein )
·
Monitor vital sign setiap 15menit – 1 jam
·
Kolaborasi pemberian cairan IV
·
Monitor status nutrisi
·
Berikan cairan oral
·
Berikan penggantian nasogatrik sesuai output (50 – 100cc/jam)
·
Dorong keluarga untuk membantu pasien makan
·
Kolaborasi dokter jika tanda cairan berlebih muncul meburuk
·
Atur kemungkinan tranfusi
·
Persiapan untuk tranfusi
·
Pasang kateter jika perlu
·
Monitor intake dan urin output setiap 8 jam
|
2.
Trimester Kedua
a. Definisi
Masa kehamilan dimulai dari
konsepsi sampai lhirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu
atu 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan dibagi
dalam 3 triwulan yaitu triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan,
triwulan kedua dari bulan keempat sampai 6 bulan, triwulan ketiga dari bulan
ketujuh sampai 9 bulan. Jadi ibu hamil trimester kedua yakni pada bulan keempat
sampai keenam tepatnya pada minggu ke-14 sampai dengan minggu ke-24 kehamilan.
Kehamilan melibatkan perubahan
fisik maupun emosional dari ibu serta perubahan sosial dalam keluarga, jarang
seorang ahli medik terlatih yang begitu terlibat dalm kondisi yang biasanya
sehat dan normal. Mereka menghadapi suatu tugas yang tidak biasa dalam
memberikan dukungan pada ibu dan keluarganya dalam rencana menyambut anggota
keluarga baru, memantu perubahan-perubahan fisik norml yang dialami ibu serta
tumbuh kembang janin. Juga mendeteksi serta mentalaksanakan setiap kondisi yang
tidak normal. Pada umumnya kehamilan berkembang dengan normal dan menghasilkan
kelahiran bayi sehat cukup bulan melalui jalan lahir namun kadang-kadang tidak
sesuai dengan yang diharapkan. Sulit diketahui sebelumnya bahwa kehamilan akan
menjadi masalah. Sistem penilaian risiko tidak dapat memprediksi apakah ibu
hamil akan bermasalah selama hamilnya. Oleh karena itu pelayanan / asuhan
antenatal merupakan cara penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu
hamil normal dan mendeteksi ibu dengan kehamilan normal.
b.
Perubahan Fisik Ibu Hamil
Trimester Kedua
Uterus akan terus tumbuh. Pada
usia kehamilan 16 minggu uterus biasanya berada pada pertengahan antara
sispisis pubis dan pusat. Penambahan berat badan sekitar 0,4 – 0,5 kg/mg. Ibu
mungkin akn mulai merasa banyak energi. Pada usia kehamilan 20 mg fundus berada
dekat dengan pusat. Payudara mulai mengeluarkan kolostrum. Ibu merasakan
gerakan bayinya dan juga mengalami perubahan yang normal pada kulitnya meliputi
adanya kloasma, lineanigra dan striae gravidarum.
Adapun perubahan dari bulan ke
bulan adalah sebagai berikut :
·
Minggu ke-16/bulan ke-4
Fundus berada di tengah antara simpisis dan pusat.
Berat ibu bertambah 0,4-0,5 kg/mg selama sisa kehamiln dan mungkin mempunyai
banyak energi. Sekresi vagina meningkat (tetpi normal jika tidak gatal,
iritasi, tau berbau busuk). Teknan pada kandung kemih dan sering kencing
berkurang.
·
Minggu ke-20/bulan ke-5
Fundus mencapai pusat. Payudara memulai sekresi
kolostrum. Kantung ketuban menmpung 400 ml cairan. Rasa akan pingsan dan pusing
mungkin terjadi, terutama jika posisi berubah secara mendadak. Varises pembuluh
darh mungkin terjadi. Ibu merasakn gerakan janin. Areola bertambah gelap.
Hidung tersumbat mungkin terjadi, kram pada kki mungkin ada, konstipasi mungkin
dialami.
·
Minggu ke-24/bulan ke-6
Fundus di atas pusat. Sakit punggung dan kram pada
kaki mungkin terjadi. Perubahan kulit bisa berupa striae gravidarum, chloasma,
linea nigra dan jerawat. Mimisan dapat terjdi, mungkin mengalami gatal-gatal
pada abdomen karena uterus membesar dan kulit meregang.
c.
Perubahan Psikologis Ibu Hamil
Trimester Kedua
Trimester II biasanya adalah saat
ibu merasa sehat. Tubuh ibu sudh terbiasa dengan kadar hormon yang lebih tinggi
dan rasa tidak nyaman karena kehamilannya pun berkurang. Perut ibu belum
terlalu besar sehingga belum dirsakan sebagai beban. Ibu sudah menerima
kehamilannya dan mulai dapat menggunakan energi dan pikirannya secara lebih
konstruktif. Pada trimester ini pula ibu mulai dapat merasakan gerakan janin
(Quickening), dan ibu mulai merasakan kehadiran bayinya sebagai seseorang di
luar dirinya sendiri. Banyak ibu yang merasa terlepas dari kecemasan dan rasa
tidak nyaman seperti yang dirasakannya pada trimester I dan merasakan
meningkatnya libido.
d.
Perkembangan Janin Pada Ibu Hamil
Trimester Kedua
Minggu
ke-14
Perkembangan
Janin :
·
Sistem otot semakin kuat.
·
Sistem saraf mulai berfungsi.
·
Pembuluh darah mulai berkembang.
Minggu ke-15
Perkembangan Janin :
·
Tangan mulai bisa mengepal.
·
Berat janin mencapai 200 gr.
·
Kaki sudah mulai menendang.
Minggu ke-16
Perkembangan
Janin :
·
Seluruh organ dan struktur tubuh
telah terbentuk
·
Panjang janin 16 cm.
·
Kepala dominant, wajah terlihat
seperti manusia.
Minggu ke-18
Perkembangan Janin :
·
Adanya lapisan lemak yang
melindungi janin.
·
Rambut-rambut halus menutupi
tubuh dan memelihara kelembaban kulit.
