Selasa, 16 April 2013

konsep kehamilan



BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intrauterin mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan. Kehamilan matur berlangsung  ± 40 minggu dan tidak boleh lebih dari 42 minggu (Wiknjosastro, 1996).
Menurut Federasi Obstertri dan Ginekologi Internasional, kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 10 bulan lunar atau 9 bulan menurut kalender internasional. Kehamilan terbagi dalam tiga trimester, dimana trimester kesatu berlangsung dalam 12 minggu, trimester kedua 15 minggu (minggu ke-1 hingga ke-27) dan trimester ketiga 13 minggu (minggu ke-28 hingga 40)
Kehamilan terbagi dalam tiga trimester. Trimester pertama adalah 12 minggu sejak hari pertama wanita terakhir menstruasi. Bagi kebanyakan calon ibu, ini adalah masa-masa yang menggembirakan, mendebarkan, sekaligus penuh keingintahuan. Begitu banyak perubahan pada diri calon ibu sejak terjadinya konsepsi: janin berkembang pesat dan tubuh sang ibu juga mulai menyesuaikan diri dengan kehamilan.
Mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil dan bersalin adalah masalah besar dinegara berkembang dan dinegara miskin. Sekitar 25 – 50% kematian wanita usia subur disebabkan hal yang berkaitan dengan kehamilan. World Heath Organization (WHO) memperkirakan lebih dari 585 000 ibu pertahunnya meninggal saat hamil atau bersalin. Di Asia selatan wanita berkemungkinan 1 : 18 meninggal akibat kehamilan / persalinan selama kehidupan, Negara afrika 1 : 14 sedangkan di Amerika Utara 1 : 6,366. Lebih dari 50% kematian di Negara berkembang sebenarnya dapat di cegah dengan tehnologi yang ada serta biaya relatif rendah.
Penyebab langsung kematian ibu di Indonesia adalah perdarahan, infeksi dan eklamsi. Sekitar 5% kematian ibu disebabkan oleh penyakit yang memburuk akibat kehamilan, misalnya penyakit jantung dan infeksi kronis. Selain itu keadaan ibu sejak prahamil dapat berpengaruh terhadap kehamilannya. Hal ini disebabkan rendahnya pengetahuan ibu tentang kehamilan. Penyebab tak langsung kematian ibu antara lain adalah : anemia, Kekurangan Energi Kronik (KEK) dan keadaan “4 terlalu” (terlalu muda/ tua, sering dan banyak. Kematian ibu di Indonesia diwarnai oleh hal hal non teknis yang masuk katagori penyebab mendasar seperti : rendahnya status wanita, ketidak berdayaannya dan taraf pendidikan yang rendah.
Menurut Nell, ibu primigravida adalah seorang wanita yang pertama kali hamil. Selanjutnya menurut Sastrowinoto bahwa kehamilan terjadi kalau ada pertemuan dan pertemuan antara sel telur (ovum) dan sel mani (spermatozoa). Arti hamil atau kehamilan adalah suatu keadaan dalam seseorang wanita mengandung sel telur dibuahi oleh sperma, sebagian tubuh ibu hamil tersebut mengadakan keseimbangan untuk menyesuaikan diri dengan adanya individu tersebut. Kehamilan pertama merupakan pengalaman baru yang dapat menjadi faktor yang menimbulkan stres bagi suami istri. Beberapa stressor ada yang dapat diduga dam ada yang tidak dapat diduga atau tidak terantisipasi misalnya komplikasi persalinan. Persulitan menurut adaptasi fisika, psikologis dan sosial dari kedua pasangan .

B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Masalah
a.       Kenapa Ny. Lovia merasa lemah dan pusing?
b.      Apa hubungannya asupan diet yang buruk dengan gangguan dia sekarang?
c.       Kenapa konjungtiva palpebra tampak pucat?
d.      Kenapa hasil pemeriksaan labor darah ditemukan anemia monositik hipokrom?
e.       Kenapa Ny. Lovia mual dan nyeri payudara?
f.       Apa hubungannya riwayat aborsi dengan penyakitnya sekarang?
2.      Jawaban
a.       Karena dia mengalami anemia monositik hipokrom
b.      Ada, karena klien mengalami anemia difisiensi zat besi
c.       Karena darah tidak sampai ke seluruh tubuh Hb (-) sehingga oksigen tidak terpenuhi
d.      Karena kekurangan zat besi
e.       Karena terjadi peningkatan hormone HCG dan kekurangan darah mengakibatkan gangguan perfusi pada gastrointestinal.
Hormone prolaktin yang terstimulasi untuk aktif bekerja menghasilkan ASI (ketidakseimbangan hormone)
f.       Tidak ada hubungannya
g.      Proses kehamilan, fisiologis kehamilan

C.    TUJUAN PEMBELAJARAN
1.      Proses terjadinya kehamilan, proses konsepsi dan terbentuknya plasenta
2.      Tanda gejala kehamilan
3.      Perubahan anatomi fisiologi kehamilan pada multipara dan nulipara
4.      Menentukan umur kehamilan dan perkiraan lahir
5.      Adaptasi fisiologis dan psikologis ibu hamil da ayah
6.      Pertumbuhan dan perkembangan janin per semester dan faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang janin
7.      Askep semasa kehamilan trismester 1,2,3 tanpa resiko
8.      Pengaturan Nutrisi Ibu Dan Janin











SKENARIO
Scenario 2
            Mrs. Lovia, a pregnant woman (34 years old) come to the public health center with complains malaise and dizzy. She is G2P0A1H0 and 20 weeks gestational age. In this pregnancy, she experience poor ditary intake. She is a housewife and his husband only a mechanics. They are a very poor family. The youngest child age is 2 years old, she was adoption from orphanage. In the examination findings: height=155 cm, weight 50 kg, blood pressure=100/60 mmHg, pulse=96x/m, rr=20x/m, t=37oC. palpebral conjunctival looked pale. External obstectric examination:normal presentation FHR 14x/m, there is uterine contration laboratory examination: Hb 9,5 g/dl, peripheral blood smear: hyphocromic monocytic anemia. She also feels nauseous, sometimes shave vomiting and breat tenderness. She had history of unsafe abortion with attendant 7 monts ago. This is her first and unwanted pregnancy. You act as a doctor in the hospital and be pleased to analuze this case.