Minggu ke-19
Perkembangan
Janin :
·
Tumbuh alis, bulu mata dan
rambut.
Minggu ke-20
Perkembangan Janin :
·
Janin mulai memiliki pola tidur
secara teratur.
·
Janin mulai menendang, menghisap
dan menggeliat.
Minggu ke-22
Perkembangan Janin :
·
Kerangka berkembang dengan pesat.
Minggu ke-23
Perkembangan Janin :
·
Kelopak mata mulai membuk dan
menutup.
Minggu ke-24
Perkembangan Janin :
·
Berat janin berkisar 700 sampai
800 gr.
·
Kulit kemerahan dan keriput.
·
Terbnetuk kelenjar keringat.
e.
Ketidaknyamanan Ibu Hamil
Trimester Kedua
|
Ketidaknyamanan
|
Fisiologis
|
|
Pigmentasi yang mendalam, jerawat, kulit
berminyak.
|
Melanocyt, stimulating hormon (dari pituitary
anterior)
|
|
Spider nevi (Telangi ectasis) kelihatan selama
trimester II/III pada leher, thorax, wajah dan lengan.
|
Jaring-jaring setempat sampai dengan arteriola
(arteri terakhir) dari penambahan konsentrasi estrogen.
|
|
Erytema telapak tangan terjdi pada 50% wanita
hamil, yang menyertai spider nevi.
|
Bercak kemerahan menyebar pada telapak tangan dan
menutupi kulit yang berlebihan dan ujung jari yang disebabkan oleh faktor
predisposisi genetis dan hyper estrogen.
|
|
Palpitasi
|
Tidak diketahui, tidak disertai oleh
cardiacpersisten yang irregular
|
|
Supinehypotensi (syndroma aorta vena cava) dan
bradicard.
|
Disebabkan oleh tekanan uterus yang hamil atas
vena cava ascenden saat terlentang mengurangi aliran darah uterus-plasenta
dan perfusi renal
|
|
Pusing dan sinkrope (orthostatik hypotensi) yang
menetap selama hamil.
|
Vasomotor lability atau psotural hypotensi dari
hormon, pada kehamilan yang terakhir mungkin disebabkan oleh vena yang statis
pada extremitas bawah.
|
|
Makanan idaman
|
Penyebabnya tidak diketahui; idaman ditentukan
oleh budaya / letak geografis.
|
|
Rasa panas dalam perut (pvrosis/acid
indigestion), sensasi panas pada bagian bawah dada atau bagian atas abdomen,
kadang-kadang dengan bersendawa sedikit naik rasa cairan.
|
Progesteron memperlambat motilitas
gastrointestinal tract dan pencernaan membalikkan peristaltik; merelaxasi
spincter cardiac; dan memperlambat waktu buang air besar, memindahkan isi
perut ke atas dan ditekan oleh pembesaran uterus.
|
|
Konstipasi – Terjadi 50% pada semua wanita hamil
|
Motilitas gastrointestinal tract diperlambat oleh
progesteron, akibat peningkatan resorbsi air dan pengeringan feces, tekanan
intestinal karena semakin membesarnya uterus predisposisi konstipaso karena
suplementasi zat besi oral.
|
|
Kembung dan bersendawa
|
Berkurangnya motilitas gastrointestinal akibat
hormon, memberikan peluang bakteri untuk memproduksi gas; menelan udara.
|
|
Varices
vens : yang diikuti sakit kaki dan kelemahan bisa menetap pada kaki dan
vulva; hemorhaid adalah varices perianal.
|
-
Predisposisi hereditas : relaxasi otot halus dinding vena karena hormon yang
menyebabkan vasocongestion pelvic; kondisi ini diperberat oleh pembesaran
uterus, hamil dan gerakan bowel usus
kebawah.
|
|
-
Sakit kepala
|
-
Ketegangan emosional (biasanya lebih dari vasculer migrain headache) nyeri
mata (kelainan refraksi)vasculer engorgement dan sumbatan sinus dari
stimulasi hormone
|
|
-
Carpal tunnel syndrom (antara lain : ibu jari, jari kedua dan jari ketiga,
sisi lateral jari kelingking)
|
-
Tekanan syaraf median karena perubahan dalm jaringan mengelilinginya, nyeri,
mati rasa, rasa gatal, panas, kehilangan kemampuan gerak (mengetik)
menjatuhkan benda.
|
|
-
Mati rasa periodik, jari gatal (acrodysesthesia) 5% dari wanita hamil
|
-
Syndroma traksi flexus brachial dari terasa berat pada bahu selama hamil
(khususnya malam dan pagi hari)
|
|
Nyeri sekitar ligamen
(kelemahan)
|
-
Ligamen yang menciut / tertekan disebabkan oleh pembesaran uterus.
|
|
-
Nyeri sendi, pinggang dan tekanan pelvic, hypermobilitas sendi.
|
-
Relaxasi sendi symfisis da sakroiliaka karena hermonal, akibatnya peivic
tidak stbil, lengkung cervicothoracis dan lumbar yang berlebihan karena
perubahan pada pusat grafitasi dari pembesaran perut.
|
f.
Asuhan Keperawatan
1.
Pengkajian maternal
a.
Pada setiap kunjungan ibu
ditanyakan secara ringkas kejadian sejak kunjungan sebelumnya. Dia ditanyakan
mengenai emosional secara umum dan kesehatan psikologis, keluhan atau
permasalahan atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan terhadap masalah yang
dihadapi.
b.
Pemeriksaan Fisik
Pada setiap kunjungan, pola dan
pernafasan dihitung / diperiksa / diukur: tekanan darah (lengan kanan, sambil
duduk, diperiksa juga berat badan apakah bertambah atau tetap atau berkurang)
apakah cocok dengan rencana.
c.
Tes Laboratorium
Test laboratorium, rutin, selama
trimester kedu dibatasi. Suatu pegangan yang baik. Spesimen urine digunakan
untuk mendeteksi kadar glukosa, aceton, lbumin/protein, RBCs, dan leukosytes.
Wanita hamil mungkin menglami glykosuria (untuk ulangan, lihat nutrient excreation).
Urine untuk culture dan sensivitas, sama dengan darah sample, didapatkan hanya
jika ada tanda-tanda dan gejala yang didapatkan. Hematocrit (HCT) atau packed
Cell Volume (PCU) ditentukan pada setiap kunjungan dalam beberapa tempat/kali.
d. Pengkajian
Fetal
Tinggi fundus selama trimester
kedu, urgan uterus menjadi lebih besar. Pengukuran tinggi uterus di atas
symphysis pubis dijadikan sebagai indikator kemajuan pertumbuhan janin. Juga
memberikan petunjuk yang jelas terhadap lamanya kehmilan. Pita lunak atau
pelvimeter bisa digunakan untuk mengukur tinggi fundus uteri. Tinggi fundus
diukur dari puncak/titik symshisis pubis sampai ujung/puncak fundus uteri tanpa
ujung belakang uterus.
Pengukuran tinggi fundus membantu
mengidentifiksi faktor-faktor resiko tinggi. Tepatnya/turunnya tinggi fundus
uteri menunjukkan Intrauterin Growth Retadation (IURG)/ pertumbuhan dalam rahim
yang terlambat, dan pertambahan yang berlebihan biasanya kehamilan multifetal
atau hydramnion. Diantara faktor-faktor yang mempengaruhi akurasi pengukuran
adalah obesitas. (kurangi 1 cm dari ukuran jika berat ibu 90 kg [200 pounds
atau lebih]), jumlah cairan amnion, kehamilan multifetal, ukuran bayi dan letak
bayi dan letak uterus.
e.
Tanda-Tanda Peringatan Trimester
Ii
|
Tanda-Tanda / Gejala
- Menetap,
kadang-kadang muntah.
- Keluar cairan
dari vagina, bleeding, cairan, amnion.
- Demam, panas,
kencing panas, diare.
-
Perubahan gerakan janin. Tak ada gerakan janin setelah gerakan lebih cepat,
ada perubahan yang tidak biasa dalam jumlah atau polanya.
|
Kemungkinan
Penyebab
Hypertensi gravidarun.
-
Membran pecah sebelum waktunya,
keguguran.
-
Infeksi.
Janin beresiko atau intrauteris fetal death
(IUFD)
|
2. Diagnosa dan Intervensi trimester kedua
a. Gangguan body image berhubungan dengan penyakit
kronis.
|
Diagnosa Keperawatan/ Masalah
Kolaborasi
|
Rencana keperawatan
|
|
|
Tujuan dan Kriteria Hasil
|
Intervensi
|
|
|
Gangguan body image berhubungan dengan:
Biofisika (penyakit kronis),
kognitif/persepsi (nyeri kronis), kultural/spiritual, penyakit, krisis
situasional, trauma/injury, pengobatan (pembedahan, kemoterapi, radiasi)
|
NOC:
v Body
image
v Self
esteem
Setelah dilakukan
tindakan keperawatan selama …. gangguan body image
pasien
teratasi dengan kriteria hasil:
v
Body image positif
v
Mampu
mengidentifikasi kekuatan personal
v
Mendiskripsikan secara faktual perubahan fungsi tubuh
v
Mempertahankan interaksi sosial
|
NIC :
Body image enhancement
-
Kaji secara verbal dan nonverbal respon klien terhadap tubuhnya
-
Monitor frekuensi mengkritik dirinya
-
Jelaskan tentang pengobatan, perawatan, kemajuan dan prognosis penyakit
-
Dorong klien mengungkapkan perasaannya
-
Identifikasi arti pengurangan melalui pemakaian alat bantu
-
Fasilitasi kontak dengan individu lain dalam kelompok kecil
|
b.
Pola
Nafas tidak efektif berhubungan dengan Hiperventilasi,
Penurunanenergi/kelelahan,
Perusakan/pelemahan
muskulo-skeletal.
|
Diagnosa Keperawatan/ Masalah
Kolaborasi
|
Rencana keperawatan
|
|
|
Tujuan dan Kriteria Hasil
|
Intervensi
|
|
|
Pola Nafas tidak efektif berhubungan dengan :
-
Hiperventilasi
-
Penurunan energi/kelelahan
-
Perusakan/pelemahan muskulo-skeletal
-
Kelelahan otot pernafasan
-
Hipoventilasi sindrom
-
Nyeri
-
Kecemasan
-
Disfungsi Neuromuskuler
-
Obesitas
-
Injuri tulang belakang
|
NOC:
vRespiratory
status : Ventilation
vRespiratory
status : Airway patency
vVital sign Status
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama ………..pasien menunjukkan keefektifan pola nafas, dibuktikan
dengan kriteria hasil:
vMendemonstrasikan batuk efektif dan suara nafas yang
bersih, tidak ada sianosis dan dyspneu (mampu mengeluarkan sputum, mampu
bernafas dg mudah, tidakada pursed lips)
vMenunjukkan jalan nafas yang paten (klien tidak merasa
tercekik, irama nafas, frekuensi pernafasan dalam rentang normal, tidak ada
suara nafas abnormal)
vTanda Tanda vital dalam rentang normal (tekanan darah,
nadi, pernafasan)
|
NIC:
·
Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi
·
Pasang mayo bila perlu
·
Lakukanfisioterapi dada jikaperlu
·
Keluarkansekretdenganbatukatausuction
·
Auskultasisuaranafas, catatadanyasuaratambahan
·
Berikanbronkodilator :
-…………………..
…………………….
·
BerikanpelembabudaraKassabasahNaClLembab
·
Aturintakeuntukcairanmengoptimalkankeseimbangan.