BAB II
PEMBAHASAN

A.    PROSES TERJADINYA KEHAMILAN, PROSES KONSEPSI DAN TERBENTUKNYA PLASENTA
1.      Proses kehamilan
Proses kehamilan merupakan mata rantai yang berkesinambungan dan terdiri dari:
1)      Ovulasi
Adalah proses pelepasan ovum yang dipengaruhi oleh system hormonal yang kompleks.
Jumlah oogonium pada wanita:
·         Bayi baru lahir             : 750.000
·         Umur 6-15 tahun         : 439.000
·         Umur 16-25 tahun       : 159.000
·         Umur 26-35 tahun       : 59.000
·         Umur 35-45 tahun       : 34.000
·         Menopause                  : menghilang
Selama masa subur yang berlangsung 20 sampai 35 tahun banya 420 buah ovum yang dapat mengikuti proses pematangan dan terjadi ovulasi.
a.       Proses pertumbuhan ovum (oogenesis)
Epitel germinal-oogenium-folikel primer-proses pematangan pertama
b.      Dengan pengaruh FSH, folikel primer mengalami perubahan menjadi folikel de graaf yang menuju ke permukaan ovarium disertai pembentukan cairan liquor folikuli.
c.       Desakan folikel de graaf ke permukaan ovarium menyebabkan penipisan dan disertai devaskularisasi.
d.      Selama pertumbuhan menjadi folikel de graaf ovarium mengeluarkan hormone estrogen yang dapat memepengaruhi:
·         Gerak dari tuba yang makin mendekati ovarium
·         Gerak sel rambut lumen tuba makin tinggi
·         Peristaltic tuba makin aktif
Ketiga factor ini menyebabkan aliran cairan dalam tuba makin deras menuju uterus.
e.       Dengan pengaruh LH yang semakin besar dan fluktuasi yang mendadak, terjadi proses pelepasan ovum yang disebut ovulasi.
f.       Dengan gerak aktif tuba yang mempunyai umbai (fimbriae) maka ovum yang telah dilepaskan segera ditangkap oleh fimbriae tuba. Proses penangkapan ini disebut ovum pick up mechanism.
g.      Ovum yang tertangkap terus berjalan mengikuti tuba menuju uterus, dalam bentuk pematangan pertama, artinya telah siap untuk dibuahi.
2)      Spermatozoa
Proses pembentukan spermatozoa merupakan proses yang kompleks.
a.       Spermatogonium berasal dari sel primitive tubulus
b.      Menjadi spermatosit pertama
c.       Menjadi spermatosit kedua
d.      Menjadi spermatid
e.       Akhirnya spermatozoa
Pertumbuhan spermatozoa dipengaruhi mata rantai hormonal yang kompleks dari pancaindra, hipotalamus, hipofisis dan sel interstitial Leydig sehingga spermatogonium dpat mengalami proses mitosis. Pada setiap hubungan seks ditumpahkan sekitar 3 cc sperma yang mengandung 40 sampai 60 juta spermatozoa setiap cc.
Bentuk spermatozoa seperti cebong yang terdiri atas:
a.       Kepala: lonjong sedikit gepeng yang mengandung inti
b.      Leher: penghubung antara kepala dan ekor
c.       Ekor: panjang sekitar 10 kali kepala, mengandug energy sehingga dapat bergerak
Sebagian spermatozoa mengalami kematian dan hanya beberapa ratus yang dapat mencapai tuba fallopi. Spermatozoa yang masuk kedalam alat genitalia wanita dapat hidup selama tiga hari, sehingga cukup waktu untuk mengadakan konsepsi.
3)      Konsepsi
Pertemuan inti ovum dengan inti spermatozoa disebut konsepsi. Atau fertilisasi dan membentuk zigot. Proses konsepsi dapat berlangsung sebagai berikut:
a.       Ovum yang dilepaskan dalam ovulasi, diliputi oleh korona radiata, yang mengandung persediaan nutrisi.
b.      Pada ovum dijumpai int dalam bneutk metaphase di tengah sitoplasma yang disebut vitellus
c.       Dalam perjalanan korona radiate makin berkurang pada zona pelusida. Nutrisi dialirkan ke dalam vitellus, melalui saluran pada zona pelusida.
d.      Konsepsi terjadi pada pars ampularis tuba:
·         Tempat yang paling luas
·         Dindingnya penuh jonjot, tertutup sel yang mempunyai silia
·         Ovum mempunyai waktu terlama dalam ampula tuba
e.       Ovum siap dibuahi setelah 12 jam dan hidup selama 48 jam
·         Spermatozoa ditumpahkan, masuk melalui kanalis servikalis dengan kekuatan sendiri
·         Dalam kavum uteri terjadi proses kapasitasi, yaitu pelepasan sebagian dari “liproteinnya” sehingga mampu mengadakan fertilisasi
·         Spermatozoa melanjutkan perjalanan menuju tuba
·         Spermatozoa akan mengilingi ovum yang telah siap dibuahi serta mengikis korona radiate dan zona pelusida dengan proses enzimatik:fialuronidase
·         Melalui “stomata” spermatozoa memasuki ovum
·         Setelah kepala spermatozoa masuk ke dalam ovum, ekornya lepas dan tertinggal di luar
·         Kedua inti ovum dan inti spermatozoa bertemu dengan membentuk zigot.
4)      Proses nidasi atau implantasi
Dengan masuknya inti spermatozoa ke dalam sitoplasma “vitellus” membangkitkan kembali pembelahan dalam inti ovum yang dalam keadaan “metaphase”. proses pemecahan dan pematangan mengikuti bentuk anaphase dan “telofase” sehingga pronukleus-nya menjadi “haploid”. Pronukleus spermatozoa dalam keadaan haploid saling mendekati dengan inti ovum yang kini haploid dan bertemu dalam pasangan pembawa tanda dari pihak pria maupun wanita. Pada manusia terdapat 46 kromosom dengan rincian 44 dalam bentuk “otosom” sedangkan lainnya sebagai pembawa tanda seks. Wanita selalu resesip dengan tanda seks “kromosom”. Laki-laki dengan dua bentuk kromosom seks yaitu kromosom X dan kromosom Y. bila spermatozoa kromosom X bertemu terjadi jenis kelamin wanita sedangkan bila kromosom seks Y bertemu terjadi jenis kelamin laki-laki. Itulah sebabnya pihak wanita tidak dapat disalahkan dengan jenis kelamin bayinya yang lahir karena yang menentukan jenis kelamin adalah pihak suami.
Setelah pertemuan kedua inti ovum dan spermatozoa terbentuk zigot yang dalam beberapa jam telah mampu membelah dirinya menjadi dua dan seterusnya. Berbarengan dengan pembelahan inti, hasil konsepsi terus berjalan menuju uterus. Hasil pembelahan sel memenuhi seluruh ruangan dalam ovum yang besarnya 100 MU tau 0,1 mm dan disebut stadia morula.
Selama pembelahan sel di bagian dalam, terjadi pembentukan sel di bagian luar morula yang kemungkinan berasal dari koruna radiate yang menjadi sel trofoblas. Sel trofoblas dalam pertumbuhannya, mampu mengeluarkan hormone korionik gonadotropin, yang mempertahankan korpus luteum gravidarum.
Pembelahan berjalan terus dan di dalam morula terjadi ruangan yang mengandung cairan yang disebut “blastulla”. Perkembangan dan pertumbuhan berjalan, blastula dengan villi korealisnya yang dilapisi sel trofoblas telah siap untuk mengadakan nidasi, sementara itu fase sekresi endometrium telah makin gembur dan makin banyak mengandung glikogen yang disebut desidua.
Sel trofoblas yang meiputi “primer vli korealis” melakukan destruksi enzimatik-proteolitik, sehingga dapat menanamkan diri di dalam endometrium. Proses penanaman blastula disebut nidasi atau implantasi terjadi pada hari ke 6 sampai 7 setelah konsepsi.
Pada saat tertanannya blastula ke dalam endometrium, mungkin akan terjadi perdarahan yang disebut Hartman.
2.      Terbentuknya plasenta
Plasenta berbentuk bundar dengan ukuran 15 cmx20 cm dengan tebal 2,5-2 cm. berat 500 gr. Tali pusat yang menghubungkan plasenta panjangnya 25-60 cm.
Nidasi atau implantasi terjadi pada bagian fundus uteri di dinding depan atau belakang. Pada blastula penyebaran sel trofoblas yang tumbuh kembang tidak rata. Sehingga bagian blastula dengan inner cell mass akan tertanam ke dalam endometrium. Sel trofoblas mendestruksi endometrium sampi terjadi pembentukan plasenta yang berasal dari primer vili korealis.
Terjadinya nidasi (implantasi) mendoorng sel blastula mengadakan deferensiasi. Sel yang dekat ruangan eksoselom membentuk “entoderm” dan yolk sac (kantong yolk) sedangkan sel lain membentuk “ectoderm” dan ruangan amnion. Plat embrio (embryonal plate) terbentuk di antara dua ruang yaitu ruang amnion dan kantung yolk. Plat embrio terdiri diri unsure ectoderm, entoderm dan meroderm.ruangan amnion dengan cepat mendekati korion sehingga jaringan yang terdapat antara amnion dan embrio padat dan berkembang menjadi tali pusat.
Pada permulaan kantung yolk berfungsi sebagai pembentuk darah bersama dengan hepar, limfa, dan sumsum tulang. Pada minggu kedua sampai ketiga terbentuk bakal jantung dengan pembuluh darahnya yang meuju body stalk (bakal tali pusat). Jantung bayi mulai dapat dideteksi pada minggu ke 6 sampai 8 deengan mempergunakan ultrasnografi atau system Doppler.
Pembuluh darah pada body stlak terdiri dari arteri umbikalis dan vena umbikalis. Cabng arteri dan vena umbikalis masuk ke vili korealis sehingga dapat melakukan pertukaran nutrisi dan sekaligus membuang hasil metabolisme yang tidak diperlukan.
Dengan berbagai bentuk implantasi (nidasi) dimana posisi plat embrio berada, akan dijumpai berbagai variasi dari insersio tali pusat, yaitu insersio sentralis, parasentralis, marginalis atau insersio vilamentosa.
Vili korealis menghancurkan desidua sampai pembuluh darah, mulai dengan pembuluh darah vena pada hari ke 10 sampai 11 setelah konsepsi, sehingga seja saat itu embrio mendapat tambahan nutrisi dari darah ibu secara langsung. Sleanjutnya vili korealis mengahncurkan pembuluh darah arteri sehingga terjadilah aliran darah pertama reptroplasenter pada hari ke 14 sampai 15 setelah konsepsi.
Bagian desidua yang tidak dihancurkan membagi plasenta menjadi sekita 15-20 kotiledon maternal, sedangkan dari sudut fetus, maka plasenta akan dibagi menjadi 200 kotiledon fetus. Setiap kotiledon fetus terus bercabang dan mengambang di tengah aliran darah untuk menunaikan fungsinya memberikan nutrisi, pertumbuhan dan perekmbangan janin dalam rahim ibu.
Darah ibu dan darah janin tidak berhubungan langsung dengan pars basalis desidua, tetaoi tidak sampai menembusnya, hubungan vili korealis dengan lapisan desidua tersebut dibatasi dengan jaringan fibrotic yang disebut lapisan nitabusch. Melalui lapisan ini plasenta dilepaskan pada persalinan kala ketiga (kala uri).
Dengan terjadinya nidasi maka desidua terbagi menjadi desidua basalis yang berhadapan dengan koreon frondusum yang berkembang menjadi plasenta, desidua kapsularis yang menutupi hasil konsepsi, desidua yang berlawanan dengan desidua kapsularis disebut desidua parietalis, kelanjutan dari desidua kapsularis dan desidua parietalis disebut desidua reflexa. Vili korealisyang tumbuhnya ridak subur disebut koreon leaf.
Fungsi plasenta dapat dijabarkan sebagai berikut:
a.       Sebagai alat nutritive untuk mendapatkan bahan yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin
b.      Sebagai alat pembuangan sisa metabolism
c.       Sebagai alat pernafasan dimana janin mengambil O2 dan membuang CO2
d.      Menghasilkan hormone pertumbuhan dan persiapan pemberian ASI
e.       Sebagai alat penyalur antibody ke tubuh janin
f.       Sebagai barrier atau filter