·
Monitor respirasi dan status O2
v Bersihkan mulut, hidung dan secret trakea
v
Pertahankan jalan
nafas yang paten
v
Observasi adanya
tanda tanda hipoventilasi
v Monitor adanya kecemasan pasien terhadap oksigenasi
v Monitor vital
sign
v Informasikan pada pasien dan keluarga tentang tehnik
relaksasi untuk memperbaiki pola nafas.
v Ajarkan bagaimana batuk efektif
v
Monitor pola nafas
|
c. Kurang
Pengetahuan berhubungan dengan keterbatasan kognitif, interpretasi terhadap
informasi yang salah, kurangnya keinginan untuk mencari informasi, tidak
mengetahui sumber-sumber informasi.
|
Diagnosa Keperawatan/ Masalah
Kolaborasi
|
Rencana keperawatan
|
|
|
Tujuan dan Kriteria Hasil
|
Intervensi
|
|
|
Kurang
Pengetahuan
Berhubungan dengan : keterbatasan kognitif,
interpretasi terhadap informasi yang salah, kurangnya keinginan untuk mencari
informasi, tidak mengetahui sumber-sumber informasi.
|
NOC:
v Kowlwdge
: disease process
v Kowledge
: health Behavior
Setelah dilakukan
tindakan keperawatan selama …. pasien menunjukkan pengetahuan tentang proses
penyakit dengan kriteria hasil:
v
Pasien dan keluarga menyatakan pemahaman tentang penyakit, kondisi, prognosis
dan program pengobatan
v
Pasien dan keluarga mampu melaksanakan prosedur yang dijelaskan secara
benar
v
Pasien dan keluarga mampu menjelaskan kembali apa yang dijelaskan
perawat/tim kesehatan lainnya
|
NIC :
·
Kaji tingkat pengetahuan pasien dan keluarga
·
Jelaskan patofisiologi dari penyakit dan bagaimana hal ini
berhubungan dengan anatomi dan fisiologi, dengan cara yang tepat.
·
Gambarkan tanda dan gejala yang biasa muncul pada penyakit, dengan
cara yang tepat
·
Gambarkan proses penyakit, dengan cara yang tepat
·
Identifikasi kemungkinan penyebab, dengan cara yang tepat
·
Sediakan informasi pada pasien tentang kondisi, dengan cara yang
tepat
·
Sediakan bagi keluarga informasi tentang kemajuan pasien dengan cara
yang tepat
·
Diskusikan pilihan terapi atau penanganan
·
Dukung pasien untuk mengeksplorasi atau mendapatkan second opinion
dengan cara yang tepat atau diindikasikan
·
Eksplorasi kemungkinan sumber atau dukungan, dengan cara yang tepat
|
3.
Trimester Ketiga
a. Definisi
Trimester
tiga adalah priode kehamilan tiga bulan terakhir/ sepertiga masa kehamilan
terakhir.(Farrer, 1999)
Trimester
tiga merupakan periode kehamilan dari bulan ketujuh sampai sembilan bulan
(28-40 minggu).
b. Pertumbuhan Dan Perkembangan Janin
Minggu
24 – 27
·
kulit tumbuh pesat dan terlihat
merah dan keriput
·
mata terbuka, bulu mata, dan
kelopak mata terbentuk
·
janin dapat hidup pada usia 27
minggu
Minggu
28 – 31
·
lemak sub kutan disimpan
·
jika janin lahir saat ini dengan
paru-paru imatur, respiratory distress syndroma (RSD) dapat terjadi
Minggu
32 – 36
·
berat janin menetap
·
lanugo menghilang tetapi masih
ada bekasnya di kepala
·
kuku jari tumbuh
·
janin mempunyai kemampuan yang
cukup baik jika lahir dalam minggu-minggu ini.
Minggu
37 – 40
·
lemak sub kutan tetap dibentuk
dan disekeliling janin menjadi menggumpal
·
kuku jari tangan dan kaki
terbebtuk sempurna dan melampaui ujung jari tangan dan kaki
·
testis turun ke arah scrotum
·
tengkorak berkembang sempurna dan
lebih besar dari bagian tubuh
c.
Tanda
Subjektif Dan Objektif Kehamilan Trimester Tiga
1)
Tanda Subjektif
a.
29-33 minggu
·
Fatigue
·
ansietas tentang masa depan
·
mimpi buruk
·
penurunan keinginan seksual
karena ketidaknyamanan fisik
b.
34-38 minggu
·
sakit punggung, perubahan gaya
berjalan
·
ketidaksabaran untuk mengakhiri
kehamilan
·
perasaan buaian tentang masa
depan yang ambivalen
c.
sebelum kelahiran
·
lightening atau tanda dini
dimulainya persalinan
·
sakit perut bagian bawah
2)
Tanda Objektif
a.
29-33 minggu
·
rasa panas dalam perut disebabkan
tekanan uterus, mild hiatus hernia dan muntahan asam perut ke dalam esophagus
·
kontaraksi Braxton-Hick
(kontraksi tidak teratur rahim dan tanpa nyeri sepanjang kehamilan sehingga
dapat membantu sirkuladsi darah dalam plasenta) mungkin terjadi
·
fundus terletak diantara
umbilikus dan xipoid
b.
34-38 minggu
·
Heartburn (pirosis, nyeri dada)
Pirosis merupakan perasaan nyeri di dada, karena
masuknya isi lambung ke dalam esophagus bagian bawah. Keluhan sering ditemukan
dalam kehamilan, terutama dalam posisi tengkurap atau menelan suatu makanan
tertentu atau obat.
·
Konstipasi
Konstipasi sering terjadi dan disebabkan oleh
penurunan motilitas usus sehingga memerlukan waktu lebih lama untuk menyerap
cairan. Demikian pula usus dapat saling berdesakan akibat tekanan dari uterus
yang membesar
·
Vena varikosa (varicose veins)
Vena varikosa (varicose veins) mengakibatkan
lemahnya dinding vena atau cacatnya fungsi katup. Sirkulasi yang buruk di
ekstremitas bawah merupakan predisposisi wanita terkena vena varikosa (varicose
veins) di kaki dan paha juga lamanya berdiri atau duduk. Penatalaksanaan dengan
metode pembedahan dan injeksi tidak dianjurkan selama kehamilan.
·
Edema kaki
Sebagian besar wanita menunjukkan edema pada kaki
di akhir kehamilan, karena peningkatan kesulitan pengembalian darah vena dari
ekstremitas bawah. Lamanya duduk dan udara yang panas meningkatkan terjadinya
edema. Edema kaki menjadi perhatian ketika disertai hipertensi atau proteinuria
·
Haemoroid (wasir)
Haemoroid dapat menonjol keluar anus. Wasir yang
kecil kadang tidak menimbulkan keluhan, sedang yang besar sering menimbulkan
keluhan bahkan dapat menimbulkan komplikasi hebat, yaitu rasa nyeri, serta
perdarahan pada saat buang air, serta ada sesuatu yang keluar dari anus
c.
Sebelum kelahiran
Fundus ada di bawah diafragma sampai kepala janin
masuk kedalam rongga panggul, kemudian perut kelihatan maju ke depan.
d.
Komplikasi
Kehamilan Trimester Tiga (28-40 Minggu)
1)
Persalinan Prematuritas
Persalinan
prematuritas (prematur) dimaksudkan dengan persalinan yang terjadi diantara
umur kehamilan 29-36 minggu, dengan berat badan lahir kurang dari 2,5 kg. Persalinan
prematuritas merupakan masalah besar karena berat janin kurang dari 2,5 kg dan
umur kurang dari 36 minggu, maka alat-alat vital belum sempurna.
Sebab
persalinan prematuritas :
a.
Hamil dengan perdarahan,
kehamilan ganda
b.
kehamilan disertai komplikasi
(preeklamsia, dan eklamsia)
c.
kehamilan dengan komplikasi
penyakit ibu (hipertensi, penyakit ginjal, penyakit jantung, dsb). Keadaan gizi
yang rendah disertai kurang darah, lapisan dalam lahir yang kurang subur karena
jarak hamil terlalu pendek.
2)
Kehamilan Ganda (Kembar)
Beberapa
pengaruh yang merugikan ibu yang hamil ganda :
a.
Pengaruh hamil ganda terhadap ibu
:
Diperlukan gizi yang lebih banyak, sehingga tumbuh
kembang janin mencapai cukup bulan, pada hamil muda sering terjadi keluhan yang
lebih hebat, ibu sering cepat lelah, sering terjadi penyulit hamil (hidramnion,
preeklamsia, dan eklamsia), pada saat persalinan dijumpai kesulitan.
b.
Pengaruh hamil ganda terhadap
janin :
Dapat terjadi persalinan prematuritas, dapat
terjadi janin dengan anemia atau BBLR, setelah persalinan anak pertama dapat
terjadi pelepasan plasenta sebelum waktunya dan membahayakan janin ke dua.
3)
Kehamilan Dengan Perdarahan
Perdarahan
pada kehamilan memberikan dampak yang membahayakan ibu dan janin dalam
kandungan. Perdarahan yang dapat membahayakan dan berhubungan dengan trimester
ketiga adalah mengalami perdarahan plasenta previa, perdarahan solusio
plasenta, perdarahan dari pecahnya sinus marginalis dan perdarahan dari
pecahnya vasa previa.
4)
Kehamilan Dengan Ketuban Pecah
Dini
Pecahnya selaput
janin memberikan pertanda bahaya dan memberi kesempatan infeksi langsung pada
janin. Disamping itu, gerak janin makin terbatas, sehingga pada kehamilan kecil
mungkin dapat terjadi deformitas. Oleh karena itu bila berhadapan dengan
kehamilan dengan mengeluarkan air apalagi belum cukup bulan harus segera datang
kerumah sakit dengan fasilitas yang memadai.
5)
Kehamilan dengan kematian janin
dalam rahim
Penyebab
kematian janin dalam rahim:
a.
kehamilan diatas umur hamil 36
minggu pada ibu dengan diabetes melitus
b.
mungkin terjadi lilitan tali pusat yang
mematikan
c.
terjadi simbol tali pusat
d.
gangguan nutrisi menjelang
kehamilan cukup bulan
e.
kehamilan dengan perdarahan
f.
kehamilan lewat waktu lebih dari
14 hari
6)
Kehamilan Lewat Waktu Persalinan
(Senotinus)
Beberapa kerugian
dan bahaya kehamilan lewat waktu:
a.
Janin yang kekurangan nutrisi dan
oksigen, akan mengalami pengrusakan diri sendiri, dengan metabolisme jaringan
lemak bawah kulit sehingga tampak tua dan keriput, sebagai gejala janin dengan
hasil lewat waktu
b.
air ketuban yang makin kental,
akan sulit dibersihkan, sehingga dapat menimbulkan gangguan pernafasan saat
kelahirannya.
c.
Bila gangguan terlalu lama dan
berat, janin dapat meninggal dalam rahim
d.
Mungkin plasenta cukup baik
tumbuh kembangnya sehingga dapat memberikan nutrisi cukup dan janin menjadi
lebih besar
e.
Dengan makin besarnya janin dalam
rahim memerlukan tindakan operasi persalinan
f.
Kerugian pada ibu tidak terlalu
besar, kecuali kemungkinan persalinan dengan tindakan operasi seperti induksi
persalinan sampai dengan sesio sesarea
7)
Kehamilan Dengan Preeklamsia Dan
Eklamsia
Gejala
klinik preeklamsia ringan :
a.
tekanan darah sekitar 140/90 atau
kenaikan tekanan darah 30 mmHg untuk sistolik 15 mmHg untuk diastolik dengan
interval pengukuran selama 6 jam
b.
terdapat pengeluaran protein
dalam urin 0,3 gr/literatau kualitatif +1,-+2
c.
edema (bengkak kaki, tangan, atau
lainnya)
d.
kelainan berat badan lebih dari 1
kg/minggu
Gejala
preeklamsi berat (kelanjutan preeklamsia ringan) :
a)
tekanan darah 160/110 mmHg atau
lebih
b)
pengeluaran protein dalam urine
lebih dari sekitar 5 gr/24 jam
c)
terjadi penurunan produksi urin
kurang dari 400 cc/24 jam
d)
terdapat edema paru dan sianosis
dan terasa sesak napas.
e)
Terdapat gejala subjektif (sakit
kepala, gangguan penglihatan, nyeri dibagian daerah perut atas)
e.