B.     TANDA GEJALA KEHAMILAN
1.      Tanda-tanda dugaan hamil
a.       Amenorea (terlambat dating bulan)
·         Konsepsi dan nidasi menyebabkan tidak terjadi pembentukan folikel de graaf dan ovulasi
·         Mengetahui tanggal haid terakhir dengan perhitungan rumus Naegle dapat ditentukan perkiraan persalinan.
b.      Mual (nausea) dan muntah (emesis)
·         Pengaruh estrogen dan progesterone terjad pengeluaran asam lambung yang berlebihan
·         Menimbulkan mual da muntah terutama pada pagi hari disebut dengan morning sickness
c.       Ngidam
d.      Sinkope atau pingsan
·         Terjadinya gangguan sirkulasi ke daerah kepala (sentral) menyebabkan iskemia susunan saraf pusat
e.       Payudara tegang
·         Pengaruh estrogen-progesteron dan somatomamotropin menimbulkan deposit lemak, air dan garam pada payudara
·         Payudara membesar dan tegang sehingga ujung saraf tertekan menyebabkan rasa sakit terutama pada hamil pertama
f.       Sering miksi
·         Desakan rahim ke depan menyebabkan kandung kemih cepat terasa penuh dan sering miksi
g.      Konstipasi atau obstipasi
·         Pengaruh progesterone dapat menghambat peristaltic usus menyebabkan keslitan dalam buang air besar.
h.      Pigmentasi kulit
1)      Sekitar pipi: chloasma gravidarum
·         Keluarnya melanophore stimulating hormone hipofisis anterior menyebabkan pigmentasi kulit
2)      Dinding perut
·         Striae lividae
·         Striae nigra
·         Linea alba makin hitam
3)      Sekitar payudara
·         Hiperpigmentasi areola mamae
·         Putting susu semakin menonjol
·         Kelenjar Montgomery menonjolpembuluh dara menifes sekitar payudara
2.      Tanda tidak pasti kehamilan
a.       Rahim membesar, sesuai dengan tuanya hamil
b.      Pada pemeriksaan dapat dijumpai:
·         Tanda Hegar
Konsistensi rahim yang menjadi lunak, terutama daerah isthmus uteri sedemikian lunaknya, sehingga jika kita letakkan 2 jari dalam forniks posterior dan tangan satunya pada dinding perut atas symphyse, maka isthmus ini tidak teraba seolah-olah corpus uteri sama sekali terpisah dari cerviks
·         Tanda Piscaseck 
Uterus membesar ke salah satu jurusan hingga menonjol jelas ke jurusan pembesaran tersebut.
·         Tanda Chadwicks 
Warna selaput lendir vulva dan vagina menjadi ungu atau merah muda
·         Kontraksi Braxton hicks 
Pada saat palpasi atau waktu toucher rahim yang lunak tiba-tiba menjadi keras karena berkontraksi.
·         Teraba Ballottement
Mendekati pertengahan kehamilan, Volume janin masih kecil dibandingkan dengan volume cairan amnionnya. Akibatnya, tekanan mendadak yang dikenakan pada uterus dapat menyebabkan janinnya tenggelam dalam cairan amnion dan kemudian kembali keposisi semula.
c.       Pemeriksaan tes biologis kehamilan positif.
Sebagian kemungkinan positif palsu.
3.      Tanda pasti kehamilan
a.       Gerakan janin dalam rahim
·         Terlihatnya embrio atau kantung kehamilan melalui USG pada 4-6 minggu sesudah pembuahan
·         Terasa gerak janin dalam rahim. pada primigravida bisa dirasakan ketika kehamilan berusia 18 minggu, sedangkan pada multigravida di usia 16 minggu. Terlihat atau teraba gerakan janin dan bagian-bagian janin.
b.      Denyut jantung janin
·         Denyut jantung janin ketika usia kehamilan 10-20 minggu. Didengar dengan stetoskop leanec, alat kardiotokografi, alat dopler, atau dilihat dengan USG
·         Pada pemeriksaan rontgen terlihat adanya rangka janin.

C.    PERUBAHAN ANATOMI FISIOLOGI KEHAMILAN PADA MULTIPARA DAN NULIPARA
1.      Pengertian paritas/partus
Paritas adalah banyaknya kelahiran hidup yang dipunyai oleh seorang wanita (BKKBN, 2006). Menurut Prawirohardjo (2009), paritas dapat dibedakan menjadi primipara, multipara dan grandemultipara.
2.      Klasifikasi Paritas
a.       Primipara
Primipara adalah wanita yang telah melahirkan seorang anak, yang cukup besar untuk hidup di dunia luar (Varney, 2006).
b.      Multipara
Multipara adalah wanita yang telah melahirkan seorang anak lebih dari satu kali (Prawirohardjo, 2009)
Menurut Sumarah,dkk 2009 dalam bukunya mengenai perisapan dan perawatan pada ibu multipara adalah pada tahap kehamilan bahwa semua wanita akan menyadari keharusan untuk melahirkan, sehingga pada sat persalinan diperlukan informasi tentang perawatan persalinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu multipara lebih santai dan rileks dibanding dengan ibu primipara untuk menyambut proses kelahirannya.
Pengalaman melahirkan sebelumnya merupakan hal yang penting bagi ibu multipara yang akan melahirkan. Setiap wanita memiliki pengalaman melahirkan tersendiri. Pengalaman tersebut bisa bersifat positif dan juga negatifl, dan pada akhirnya dapat menimbulkan efek persiapan dan perawatan persalinan. Pengalaman yang tidak memuaskan tentang kelahiran sebelumnya dapat menyebabkan citra diri negatif pada ibu yang akaan melahirkan.
c.       Grandemultipara
Grandemultipara adalah wanita yang telah melahirkan 5 orang anak atau lebih dan biasanya mengalami penyulit dalam kehamilan dan persalinan (Manuaba, 2008).
d.      Menurut Rustam Mochtar (1998), Nullipara adalah seorang wanita yang belum pernah melahirkan bayi viable.

Perbandingan antara primipara dan multipara:

Primipara
Multipara
Perut
Pusat
Rahim
Payudara

Labia mayora
Hymen
Vagina
Serviks

Pembukaan seviks

Perineum
Tegang
Menonjol
Tegang
Tegang, tegak

Bersatu
Koyak beberapa tempat
Sempit dengan rugae utuh
Licin, lunak, tertutup

Mendatar dulu diikuti pembukaan
Masih utuh
Longgar, terdapat striae
Dapat datar
Agak lunak
Menggantung, agak lunak terdapat striae
Agak terbuka
Karunkula himenalis
Lebar, rugae kurang
Sedikit terbuka, teraba bekas robekan [ersalinan
Membuka bersamaan dengan mendatar
Bekas luka episiotomi

D.    MENENTUKAN UMUR KEHAMILAN DAN PERKIRAAN LAHIR
Usia kehamilan normal
Rata-rata usia kehamilan normal adalah 9 bulan 10 hari terhitung dari hari pertama haid terakhir (2 minggu sebelum pembuahan). Tapi, bisa saja kehamilan ini berlangsung kurang dari 40 minggu (sekitar 38 minggu) atau lebih dari 40 minggu (42 minggu).
Berikut beberapa cara untuk menentukan umur kehamilan dan perkiraan lahir:
1.      Mempergunakan rumus Naegle
Rumus naegle memperhitungkan umur kehamilan berlangsung selama 288 hari. Perhitungan kasarnya dapat dipakai dengan mnentukan hari pertama haid dan ditambah 288 hari, sehingga perkiraa kelahiran dapat diteapkan. Rumus negle dapat dihitung hari haid pertama ditambah tujuh dan bulannya ditambah Sembilan.
Contoh: haid pertama tanggal 15 januari 1993, maka perhitungan perkiraan kelahiran adalah 15+7=22, 1+9=10 sehingga dugaan persalinan adalah 22 oktober 1993.
2.      Gerakan pertama fetus (quickening)
Dengan memperkirakan terjadinya gerakan pertama fetus pada umur hamil 16 minggu, maka perkiraan umur hamil dapat ditetapkan. Perkiraan ini tidak tepat
3.      Perkiraan tingginya fundus uteri
Fundus Uteri adalah nama latin untuk puncak rahim. Puncak rahim yang menonjol di dinding perut dapat diraba oleh dokter dan perabaan tersebut dapat dimulai di dekat tulang kemaluan. Metode perhitungan usia kehamilan ini menghitung berdasarkan jarak antara tulang kemaluan dan puncak rahim. Perhitungan didasarkan pada setiap jarak (dalam cm) yang mewakili usia kehamilan (dalam minggu). Panjang jarak maksimal antara tulang kemaluan dan puncak rahim adalah 36 cm yang berarti 36 minggu. Ini adalah panjang maksimal, karena walaupun janin sudah berusia 38 minggu, selisih jarak antara tulang kemaluan dan puncak rahim tetap sebesar 36 cm.
Umur kehamilan berdasarkan tinggi fundus uteri:
Tinggi fundus uteri
Umur kehamilan
1/3 diatas simfisis
½ simfisis-pusat
2/3 diatas simfisis
Setinggi pusat
1/3 pusat-prosesus xifoideus
Setinggi prosesus xifoideus
Dua jari (4cm) di bawah prosesus xifoideus
12 minggu
16 minggu
20 minggu
28 minggu
34 minggu
36 minggu
40    minggu
Mempergunakan tinggi fundus uteri untuk memperkirakan umur hamil terutama tepat pada hamil pertama. Pada kehamilan kedua dan seterusnya perkiraan ini kurang tepat.
4.      Penentuan umur hamil dengan ultrasonografi
Dengan mengukur bagian janin:
·            Menentukan diameter kantongan gestasi
·            Menentukan jarak kepala-bokong
·            Menentukan jarak tulang biparietal
·            Menentukan lingkaran perut
·            Menentukan panjang tulang femur