Asuhan Keperawatan
1)
Pengkajian
a.
ketidaknyamanan dan status
pernapasan
b.
adanya nyeri
c.
riwayat penyakit
d.
edema
e.
kaji pola seksual
f.
kaji respon penurunan pola tidur
g.
kaji persiapan persalinan,
kelahiran, dan kedatangan bayi baru lahir
2)
Diagnosa Keperawatan dan
Intervensi Keperawatan Trimester III
a.
Kurang pengetahuan berhubungan
dengan kurang pengalaman, kesalahan interpretasi informasi
|
Diagnosa Keperawatan/ Masalah
Kolaborasi
|
Rencana keperawatan
|
|
|
Tujuan dan Kriteria Hasil
|
Intervensi
|
|
|
Kurang
Pengetahuan
Berhubungan dengan : keterbatasan kognitif,
interpretasi terhadap informasi yang salah, kurangnya keinginan untuk mencari
informasi, tidak mengetahui sumber-sumber informasi.
|
NOC:
v Kowlwdge
: disease process
v Kowledge
: health Behavior
Setelah dilakukan
tindakan keperawatan selama …. pasien menunjukkan pengetahuan tentang proses
penyakit dengan kriteria hasil:
v
Pasien dan keluarga menyatakan pemahaman tentang penyakit, kondisi,
prognosis dan program pengobatan
v
Pasien dan keluarga mampu melaksanakan prosedur yang dijelaskan secara
benar
v
Pasien dan keluarga mampu menjelaskan kembali apa yang dijelaskan
perawat/tim kesehatan lainnya
|
NIC :
·
Kaji tingkat pengetahuan pasien dan keluarga
·
Jelaskan patofisiologi dari penyakit dan bagaimana hal ini
berhubungan dengan anatomi dan fisiologi, dengan cara yang tepat.
·
Gambarkan tanda dan gejala yang biasa muncul pada penyakit, dengan
cara yang tepat
·
Gambarkan proses penyakit, dengan cara yang tepat
·
Identifikasi kemungkinan penyebab, dengan cara yang tepat
·
Sediakan informasi pada pasien tentang kondisi, dengan cara yang
tepat
·
Sediakan bagi keluarga informasi tentang kemajuan pasien dengan cara
yang tepat
·
Diskusikan pilihan terapi atau penanganan
·
Dukung pasien untuk mengeksplorasi atau mendapatkan second opinion
dengan cara yang tepat atau diindikasikan
·
Eksplorasi kemungkinan sumber atau dukungan, dengan cara yang tepat
|
b.
Gangguan pola tidur berhubungan
dengan perubahan pada tingkat aktifitas, stres, psikologi, ketidakmampuan untuk
mempertahankan kenyamanan.
|
Diagnosa Keperawatan/ Masalah
Kolaborasi
|
Rencana keperawatan
|
|
|
Tujuan dan Kriteria Hasil
|
Intervensi
|
|
|
Gangguan pola tidur berhubungan dengan:
-
Psikologis : usia tua, kecemasan, agen biokimia, suhu tubuh, pola
aktivitas, depresi, kelelahan, takut, kesendirian.
-
Lingkungan : kelembaban, kurangnya privacy/kontrol tidur, pencahayaan,
medikasi (depresan, stimulan),kebisingan.
Fisiologis : Demam, mual,
posisi, urgensi urin.
|
NOC:
v Anxiety
Control
v Comfort
Level
v Pain
Level
v Rest
: Extent and Pattern
v Sleep
: Extent ang Pattern
Setelah dilakukan
tindakan keperawatan selama …. gangguan pola tidur pasien teratasi dengan kriteria hasil:
v
Jumlah jam tidur dalam batas normal
v
Pola tidur,kualitas dalam batas normal
v
Perasaan fresh sesudah tidur/istirahat
v
Mampu mengidentifikasi hal-hal yang meningkatkan tidur
|
NIC :
Sleep Enhancement
-
Determinasi efek-efek medikasi terhadap pola tidur
-
Jelaskan pentingnya tidur yang adekuat
-
Fasilitasi untuk mempertahankan aktivitas sebelum tidur (membaca)
-
Ciptakan lingkungan yang nyaman
-
Kolaburasi pemberian obat tidur
|
H.
PENGATURAN NUTRISI IBU DAN
JANIN
1. Pengertian status gizi
Status gizi adalah ukuran keberhasilan dalam pemenuhan
nutrisi untuk anak yang diindikasikan oleh berat badan dan tinggi badan anak.
Status gizi juga didefinisikan sebagai status
kesehatan yang dihasilkan oleh keseimbangan antara kebutuhan dan masukan
nutrient. Penelitian status gizi merupakan pengukuran yang didasarkan pada data
antropometri serta biokimia dan riwayat diit (Beck. 2000:1).
2. Manfaat Nutrisi
a. Nutrisi untuk pertumbuhan.
Dengan makanan bergizi, tubuh manusia tumbuh dan
dipelihara. Semua organ tubuh dapat berfungsi dengan baik. Bagian tubuh yang
rusak diganti. Kulit dan rambut terus berganti, sel – sel tubuh terus
bertumbuh. Sel-sel tubuh memasak dan mengolah zat makanan yang masak agar zat
makanan dapat dipakai untuk pekerjaan tubuh
b. Makanan sebagai suku cadang.
Dengan makanan bergizi, tubuh manusia tumbuh dan
dipelihara. Semua organ tubuh dapat berfungsi dengan baik. Bagian tubuh yang
rusak diganti. Kulit dan rambut terus berganti, sel – sel tubuh terus
bertumbuh. Sel-sel tubuh memasak dan mengolah zat makanan yang masak agar zat
makanan dapat dipakai untuk pekerjaan tubuh. Untuk itu, setelah sakit kita
perlu banyak makan makanan bergizi. Begitu juga untuk yang menjalani operasi
atau yang baru melahirkan.
c. Makanan sebagai bensin tubuh.