E.     ADAPTASI FISIOLOGIS DAN PSIKOLOGIS IBU HAMIL DAN AYAH
1.      Adaptasi fisiologis
Plasenta dalam perkembangannya mengeluarkan hormone somatomamotropin, estrogen dan progesterone yang menyebabkan perubahan pada:
a.             Rahim atau uterus
Rahim yang semula besarnya sejempol atau beratnya 30 gram akan mengalami hipertofi dan hyperplasia. Sehingga menjadi seberat 1000 gram saat akhir kehamilan. Otot rahim mengalami mengalami hyperplasia dan hipertrofi menjadi lebih besar, lunak dan dapat mengikuti pembesaran rahim karena pertumbuhan janin. Terjadi perlunakan isthmus disebut tanda hegar, regangan dinding rahim kerna besarnya pertumbuhan dan perkembangan janin menyebabkan isthmus makin tertarik keatas dan menipis yang disebut segmen bawah rahim (SBR), bentuk rahim yang tidak sama disebut tanda piskacek, estrogen dan progesterone sering terjadi perubahan konsentrasi sehingga progesterone mengalami penurunan dan menimbulkan kontraksi rahim disebut dengan Braxton hicks.
b.         Vagina (liang senggama)
Vagina dan vulva mengalami peningkatan darah karena pengaruh estrogen sehingga tampak makin merah dn kebiru-biruab (tanda chadwicks).
c.          Ovarium (indung telur)
Indung telur yang mengandung korpus luteum gravidarum akan meneruskan fungsinya sampai terbentuknya plasenta yang sempurna pada umur 16 minggu
Kejadian ini tidak lepas dari kemampuan vili korealis yang mengeluarkan hormone korionik gonadotropin yang mirip dengan hormone luteotropik hipofisis anterior.
d.         Payudara
Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan memberikan ASI pada saat laktasi. Perkembangan payudara tidak lepas dari hormone saat kehamilan, yaitu estrogen, progesteron.
Fungsi hormone:
1)      Estrogen:
·         Menimbulkan hipertofi system saluran payudara
·         Menimbulkan penimbunan lemak dan air serta garam sehingga payudara tampak makin membesar
·         Tekanan serat saraf akibat penimbunan lemak, air dan garam menyebabkan rasa sakit pada payudara
2)      Progesterone:
·         Mempersiapkan asinus sehingga dapat berfungsi
·         Menambah jumlah sel asinus
3)      Somatomammotropin:
·         Mempengaruhi sel asinus untuk membuat kasein, laktalbumin dan laktoglobulin
·         Penimbunan lemak sekitar alveolus payudara
·         Merangsang pengeluaran kolostrum pada kehamilan.
Penampakan payudara pada ibu hamil adalah sebagai berikut:
·         Payudara menjadi lebih besar
·         Areola payudara makin hiperpigmentasi-hitam
·         Grandula Montgomery makin tampak
·         Putting susu makin menonjol
·         Pengeluaran ASI belum berlangsung karnea prolaktin belum berfungsi karena hambatan dari PIH (prolaktine inhibiting hormone) untuk mengeluarkan ASI
4)      Sirkulasi darah ibu
Peredaran darah ibu dipengaruhi  beberapa factor, anatara lain:
a.       Meningkatnya kebutuhan sirkulasi darah sehingga dapat memenuhi kebutuhan perkembangan dan pertumbuhan janin dalam rahim
b.      Terjadi hubungan langsung antara arteri dan vena pada sirkulasi retro-plasenter
c.       Pengaruh hormone estrogen dan progesterone makin meningkat
Akibat dari factor dijumpai beberapa perubahan peredaran darah:
a)      Volume darah
Volume darah semakin meningkat dimana jumlah darah lebih besar dari pertumbuhan sel darah, sehingga terjadi semacam pengenceran darah (hemodilusi), dengan puncaknya pada umur hamil 32 minggu. Serum darah (volume darah) bertambah sebesar 25-30% sedangkan sel darah bertambah sekitar 20 %. Curah jantung akan bertambah sekitar 30%.
b)      Sel darah
Sel darah merah makin menigkat jumlahnya untuk dapat mengimangi pertumbuhan janin dan rahim, tetapi pertambahan sel darah darah tidak seimbang dengan peningkatan volume darah sehingga terjadi hemodilusi yang disertai anemia fisiologis. Sel darah putih meningkat hingga 10.000/ml. dengan hemodilusi dan anemia fisiologis maka LED semakin tinggi dan dapat mencapai 4 kali dari angka normal. Protein darah dalam bentuk albumin dan gammaglobulin dapat menurun pada triwulan 1, sedangkan fibrinogen meningkat. Dengan postpartum dengan terjadinya hemokonsentrasi dapat terjadi tromboplebitis.
c)      System respirasi
Terjadi desakan diafragma karena dorongan rahim yang membesar pada umur hamil 32 minggu. Sebagai kompensasi terjadinya desakan rahim dan kebutuhan O2 yang meningkat, ibu hamil akan bernafas lebih dalam sekitar 20-25% dari biasanya.
d)     System pencernaan
Pengaruh estrogen  maka pengeluaran asam lambung meningkat yang dapat menyebabkan:
·         Pengeluaran air liur berlebihan (hipersaliva)
·         Daerah lambung terasa panas
·         Terjadi mual dan sakit/pusing kepala terutama pagi hari.
·         Muntah (emesis gravidarum)
·         Muntah berlebihan (hiperemesis gravidarum)
·         Progesterone menyebabkan gerak usus makin berkurang dan dapat menyebabkan obstipasi.
e)      Traktus urinarius
Karena pengaruh desakan hamil muda dan turunnya kepala bayi saat hamil tua terjadi gangguan miksi dalam bentuk sering kencing. Desakan tersebut menyebabkan kandung kemih cepat terasa penuh. Terjadinya hemodilusi menyebabkan metabolism air makin lancer sehingga pembentukan air senipun akan bertambah. Filtrasi pada glomerulus akan bertambah sekitar 69%-70%.
f)       Perubahan pada kulit
Pada kulit terjadi perubahan deposit pigmen dan hiperpigmentasi karena pengaruh melanophore stimulating hormone lobus hipofisis anterior dan pengaruh kelenjar kelenjar suprarenalis. Hiperpigmentasi ini terjadi pada striae gravidarum livide atau alba, areola mamae, papilla mamae, linea nigra, pipi (choloasma graidarum).
g)      Metabolisme
Perubahan metabolism adalah:
v  Metabolism basal naik sebesar 15%-20% dari semula, terutama pada trismester ketiga
v  Keseimbangan asam basa mengalami penurunan dari 155 mEq per liter menjadi 145 mEq per liter disebabkan hemodulasi darah dan kebutuhan mineral yang dibutuhkan janin
v  Kebutuhan protein akn meningkat. Diperlukan protein tinggi sekitar ½ gr/kg BB atau sebutir ayam sehari
v  Kebutuhan zat mineral untuk ibu hamil: kalsium 1,5 gram/hari 20-40 gram untuk pembentukan tulang janin, fosfor  2 gram/hari, zat besi 800 mgr atau 30-50 mgr/hari
v  Air
v  Berat badan ibu hamil bertambah
Bertambah anatar 6,5-16,5 kg selama hamil, atau mengalami kenaikan berat badan sekitar ½ kg/minggu
2.      Adaptasi  psikologis ibu hamil
a.          Trimester I
Trimester pertama sering dianggap sebagai periode penyesuaian. Penyesuaian yang dilakukan wanita adalah terhadap kenyataan bahwa ia sedang mengandung. Penerimaan tehadap kenyataan ini dan arti bagi semua ini bagi dirinya merupakan tugas psikologis yang paling penting bagi dirinya. Salam trimester ini wanita menjadi ambivalen. Kurang lebih 80% wanita mengalami kekecewaan, penolakan, kecemasan, depresi, dan kesedihan. Akan tetapi bagi wanita terutama mereka yang telah merencanakan kehamilan atau telah berusaha keras untuk hamil, merasa suka cita sekaligus tidak tidak percaya bahwa dirinya telah hamil dan mencari bukti kehamilan pada setiap jengkal tubuhnya.
Hasrat seksual pada trimester pertama sangat bervariasi antara wanita satu dengan wanita yang lain. Meski beberapa wanita mengalami peningkatan hasrat seksual akan tetapi secara umum trimester pertama merupakan waktu terjadinya penurunana libido dan hal ini memerlukan komunikasi yang jujur dan terbuka terhadap pasangannya masing-masing. Banyak wanita merasakan kebutuhan kasih sayang yang besar dan cinta kasih tanpa seks.
b.            Trimester II
Trimester kedua sering di kenal sebagai periode kesehatan yang baik, yakni periode ketika wanita merasa nyaman dan bebas dari segala rasa ketidaknyamanan yang normal yang dialami oleh ibu hamil. Trimester kedua dibagi menjadi dua fase yakni fase pra-queckning dan pasca quickening. Quickening menunjukkan kenyataan adanya kehidupan yang terpisah , yang menjadi dorongan bagi wanita dalam melaksanakan tugas psikologis utamanya pada trimester ini yakni mengembangkan identitas sebagai ibu bagi dirinya sendiri, yang berbeda dari ibunya.
Sebagian besar wanita merasa lebih erotis selama trimester kedua,kurang lebih 80% wanita mengalami kemajuan yang nyata dalam hubungan seksual mereka dibandingkan dengan trimester I dan sebelum hamil. Trimester kedua hamper terbebas  dari segala ketidaknyamanan fisik, dan ukuran perut wanita belum menjadi masalah besar, lubrikasi vagina menjadi semakin banyak pada masa ini, kekemasan, kekhawatiran dan masalah – masalah yang sebelumnya menimbulkan ambivalensi pada wanita tersebut mereda, dan ia telah mengalami perubahan dari seorang menuntut kasih sayang dari ibunya menjadi seorang pencari kasih sayang dari pasangannya, dan semua factor ini turut mempengaruhi peningkatan libido dan kepuasan seksual.
c.             Trimester III
Trimester ketiga ini sering disebut periode penantian dengan penuh kewaspadaan. Ia mulai menyadari kehadiran bayi sebagi makhluk yang terpisah sehingga ia tidak sabar menantikan kelahiran sang bayi. Dan dalam trimester ini merupakan waktu persiapan yang aktif menantikan kelahiran bayinya. Hal ini membuat ia berjaga-jaga dann menunggu tanda dan gejala persalinan.
Sejumlah ketakutan muncul dalam trimester ini yaitu merasa cemas dengan kehidupan bayinya dan dirinya sendiri, seperti : apakah bayinya nanti akan lahir abnormal, terkait dengan persalinan dan pelahiran (nyeri, kehilangan kendali dan hal –hal lain yang tidak diketahui), apakah ia akan menyadari bahwa ia akan bersalin, atau bayinya tidak mampu keluar karena perutnya sudah luar biasa besar, atau apakah organ vitalnya akan mengalami cedera akibat tendangan bayi.
Ia juga mengalami proses duka lain ketika ia mengantisipasi hilangnya perhatiuan dan hakisstimewa khusus lain selama ia hamil, pepisahan antara ia dan bayinya tidk dapat dihindari, dan perasaan kehilangana karena uterusnya yang penuh tiba – tiba akan mengempis dan kosong.
Wanita akan kembali merasakan ketidaknyamanan fisik yang semakin kuat menjelang akhir kehamilan. Ia akan merasa canggung, jelek,berantakan dan memerlukan dukungan yang sangat besar dan konsisten dari pasangannya.  Hasrat untuk melakukan hubungan seksual  akan menghilang seiring dengan membesarnya abdomen yang menjadi penghalang. Alternative possisi dalam berhubungan seksual dan metode alternative  untuk mencapai kepuasan dapat membantu atau dapat menimbulkan perasaan bersalah jika ia merasa tidak nyaman dengan cara- cara tersebut. Berbagi perasaan secara jujur dengan pasngan dan konsultasi mereka dengan tenaga kesehatan khususnya bidan menjadi sangat penting.
3.      Adaptasi Psikologis pada Ayah
Ayah seringkali kelihatan ”standar” sebagai pengamat istrinya hamil. Ia diperlukan waktu konsepsi, membayar biaya, dan menyiapkan penuntun untuk matangnya anak. Sekarang pandangan tersebut telah berubah dan seorang ayah sekarang diharapkan berperan secara penuh merawat, terlibat sebagai ayah, dan pemberi nafkah sebagai respons tekanan masyarakat. Pengaruh dari perubahan feminisme dan tekanan ekonomi menyebabkan lebih banyak perempuan bekerja di luar rumah dan berbagi peran sebagai orang tua. Pada pria terjadi perasaan menolak. Perasaan ini yang tergantung dari banyak faktor, misalnya apakah kehamilan itu direncanakan, bagaimana hubungan laki-laki tersebut dengan istrinya/pasangannya, pengalaman sebelumnya dengan kehamilan, umur, dan kestabilan ekonominya.
Sumber Stres Ayah
Seorang ayah mengalami stres dalam transisi menjadi orang tua, yang disebabkan oleh:
a.       Masalah keuangan.
b.       Kondisi yang tidak diinginkan selama hamil.
c.       Cemas bayinya tidak sehat atau normal.
d.      Khawatir tentang nyeri istrinya melahirkan.
e.       Peran selama melahirkan

Sumber stres yang lain adalah:
a.       Perubahan hubungan dengan istri/ pasangan.
b.      Hilangnya respon seksual.
c.       Perubahan hubungan dengan keluarga atau teman-teman laki-lakinya.
d.      Kemampuan sebagai orang tua.
Peran ayah berkembang sejalan dengan peran ibu. Secara umum, ayah yang stres menyukai anak-anak, senang berperan sebagai ayah, dan senang mengasuh anak, percaya diri dan mampu menjadi ayah, membagi pengalaman tentang kehamilan dan melahirkan dengan pasangannya (Jordan,1990).
Perkembangan pengalaman ayah dibagi sesuai fase-fase dalam kehamilan istrinya.
a.       Trimester I
v  Setelah mengetahui istrinya hamil, ia akan memberi tahu teman-teman dan relasinya kabar gembira tersebut.
v  Sering bingung terhadap perubahan perasaan istrinya, termasuk perubahan tubuhnya. Ia memperhatikan kebutuhan istrinya yang mudah lelah dan menurunnya keinginan hubungan seksual istrinya.
v  Saat ini, anaknya adalah bayi yang ”potensial”. Ayah sering dibayangkan berinteraksi dengan anaknya yang dibayangkan berumur 5 atau 6 tahun, walaupun kehamilan istrinya belum kelihatan (Jordan, 1990)
b.      Trimester II
v  Peran ayah pada saat ini masih samar-samar, tetapi keterbatasannya meningkat dengan melihat dan merasakan gerakan fetus.
v  Ayah menjadi lebih nyaman dengan peran barunya. Dengan melihat anaknya pada USG adalah pengalaman yang penting dalam menerima kenyataan istrinya hamil.
v  Seorang ayah ingin meniru atau membuang perilaku sebagai ayah sesuai keinginannya. Bisa juga timbul konflik pda pasangan tentang bagaimana menjadi ayah. Dalam peran ayah sebagai pencari nafkah yang oleh istrinya ditambah dengan terlibat secara aktif dalam mempersiapkan perawatan anak, maka stresnya akan meningkat. Untuk itu perlu persetujuan bersama pembagian peran (Diemer, 1997). Di satu sisi ibu ingin dominan, di sisi lain ayah ingin lebih banyak menghabiskan waktunya bekerja, melakukan hobinya atau dengan teman-temannya.
c.       Trimester III
Bila pasangan mampu berkomunikasi dengan baik trimester III ini adalah waktu yang khusus dengan gambaran yang jelas tentang perannya, dan mempersiapkan bersama kondisi ke depan.
v  Terlibat dalam kelas bersama, pendidikan kesehatan tentang melahirkan.
v  Persiapan yang nyata untuk kelahiran bayi.
v  Perannya menjadi jelas.
v  Timbul rasa takut.
v  Timbul pertanyaan, menjadi orang tua seperti apa.
v  Dapatkah ia membantu istrinya melahirkan.
v  Apakah mereka akan mempunyai bayiSuka Memuat...