Makanan juga dibutuhkan untuk melakukan kegiatan
sehari-hari seperti mandi, menyapu, juga berkebun. Dalam keadaan tidurpun tubuh
tetap membutuhkan tenaga untuk bernafas, degup jantung, serta tenaga memasak
zat makanan dan memakainya. Namun, makanan perlu diatur agar sesuai dengan
kebutuhan tubuh. Jumlahnya harus memadai, dan mutunya sesuai dengan kebutuhan sehari-hari
(Nadesul, 1995 : 68).
3. Cara Pengukuran Status Gizi
Kenaikan berat badan ibu hamil secara tepat tidak
diketahui. Hal ini diketahui bahwa kenaikan berat badan ibu selama kehamilan
memberikan kontribusi yang sangat penting bagi proses dan output persalinan.
Peningkatan berat badan yang adekuat akan memperkecil terjadinya resiko
terjadinya persalinan small gestational age (SGA) atau preterm.Kebutuhan
peningkatan berat badan untuk setiap wanita berbeda-beda. Faktor yang
mempengaruhi besarnya kebutuhan berat badan ditentukan oleh tinggi badan dan
berat badan, apakah wanita tersebut memiliki berat badan normal, kurang atau
lebih sebelum kehamilan. Metode yang biasa digunakan dalam menentukan kondisi
berat badan dan tinggi badan adalah body mass index (BMI). Formula ini
digunakan untuk menghitung BMI adalah
BMI = Berat/Tinggi2
a. Kurang dari 19,8 adalah berat
kurang atau rendah
b. 19,8 sampai dengan 26,0 normal
c. 26,0 sampai dengan 29 adalah berat
lebih atau tinggi
d. Lebih dari 29 obesitas.
Wanita dengan kategori rendah, peningkatan berat badan
idealnya saat hamil adalah 12,5 sampai dengan 18 kg. Sedangkan untuk wanita
dengan BMI normal, peningkatan berat badan idealnya pada saat hamil adalah 11,5
sampai dengan 16 kg dan untuk wanita dengan BMI yang lain, peningkatan berat
badannya antara 7 sampai dengan 11,5. Remaja disarankan untuk meningkatkan
berat badannya lebih dari porsi yang ditetapkan karena ditakutkan jika
mengikuti porsi diatas maka janinnya kecil. Remaja yang mengalami sakit selama
2 – 3 tahun setelah memperoleh haid pertamanya diperkirakan memiliki resiko
tinggi disebabkan oleh permasalahan nutrisi karena telah ditetapkan bahwa ibu
dan janin memliki ketergantungan pada nutrisi.Telah ditemukan bukti bahwa
wanita yang memiliki usia sampai dengan 19 tahun kebutuhan nutrisinya pada saat
kehamilan harus sangat diperhatikan terutama melalui bimbingan. Wanita dengan
tinggi badan kurang dari 157 cm kenaikan berat badannya disarankan mendekati
batas bawah kenaikan berat badan yang direkomendasikan untuk mengurangi
meningkatnya resiko akibat timbulnya komplikasi yang sifatnya mekanis.
Untuk kehamilan kembar pada saat ini belum ditemukan
rekomendasi yang sesuai dengan menggunakan dasar BMI. Pada kehamilan kembar
untuk memperoleh hasil yang terbaik disarankan untuk menaikan berat badan
sebesar 20 kg (Wong, 1997 : 180).
4. Pola Kenaikan berat badan
Kenaikan berat badan memegang peranan penting dalam
kehamilan. Kenaikan berat badan rendah pada awal kehamilan akan menyebabkan
terjadinya SGA pada janin. Kenaikan berat badan yang tidak adekuat pada
setengah akhir kehamilan berdasarkan hasil pengamatan menunjukan terjadinya
kelahiran preterm. Resiko ini ditemukan waupun pada akhir kemilan dicapai
sesuai dengan range yang direkomendasikan.
Kenaikan berat badan optimal tergantung pada tahapan
kehamilan. Pada trimester pertama dan kedua kenaikan berat badan banyak
disebabkan oleh kenaikan organ pendukung kehamilan, sedangkan pada trimester
ketiga yang mempengaruhi kenaikan berat badan adalah pertumbuhan janin. Pada
trimester kenaikan berat badan rata-rata adalah antara 1 sampai dengan 2 kg
pada wanita. Untuk trimester kedua dan ketiga pada wanita dengan berat badan
normal kenaikannya diharapkan 0,4 kg per minggu. Untuk wanita dengan berat
badan lebih, kenaikan berat badannya adalah 0,3 kg dan untuk wanita dengan
berat badan kurang kenaikannya adalah 0,5. Untuk asupan kalori pada trimester
pertama diharpakan tidak ada perubahan dari kebiasaan, pada trimester kedua dan
ketiga asupan kalorinya harus dinaikan sebesar 300 kkal per hari lebih dari
biasanya. Kenaikan ini dapat dicapai dengan mudah melalui asupan susu, yogurt,
atau keju, buah-buahan, sayuran, sereal, nasi atau roti.
Sebuah bagan disusun untuk memonitor perkembangan kenaikan
berat badan selama kehamilan untuk wanita dengan berat badan normal, kurang
atau lebih. Kenaikan berat badan dicatakan sesuai dengan hasil pengukuran.
Setiap ibu hamil diharapkan dapat mengerti pola peningkatan berat badan dan
kenaikan berat badan yang direkomendasikan. Untuk meningkatkan pengendalian
kenaikan berat badan sangath membutuhkan peran ibu hamil sendiri dalam memantau
kenaikan berat badannya danb berusaha memenuhi kenaikan berat badan sesuai
dengan yang direkomendasikan oleh BMI.