F.     PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN JANIN PER TRISEMESTER DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TUMBUH KEMBANG JANIN
1.      Trismester Pertama
Minggu ke-1
Proses pembentukan antara sperma dan telur yang memberikan informasi kepada tubuh bahwa telah ada calon bayi dalam rahim. Saat ini janin sudah memiliki segala bekal genetik, sebuah kombinasi unik berupa 23 jenis kromosom manusia. 
Sel2 telur yang berada didalam rahim, berbentuk seperti lingkaran sinar yg mengelilingi matahari Sel ini akan bertemu dengan sel2 sperma dan memulai proses pembuahan. sekitar 5 juta sel sperma sekaligus berenang menuju tujuan akhir mereka yaitu menuju sel telur yang bersembunyi pada saluran sel telur. Walaupun pasukan sel sperma ini sangat banyak, tetapi pada akhirnya hanya 1 sel saja yang bisa menembus indung telur.
Minggu ke-2 :
Pembuahan terjadi pada akhir minggu kedua. Sel telur yang telah dibuahi membelah dua 30 jam setelah dibuahi. Sambil terus membelah, sel telur bergerak di dalam lubang falopi menuju rahim. Setelah membelah menjadi 32, sel telur disebut morula.
Sel-sel mulai berkembang dan terbagi kira-kira dua kali sehari sehingga pada hari yang ke-12 jumlahnya telah bertambah dan membantu blastocyst terpaut pada endometrium
Minggu 3:
Sampai usia kehamilan 3 minggu, Anda mungkin belum sadar jika sedang mengandung. Sel telur yang telah membelah menjadi ratusan akan menempel pada dinding rahim disebut blastosit. Ukurannya sangat kecil, berdiameter 0,1-0,2 mm.
Minggu ke-4 :
Hasil Pembuahan mulai  memproduksi hormon kehamilan (Chorionic Gonadotropin - HCG), sehingga apabila Anda melakukan test kehamilan, hasilnya positif.
Minggu ke-5 :
Terbentuk 3 lapisan yaitu ectoderm, mesoderm dan endoderm. Ectoderm adalah lapisan yang paling atas yang akan membentuk system saraf pada janin tersebut yang seterusnya membentuk otak, tulang belakang, kulit serta rambut. Lapisan Mesoderm berada pada lapisan tengah yang akan membentuk organ jantung, buah pinggang, tulang dan organ reproduktif. Lapisan Endoderm yaitu lapisan paling dalam yang akan membentuk usus, hati, pankreas dan pundi kencing.
Minggu ke-6 :
Ukuran embrio rata-rata 2-4 mm yang diukur dari puncak kepala hingga bokong. Tuba saraf sepanjang punggung bayi telah menutup. Meski Anda belum bisa mendengar, jantung bayi mulai berdetak pada minggu ini. Sistem pencernaan dan pernafasan mulai dibentuk, pucuk-pucuk kecil yang akan berkembang menjadi lengan kaki pun mulai tampak
Minggu ke-7 
Akhir minggu ketujuh, panjangnya sekitar 5-13 mm dan beratnya 0,8 gram, kira-kira sebesar biji kacang hijau. Pucuk lengan mulai membelah menjadi bagian bahu dan tangan yang mungil. Jantung telah dibagi menjadi bilik kanan dan bilik kiri, begitu pula dengan saluran udara yang terdapat di dalam paru-paru
Minggu ke 8
Panjang kira-kira 14-20 mm. Banyak perubahan yang terjadi pada bayi Anda. Jika Anda bisa melihat , ujung hidung dan kelopak mata mulai berkembang, begitu pula telinga. Brochi, saluran yang menghubungkan paru-paru dengan tenggorokan, mulai bercabang. Lengan semakin membesar dan ia memiliki siku. Semua ini terjadi hanya dalam 6 minggu setelah pembuahan.
Bayi sudah mulai terbentuk diantaranya pembentukan lubang hidung, bibir, mulut serta lidah. Matanya juga sudah kelihatan berada dibawah membran kulit yang tipis. Anggota tangan serta kaki juga terbentuk walaupun belum sempurna 
Minggu ke-9 :
Telinga bagian luar mulai terbentuk, kaki dan tangan terus berkembang berikut jari kaki dan tangan mulai tampak. Ia mulai bergerak walaupun Anda tak merasakannya. Dengan Doppler, Anda bisa mendengar detak jantungnya. Minggu ini, panjangnya sekitar 22-30 mm dan beratnya sekitar 4 gram.
Minggu ke-10 :
Semua organ penting yang telah terbentuk mulai bekerjasama. Pertumbuhan otak meningkat dengan cepat, hampir 250.000 sel saraf baru diproduksi setiap menit. Ia mulai tampak seperti manusia kecil dengan panjang 32-43 mm dan berat 7 gram.
Minggu ke-11 :
Panjang tubuhnya mencapai sekitar 6,5 cm. Baik rambut, kuku jari tangan dan kakinya mulai tumbuh. Sesekali di usia ini janin sudah menguap.
Gerakan demi gerakan kaki dan tangan, termasuk gerakan menggeliat, meluruskan tubuh dan menundukkan kepala, sudah bisa dirasakan ibu. Bahkan, janin kini sudah bisa mengubah posisinya dengan berputar, memanjang, bergelung, atau malah jumpalitan yang kerap terasa menyakitkan sekaligus memberi sensasi kebahagiaan tersendiri
Minggu ke-12 :
v  Panjang fetus 6-7 cm (crown rump length), dengan berat sekitar 14 gram
v  Pusat pertumbuhan tulang mulai timbul pada seluruh tulang janin
v  Jari-jari dan kaki mulai terbentuk
v  Kulit dan kuku mulai terbentuk
v  Janin mulai bergerak spontan
v  Bentuk wajah bayi lengkap, ada dagu dan hidung kecil. Jari-jari tangan dan kaki yang mungil terpisah penuh. 
v  Akibat meningkatnya volume darah ibu, detak jantung janin bisa jadi meningkat.
v  Mulai proses penyempurnaan seluruh organ tubuh. Bayi membesar beberapa millimeter setiap hari. Jari kaki dan tangan mulai terbentuk termasuk telinga dan kelopak mata.
2.      Trisemester Kedua
Minggu ke-13 :
Pada akhir trimester pertama, plasenta berkembang untuk menyediakan oksigen , nutrisi dan pembuangan sampah bayi. Kelopak mata bayi merapat untuk melindungi mata yang sedang berkembang. Janin mencapai panjang 76 mm dan beratnya 19 gram.
Kepala bayi membesar dengan lebih cepat daripada yang lain. Badannya juga semakin membesar untuk mengejar pembesaran kepala.
Minggu ke-14 :
Tiga bulan setelah pembuahan, panjangnya 80-110 mm dan beratnya 25 gram. Lehernya semakin panjang dan kuat. Lanugo, rambut halus yang tumbuh di seluruh tubuh dan melindungi kulit mulai tumbuh pada minggu ini. Kelenjar prostat bayi laki-laki berkembang dan ovarium turun dari rongga perut menuju panggul.
Detak jantung bayi mulai menguat tetapi kulit bayi belum tebal karena belum ada lapisan lemak
Minggu ke-15 :
Tulang dan sumsum tulang di dalam sistem kerangka terus berkembang. Jika bayi Anda perempuan, ovarium mulai menghasilkan jutaan sel telur pada minggu ini. Kulit bayi masih sangat tipis sehingga pembuluh darahnya kelihatan. 
Bayi sudah mampu menggenggam tangannya dan mengisap ibu jari. Kelopak matanya masih tertutup 
Minggu ke-16 :
Panjang fetus ± 12 cm dengan berat 110 g
Bayi telah terbentuk sepenuhnya dan membutuhkan nutrisi melalui plasenta. Bayi telah mempunyai tulang yang kuat dan mulai bisa mendengar suara. Dalam proses pembentukan ini system peredaran darah adalah yang pertama terbentuk dan berfungsi.
Janin Mulai bergerak ! Tetapi tak perlu kuatir jika Anda tak merasakannya. Semakinbanyak kalsium yang disimpan dalam tulang bayi seiring dengan perkembangan kerangka. 
Minggu ke-17 :
Dengan panjang 12 cm dan berat 100 gram, bayi masih sangat kecil. Lapisan lemak cokelat mulai berkembang, untuk menjada suhu tubuh bayi setelah lahir. Tahukah Anda ? Saat dilahirkan, berat lemak mencapai tiga perempat dari total berat badannya.
Rambut, kening, bulu mata bayi mulai tumbuh dan garis kulit pada ujung jari mulai terbentuk. Sidik jari sudah mulai terbentuk
Minggu ke-18 :
Mulailah bersenandung sebab janin sudah bisa mendengar pada minggu ini. Ia pun bisa terkejut bila mendengar suara keras. Mata bayi pun berkembang. Ia akan mengetahui adanya cahaya jika Anda menempelkan senter yang menyala di perut. Panjangnya sudah 14 cm dan beratnya 140 gram.
Bayi sudah bisa melihat cahaya yang masuk melalui dinding rahim ibu. Hormon Estrogen dan Progesteron semakin meningkat.
Minggu ke-19 :
Tubuh bayi diselimuti vernix caseosa, semacam lapisan lilin yang melindungi kulit dari luka. Otak bayi telah mencapai jutaan saraf motorik karenanya ia mampu membuat gerakan sadar seperti menghisap jempol. Beratnya 226 gram dengan panjang hampir 16 cm.
Minggu ke-20 :
v  Berat janin mencapai sekitar 300 g panjangnya 14-16 cm dan tumbuh secara linier
v  kulit janin sedikit transparan
v  rambut kepala mulai terbentuk
Setengah perjalanan telah dilalui. Dibawah lapisan vernix, kulit bayi mulai membuat lapisan dermis, epidermis dan subcutaneous. 
Proses penyempurnaan paru-paru dan system pernafasan. 
Minggu ke-21 :
Usus bayi telah cukup berkembang sehingga ia sudah mampu menyerap atau menelan gula dari cairan lalu dilanjutkan melalui sistem pencernaan manuju usus besar. Gerakan bayi semakin pelan karena beratnya sudah 340 gram dan panjangnya 20 cm
Minggu ke-22 :
Indera yang akan digunakan bayi untuk belajar berkembang setiap hari. Setiap minggu, wajahnya semakin mirip seperti saat dilahirkan. Perbandingan kepala dan tubuh semakin proporsional
Minggu ke-23 :
Meski lemak semakin bertumpuk di dalam tubuh bayi, kulitnya masih kendur sehingga tampak keriput. Ini karena produksi sel kulit lebih banyak dibandingkan lemak. Ia memiliki kebiasaaan "berolahraga", menggerakkan otot jari-jari tangan dan kaki, lengan dan kaki secara teratur. Beratnya hampir 450 gram
Tangan dan kaki bayi telah terbentuk dengan sempurna, jari juga terbentuk sempurna.
Minggu ke-24 :
v  berat janin mencapai sekitar 630 g
v  Kulit terlihat mulai keriput dan ada deposit lemak
v  Kepala masih terlihat besar, bulu mata dan alis mulai tampak
v  Periode perkembangan paru, bronchus dan brochiolus melebar dan duktus  alveolus mulai terbentuk mendekati sempurna
v  Janin yang lahir pada minggu ini akan dapat bernafas tetapi kemudian mati karena kantong terminal untuk pertukaran gas belum terbentuk.
Paru-paru mulai mengambil oksigen meski bayi masih menerima oksigen dari plasenta. Untuk persiapan hidup di luar rahim, paru-paru bayi mulai menghasilkan surfaktan yang menjaga kantung udara tetap mengembang, Kulit bayi mulai menebal.
3.      Trismester Ketiga
Minggu ke-25 :
Bayi cegukan, Ini tandanya ia sedang latihan bernafas. Ia menghirup dan mengeluarkan air ketuban. Jika air ketuban yang tertelan terlalu banyak, ia akan cegukan.
Tulang bayi semakin mengeras dan bayi menjadi bayi yang semakin kuat. Saluran darah di paru-paru bayi sudah semakin berkembang. Garis disekitar mulut bayi sudah mulai membentuk dan fungsi menelan sudah semakin membaik. Indera penciuman bayi sudah semakin membaik karena di minggu ini bagian hidung bayi (nostrils) sudah mulai berfungsi. Berat bayi sudah mencapai 650-670 gram dengan tinggi badan 34-37 cm.
Minggu ke-26 :
Bayi sudah bisa mengedipkan matanya selain itu retina matanya telah mulai terbentuk. Aktifitas otaknya yang berkaitan dengan pendengarannya dan pengelihatannya sudah berfungsi, bunda dapat memulai memperdengarkan lagu yang ringan dan mencoba untuk memberi cahaya lebih disekitar perut, mungkin bunda akan merasakan anggukan kepala si kecil. Berat badan bayi sudah mencapai 750-780gram, sedangkan tingginya 35-38 cm.
Minggu ke-27 :
Minggu pertama trimester ketiga, paru-paru, hati dan sistem kekebalan tubuh masih harus dimatangkan. Namun jika ia dilahirkan, memiliki peluang 85% untuk bertahan.
Indra perasa mulai terbentuk. Bayi juga sudah pandai mengisap ibu jari dan menelan air ketuban yang mengelilinginya. Berat umum bayi seusia si kecil 870-890 gram dengan tinggi badan 36-38 cm.
Minggu ke-28 :
 Panjang janin 25 cm dengan berat 1100 g. Kulit tipis, merah diliputi oleh vernix kaseosa. Otak bayi semakin berkembang dan meluas. Lapisan lemak pun semakin berkembang dan rambutnya terus tumbuh
Lemak dalam badan mulai bertambah. Walaupun gerakan bayi sudah mulai terbatas karena beratnya yang semakin bertambah, namun matanya sudah mulai bisa berkedip bila melihat cahaya melalui dinding perut ibunya. Kepalanya sudah mengarah ke bawah. Paru-parunya belum sempurna, namun jika saat ini ia terlahir ke dunia, si kecil kemungkinan besar telah dapat bertahan hidup.
Minggu ke-29 :
Kelenjar adrenalin bayi mulai menghasilkan hormon seperti androgen dan estrogen. Hormon ini akan menyetimulasi hormon prolaktin di dalam tubuh ibu sehingga membuat kolostrum (air susu yang pertama kali keluar saat menyusui).
Sensitifitas dari bayi semakin jelas, bayi sudah bisa mengidentifikasi perubahan suara, cahaya, rasa dan bau. Selain itu otak bayi sudah bisa mengendalikan nafas dan mengatur suhu badan dari bayi. Postur dari bayi sudah semakin sempurna sebagai seorang manusia, berat badannya 1100-1200 gram, dengan tinggi badan 37-39 cm.
Minggu ke-30 :
Lemak dan berat badan bayi terus bertambah sehingga bobot bayi sekarang sekitar 1400 gram dan panjangnya 27 cm. Karena ia semakin besar, gerakannya semakin terasa
Mata indah bayi sudah mulai bergerak dari satu sisi ke sisi yang lain dan dia sudah mulai belajar untuk membuka dan menutup matanya. Saat ini waktu yang terbaik bagi bunda untuk menyenteri perut dan menggerak-gerakan senter tersebut maka mata bayi sudah bisa mengikuti ke arah mana senter tersebut bersinar.cairan ketuban (amniotic fluid) di rahim bunda semakin berkurang. Kini si kecil pun sudah mulai memproduksi air mata. Berat badan bayi 1510-1550 gram, dengan tinggi 39-40 cm.
Minggu ke-31 :
Plasenta masih memberikan nutrisi yang dibutuhkan bayi. Aliran darah di plasenta memungkinkan bayi menghasilkan air seni. Ia berkemih hampir sebanyak 500 ml sehari di dalam air ketuban
Perkembangan fisik bayi sudah mulai melambat pada fase ini, hanya berat badan bayilah yang akan bertambah. Selain itu lapisan lemak akan semakin bertambah dibawah jaringan kulitnya. Tulang pada tubuh bayi sudah mulai mengeras, berkembang dan mulai memadat dengan zat-zat penting seperti kalsium, zat besi, fosfor. Berkebalikan dengan perkembangan fisiknya, pada fase ini perkembangan otaknyalah yang berkembang dengan sangat pesat dengan menghasilkan bermilyar sel. Apabila diperdengarkan musik, bayi akan bergerak. Berat badan bayi 1550-1560 gram dengan tinggi 41-43 cm. 
Minggu ke-32 
v  Panjang fetus 28 cm, berat 1800 g
v  Permukaan kulit kemerahan dan keriput
Jari tangan dan kaki telah tumbuh sempurna, begitu pula dengan bulu mata, alis dan rambut di kepala bayi yang semakin jelas. Lanugo yang menutupi tubuh bayi mulai rontok tetapi sebagian masih ada di bahu dan punggung saat dilahirkan. kemampuan untuk bertahan hidup di luar rahim sudah lebih baik apabila di dilahirkan pada minggu ini.
Kulit bayi semakin merah, kelopak matanya juga telah terbuka dan system pendengaran telah terbentuk dengan sempurna. Kuku dari jari mungil tangan dan kaki si kecil sudah lengkap dan sempurna. Rambutnya pun semakin banyak dan semakin panjang. Bayi sudah mulai bisa bermimpi,.
Pada usia kehamilan ini biasanya kepala bayi sudah berada di bawah dan tidak berputar putar lagi
Minggu ke-33 :
Bayi telah memiliki bentuk wajah yang menyerupai ayah dan ibunya. Otak bayi semakin pesat berkembang. Pada saat ini juga otak bayi sudah mulai bisa berkoordinasi antara lain, bayi sudah menghisap jempolnya dan sudah bisa menelan. Walaupun tulang-tulang bayi sudah semakin mengeras tetapi otot-otot bayi belum benar-benar bersatu. Bayi sudah bisa mengambil nafas dalam-dalam walaupun nafasnya masih di dalam air. Apabila bayinya laki-laki maka testis bayi sudah mulai turun dari perut menuju skrotum. Berat badan bayi 1800-1900 gram, dengan tinggi badan sekitar 43-45 cm.
Minggu ke-34 :
Bayi berada di pintu rahim. Bayi sudah dapat membuka dan menutup mata apabila mengantuk dan tidur, bayi juga sudah mulai mengedipkan matanya. Tubuh bunda sedang mengirimkan antibodi melalui darah bunda ke dalam darah bayi yang berfungsi sebagai sistem kekebalan tubuhnya dan proses ini akan tetap terus berlangsung bahkan lebih rinci pada saat bunda mulai menyusui. Berat Badan bayi 2000-2010 gram, dengan tinggi badan sekitar 45-46 cm.
Minggu ke-35 :
Pendengaran bayi sudah berfungsi secara sempurna. Lemak dari tubuh bayi sudah mulai memadat pada bagian kaki dan tangannya, lapisan lemak ini berfungsi untuk memberikan kehangatan pada tubuhnya. Bayi sudah semakin membesar dan sudah mulai memenuhi rahim bunda. Apabila bayi bunda laki-laki maka di bulan ini testisnya telah sempurna. Berat badan bayi 2300-2350 gram, dengan tinggi badan sekitar 45-47 cm.
Minggu ke-36 :
Panjang janin sekitar 32 cm, berat 2500 g
Tubuh kelihatan lebih gemuk karena penumpukan lemak sub kutan, kulit keriput pada wajah telah menghilang
Kulit bayi sudah semakin halus dan sudah menjadi kulit bayi. Lapisan lemak sudah mulai mengisi bagian lengan dan betis dari bayi. Ginjal dari bayi sudah bekerja dengan baik dan livernya pun telah memproduksi kotoran. Saat ini paru-paru bayi sudah bekerja baik bahkan sudah siap bertemu dengan mama dan papa.
Minggu ke-37 :
Kepala bayi turun ke ruang pelvik. Bentuk bayi semakin membulat dan kulitnya menjadi merah jambu. Rambutnya tumbuh dengan lebat dan bertambah 5cm. Kuku terbentuk dengan sempurna. Bayi sudah bisa melihat adanya cahaya diluar rahim. Bayi pada saat ini sedang belajar untuk mengenal aktifitas harian, selain itu bayi juga sedang belajar untuk melakukan pernafasan walaupun pernafasannya masih dilakukan di dalam air. Berat badan bayi di minggu ini 2700-2800 gram, dengan tinggi 48-49 cm

Minggu ke-38 hingga minggu ke-40 :
Proses pembentukan telah berakhir dan bayi siap dilahirkan.
           
Tabel pertumbuhan dan perkembangan janin:
TRISMESTER 1
6 minggu
10 minggu
14 minggu

·      Kira-kira 2,5 mm panjangnya
·      Dimulainya perkembangan korda spinalis, system saraf. System GI, jantung dan paru-paru
·      Kantung ketuban membungkus jaringan bakal tubuh
·      Disebut blastosit dari hari ke-5 sampai 2 minggu, kemudian disebut dengn embrio
·      Kira-kira panjangnya 2,5 cm
·      Wajah terbentuk dengan mata, telinga, mulut yang rudimeter serta benih gigi
·      Lengan dan kakinya mulai bergerak
·      Mulai ada sidik jari
·      Otak terbentuk
·      Denyut jantung janin dapat dideteksi dengan USG
·      Alat kelamin luar mulai terbentuk
·      Disebut embrio
·      Kira-kira panjangnya 7,5 cm
·      Beratnya kira-kira 30 g
·      Dapat menggerakan lengan, kaki, jari kaki dan tangan
·      Dapat tersenyum, menggerenyit, mengisap dan menelan
·      Jenis kelaminnya dapat dibedakan
·      Sel-sel tulang mulai muncul
·      Dapat berkemih
·      Disebut janin
TRISMESTER KEDUA
19 minggu
23 minggu
27 minggu

·   Kira-kira panjangnya 12,5-15 cm
·   Beratnya kira-kira 120 gram
·   Denyut jantungnya kuat
·   Kulitnya tipis, transparan
·   Rambut halus (lanugo) menutupi tubuh
·   Kuku jari tangan dan kaki terbentuk
·   Mempunyai gerakan yang terkoordinasi, mampu berguling dalam cairan ketuban
·      Kira-kira 25-30 cm panjangnya (15-18 cm dari ubun-ubun ke bokong)
·      Beratnya 0,25-0,5 kg
·      Denyut jantungnya terdengar dengan stetoskop biasa
·      Cegukan
·      Rambut, bulu mata dan alis terbentuk
·      Kira-kira 27,5 cm panjangnya (22,5-25 cm dari ubun-ubun ke bokong)
·      Beratnya 0,5-I kg
·      Kulitnya keriput dan tertutup oleh lapisan pelindung (verniks kaseosa)
·      Mata terbuka kira-kira pada minggu ke-26
·      Mulai mendengar
·      Mekonium terkumpul di dalam usus
·      Mempunyai pegangan yang kuat
TRISMESTER KETIGA
31 minggu
35 minggu
39 minggu

·   Panjangnya kira-kira 35-42,5 cm (27,5-30 cm dari ubun-ubun sampai ke bokong)
·   Beratnya 1,25-2 kg
·   Lemak tubuh meningkat
·   Sangat aktif
·   Gerak pernafasan rudimenter mulai ada
·   Member respons terhadap suara
·      Kira-kira 42-45 cm panjangnya (25-27 cm dari ubun-ubun ke bokong)
·      Beratnya 2-3 kg
·      Mempunyai periode tidur dan terjaga
·      Menempati posisi lahir
·      Tulang-tulang kepala lunak dan lentur
·      Zat besi disimpan di hati
·      Kira-kira 47,5 cm panjangnya (32,5-35 cm dari ubun-ubun ke bokong)
·      Beratnya 3-3,5 kg
·      Kulitnya tidak begitu keriput
·      Lanugo sebagian besar sudah hilang
·      Verniks kaseosa tebal
·      Kurang aktif
·      Dengan cepat mendapatkan antibody dari ibunya
·      Janin masuk ke rongga panggul
           
           
Pertumbuhan dan perkembangan janin dipengaruhi oleh beberapa factor sebagai beikut:
1.      Factor ibu:
a.       Keadaan kesehatan ibu saat hamil
b.      Penyakit yang menyertai kehamilan
c.       Penyulit kehamilan
d.      Kelainan pada uterus
e.       Kehamilan tunggal atau ganda atau triplet
f.       Kebiasaan ibu, merokok, alcohol, kecanduan
2.      Factor janin
a.       Jenis kelamin janin
b.      Penyimpangan genetic: kelainan congenital, pertumbuhan abnormal
c.       Infeksi intrauterine
3.      Factor plasenta
Plasenta adalah akarnya janin untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di dalam rahim. Karena itu plasenta sangat penting artinya untuk menjamin kesehatan janin dalam rahim, yang ditetapkan dengan indeks plasenta: Indeks plasenta=berat plasenta per berat bayi.
Pda kehamilan berumur 20 minggu indeks plasenta adalah 0,30;28 minggu 0,25;38 minggu 0,15. Jadi makin tua kehamilan makin rendah indeks plasenta, artinya plasenta makin kurang mampu memberikan nutrisi kepada janinnya. Keadaan bertambah gawat bila terjadi penyakit  atau komplikasi hamil yang dapat menimbulkan infark, fibrosis dan gangguan fungsi plasenta, sehingga dapat membahayakan sampai terjadi kematian janin intrauterine