Kenaikan berat badan yang tidak adekuat (kurang dari 1
kg perbulan untuk wanita normal, 0,5 kg perhari untuk wanita dengan berat badan
kurang) atau kenaikan berat badan berlebih (3 kg / bulan) harus segera
memperoleh perhatian. Kemungkinan penyimpangan dari berat yang direkomendasikan
diantaranya adalah kesalahan pengukuran, kesalahan pencatatan, pengaruh berat
pakaian, dan terjadinya akumulasi cairan. Kenaikan berat badan yang terlalu
tinggi disebabkan oleh akumulasi cairan, kenaikannya lebih dari 3 kg perbulan, terutama
setelah 21 minggu usia kehamilan, dan dapat menyebabkan terjadinya hipertensi
(Wong, 1997 : 180). Penelitian yang dilakukan oleh Yudomustopo (2007)
menunjukkan adanya hubungan antara hipertensi dengan terjadinya persalinan
preterm, dimana pada 68% ibu yang menderita hipertensi, mengalami persalinan
preterm.
5. Gizi pada Ibu Hamil
Agar
perkembangan janin berjalan dengan baik, dan ibu
hamil dapat menjalani hari-hari kehamilannya dengan sehat, makan konsumsi ibu
hamil harus mengandung gizi sebagai berikut:
a. Kalori
Selama
kehamilan konsumsi kalori haruslah bertambah dikisaran 300-400 kkal perharinya.
Kalori yang di dapat haruslah berasal dari sumber makanan yang bervariasi,
dimana pola makan 4 sehat 5 sempurna harus sebagai acuannya. Baiknya, 55%
kalori di peroleh dari umbi-umbian serta nasi sebagi sumber karbohidrat, lemak
baik nabati maupun hewani sebanyak 35%, 10% dari protein dan sayuran serta
buahan bisa melengkapi.
b. Asama
Folat.
Janin
sangat membutuhkan asam folat dalam jumlah banyak guna pembentukan sel dan
sistem syaraf. Selama trimester pertama janin akan membutuhkan tambahan asam
folat sebanyak 400 mikrogram per harinya. Jika janin mengalami kekurangan akan
asam folat, maka hal ini akan membuat perkembangan janin menjadi tidak sempurna
dan dapat membuat janin terlahir dengan kelainan seperti mengalami anenchephaly
(tanpa batok kepala), mengalami bibir sumbing dan menderita spina bifda
(kondisi dimana tulang belakang tidak tersambung). Asam folat yang bisa di
dapat pada buah-buahan, beras merah dan sayuran hijau.
c. Protein
Selain
menjadi sumber bagi kalori dan zat pembangun, pembentukan darah dan sel
merupakan salah satu fungsi protein. Protein dibutuhkan oleh ibu hamil dengan
jumlah sekitar 60 gram setiap harinya atau 10 gram lebih banyak dari biasanya.
Protein bisa didapatkan dari kacang-kacangan, tempe, putih telur, daging dan
tahu.
d. Kalsium
Berfungsi
dalam pertumbuhan dan pembentukan gigi dan tulang janin. Dengan ada kalsium
yang cukup selama kehamilan, ibu hamil dapat terhindar dari penyakit
osteoporosis. Kenapa hal ini bisa terjadi? karena jika ibu hamil tidak memiliki
kalsium yang cukup, maka kebutuhan janin akan kalsium akan diambil dari tulang
ibunya. Susu dan produk olahan lainnya merupakan sumber kalsium yang baik,
selain kalsium, susu memiliki kandungan vitamin lain yang dibutuhkan ibu hamil,
seerti vitamin A, Vitamin D, Vitamin B2 vitamin B3 dan vitamin C. Selain dari
susu, kacang-kacangan dan sayuran hijau merupakan sumber kalsium yang baik
juga.
e.
Zat Besi.
Berfungsi
di dalam pembentukan darah terutama membentuk sel darah merah hemoglobin dan
mengurangi resiko ibu hamil terkena anemia. Zat besi akan diperlukan pada saat
kehamilan memasuki usia 20 minggu. Kebutuhan akan zat besi sebanyak 30 mg per
harinya. Zat besi dapat diperoleh pada hati, daging atau ikan.
f. Vitamin C
Tubuh
ibu hamil memerlukan vitamin C guna menyerap zat besi. Selain itu vitamin C
sangat baik guna kesehatan gusi dan gigi. Fungsi lain dari vitamin C adalah
melindungi jaringan dari organ tubuh dari bberbagai macam kerusakan serta
memberikan otak berupa sinyal kimia, hal terjadi karena vitamin C banyak
mengandung antioksidan.
g. Vitamin D
Dapat
meneyerap kalsium sehingga sangat bermanfaat dalam pembentukan dan pertumbuhan
tulang bayi. Vitamin D dapat di dapat dari sumber makanan, susu, kuning telur
atau hati ikan.
h. Vitamin A
Sangat
bermanfaat bagi pemeliharaan fungsi mata, pertumbuhan tulang dan kulit. Selain
itu vitamin A juga berfungsi sebagai imunitas dan pertumbuhan janin. Namun
meskiun vitamin A sangat dibutuhkan oleh ibu hamil, namun jangan samapi
berlebih dalam mengkonsumsinya, karena jika ibu hamil mengalami kelebihan
vitamin A hal ini dapat membuat janin terganggu pertumbuhannya.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Kehamilan adalah pertumbuhan dan
perkembangan janin intrauterin mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai
permulaan persalinan. Kehamilan matur berlangsung ± 40 minggu dan tidak boleh lebih
dari 42 minggu (Wiknjosastro, 1996).
Proses fisiologis dari kehamilan
meliputi:
1. Ovulasi
2.
Spermatozoa
3.
Proses nidasi atau implantasi
4.
Konsepsi
B.
SARAN
Dengan
selesainya makalah ini disusun, penulis berharap pembaca dapat mempelajari dan
memahami tentang gangguan sistem perkemihan batu ginjal. Penulis juga
mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun, sehingga penulis dapat
menjadi lebih baik untuk masa yang akan datang dalam penyusunan makalah.