G.    ASKEP SEMASA KEHAMILAN TRISMESTER 1,2,3 TANPA RESIKO
1.      Trimester Pertama
a.       Defenisi
Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intra uterin mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan. Kehamilan matur berlangsung  ± 40 minggu dan tidak boleh lebih dari 42 minggu (Wiknjosastro, 1996).
Menurut Federasi Obstertri dan Ginekologi Internasional, kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 10 bulan lunar atau 9 bulan menurut kalender internasional. Kehamilan terbagi dalam tiga trimester, dimana trimester kesatu berlangsung dalam 12 minggu, trimester kedua 15 minggu (minggu ke-1 hingga ke-27) dan trimester ketiga 13 minggu (minggu ke-28 hingga 40).
Kehamilan trimester pertama adalah usia kehamilan dari minngu pertama sampai minggu ke 12, yang ditandai oleh beberapa hal seperti, mual muntah yang terjadi karena perubahan dalam tubuh yang terjadi selama hamil, nyeri pada payudara biasanya disebabkan oleh membesarnya payudara ibu karena berkembangnya kelenjar susu dan pasokan darah meningkat, flek yang terlihat seperti menstruasi karena darah yang dilepas saat telur dibuahi melekatkan diri ke dinding rahim.
b.      Pertumbuhan Dan Perkembangan Janin Pada Trimester Pertama
Awal kehamilan anda ditandai berdasarkan menstruasi terakhir anda. Banyak perubahan fisik yang akan anda alami selama trimester pertama (3 bulan pertama kehamilan). Periode ini juga merupakan periode tumbuh kembang yang cepat bagi bayi anda.
c.       Pertumbuhan Dan Perkembangan Embrio
Minggu ke-1
Pertumbuhan dan perkembangan janin pada minggu I, dimulai oleh adanya konsepsi atau fertilisasi. Perkembangan selanjutnya, zigot atau hasil konsepsi mengalami pembelahan dan akhirnya bernidasi di endometrium yang telah disiapkan.


Minggu ke-2
Setelah implantasi, terjadi perubahan pada bintik benih yang merupakan bagian blastokist, terlihat adanya ruangan amnion dan yolk sac. Ruangan ini kelak menjadi besar dan meliputi seluruh embrio, di dalam ruangan inilah embrio akan tumbuh. Sel-sel yang membatasi ruangan ini dinamakan ectoderm. Pada waktu yang sama, timbul sebuah rongga lain dibawah ruangan amnion, yaitu ruangan kuning telur. Sel-sel disekitar kuning telur dinamakan endoderm. selanjutnya timbul lapisan lain diantara ectoderm dan endoderm yaitu mesoderm. Endoderm menjadi lebih tebal membentuk procordal plate.

Minggu ke-3
Selama minggu ketiga, hasil konsepsi tumbuh pesat yaitu berlangsung mulai hari ke 15 sampai dengan 21. Pada masa ini terjadi diferensiasi sel-sel menjadi organ-organ tubuh sederhana, yaitu :
1)      Ektoderm
Ektoderm membentuk jaringan tubuh paling luar seperti rambut, kuku, kulit dan sistem saraf seperti otak, sumsum tulang belakang dan saraf motorik. Sel-sel saraf pada saat lahir berjumlah kurang lebih 100 juta. Selama kehamilan manusia, sel-sel baru tidak bertambah tetapi membesar sesuai pertumbuhan tubuh.
2)      Mesoderm
Sel-sel mesoderm akan membentuk otot, tulang, jaringan ikat, otot jantung, pembuluh darah dan corpus, limpa ginjal dan genetalia.
3)      Endoderm
Endoderm membentuk organ-organ tubuh bagian dalam seperti intertinum, paratiroid, tiroid, timus, liver, pankreas, traktus respiratorius, saluran paringotimpani dan telinga tengah, kandung kencing, uretra, genetalia laki-laki dan perempuan, kelenjar prostat, kelenjar vestibulum dan garis uterus. pembentukan genetalia dan sistem urinarius dimulai dari penonjolan dan penebalan mesoderm yang disebut urogenital ridge, dilanjutkan dengan migrasi sel-sel germinativum promodial dari dinding yolk sac, dekat ventrikulum allantois.
Minggu ke-4
Selama empat minggu, embrio tumbuh dan bertambah panjang 3,5 cm dan berat kira-kira 5 mg. Perpanjangan embrio kearah atas menjadi kepala, ke arah bawah menjadi ekor dan ke arah samping menjadi tubula. Penutupan saluran pernapasan mulai terjadi di daerah atas bawah oksiput. Pericardial jantung membesar karena mengangkatnya kepala, pertumbuhan laringotracheal dan paru-paru menjadi sistem pernapasan. Mandibula dan maxilla menjadi rahang yang terpisah, rudimeter mata, telinga dan hidung menjadi terpisah. Sistem peredaran darah sederahana mulai ternbentuk dan jantung mulai berdetak, lambung, liver dan pankreas, tiroid dan kelenjar timus mulai berkembang, plasenta tumbuh sempurna.
Minggu ke-5
Pada pertengahan kehamilan, janin diukur dengan ukuran kepala bokong (CRL). Sebelum pertengahan kehamilan janin diukur dengan ukuran bokong tumit (CHL). Panjang CRL dari 4 mm menjadi 8 mm dan beratnya dari 5 mg menjadi 50 mg. Pertumbuhan kepala lebih cepat dari pertumbuhan badan, sehingga embrio melengkung dan membentuk huruf C. Permulaan bentuk kaki dan tangan berupa benjolan.
Minggu ke-6 
Kepala terlihatlebih besar dari leher dan  melengkung melampaui jantung. Posisi mata, hidung dan mulut jelas. Kaki atas dan bawah mulai dapat diidentifikasi dan telapak tangan berkembang menjadi jari-jari. Pertumbuhan berupa alat kelamin testis mulai terjadi, sedangkang ovarium terjadi lebih lambat dibanding testis. Hemisfer serebral terlihat lebih cepat membesar seperti kepala. Posisi mata pindah, dari lateral ke arah frontal sesuai dengan perpanjangan muka. Tonjolan berupa jantung dan liver ke arah dinding ventral lebih dahulu, karena memiliki fungsi vital bagi embrio, tali pusat mengecil. Bentuk lengan atas dan bawah, tungkai atas dan bawah menjadi jelas. Jari-jari terus berkembang pada hari ke 40-50.
Minggu ke-7
Jantung sudah terbentuk lengkap. Saraf dan otot bekerja bersamaan untuk pertama kalinya. Bayi mempunyai refleks dan bergerak spontan. Bayi mulai menendang dan berenang di dalam rahim, walau ibu belum mampu merasakannya. Pada akhir minggu ini, otak akan terbentuk lengkap. Dalam minggu ketujuh, rangka mulai tersebar keseluruh tubuh dan tulang-tulang mencapai bentuk yang kita kenal. Pada akhir minggu ketujuh dan selama minggu kedelapan, otot-otot menempati posisinya di sekeliling bentukan tulang.

Minggu ke-8
Selama akhir periode ini embrio telah menunjukkan bentuk dan ciri-ciri manusia, hemisfer serebral tumbuh pesat, dimana besarnya mencapai 50% dari massa embrio. Letak wajah setengah bagian bawah dari kepala dan mata terus berpindah ke arah frontal. Alis mata mulai berkembang. jari-jari memanjang dan dapat dibedakan pada akhir minggu kedelapan. Perbedaan jenis kelamin bagian luar bisa dilihat oleh mata yang sudah terlatih, mulai pemeriksaan anatomic dan histology kelenjar kelamin, namun masih membingungkan. Pertumbuhan alat kelamin dipengaruhi oleh hormon-hormon yang dikeluarkan oelh kelenjar kelamin, obat-oabatan, radiasi dan gizi ibu hamil. Alat kelamin perempuan dibentuk dari duktus Mulleri, sedangkan alat kelamin laki-laki dibentuk dari sistem duktus Wolfii.
Minggu ke 9-12 
Pada usia 9 minggu, kepala terlihat lebih besar, wajah tampak secara garis besar, perbandingan ukuran tungkai atas sudah mencapai proporsi normal. Tungkai bawah berkembang labih panjang. Genetalia eksterna perempuan dan laki-laki terlihat sama pada minggu ke-9, tetapi mencapai maturitas, sempurna dan dapat dibedakan pada minggu ke-12. Sel-sel darah merah mulai diproduksi oleh liver selama minggu awal dan fungsinya diambil alih oleh splenn selama minggu ke-12. Panjang janin sekitar 7-9 cm.

d.      Ketidaknyamanan Pada Kehamilan Trimester I Dan Adaptasi Psikososial
Ketidaknyamanan pada Kehamilan Trimester I
a.       Morning Sickness, mual dan muntah
Hampir 50% wanita hamil mengalami mual dan biasanya mual dimulai sejak awal kehamilan. Mual muntah diusia muda disebut morning sickness tetapi kenyataannya mual muntah ini dapat terjadi setiap saat. Mual ini biasanya akan berakhir pada 14 mingggu kehamilan. Pada beberapa kasus dapat berlanjut sampai kehamilan trimester kedua dan ketiga.

b.      Sering buang air kecil
Keinginan sering buang air kecil pada awal kehamilan ini dikarenakan rahim yang membesar dan menekan kandung kencing. Keadaan ini akan menghilang pada trimester II dan akan muncul kembali pada akhir kehamilan, karena kandung kemih ditekan oleh kepala janin.
c.       Konstipasi atau Sembelit
Keluhan ini juga sering dialami selama awal kehamilan, karena peningkatan hormon progesteron yang menyebabkan relaksasi otot sehingga usus bekerja kurang efisien. Adapun keuntungan dari keadaan ini adalah memungkinkan penyerapan nutrisi yang lebih baik saat hamil.
d.      Sakit Kepala/Pusing
Sakit kepala atau pusing sering dialami oleh pada ibu hamil pada awal kehamilan karena adanya peningkatan tuntutan darah ke tubuh sehingga ketika akan mengubah posisi dari duduk / tidur ke posisi yang lain (berdiri) tiba-tiba, sistem sirkulasi darah merasa sulit beradaptasi. Sakit kepala / pusing yang lebih sering daripada biasanya dapat disebabkan oleh faktor fisik maupun emosional. Pola makan yang berubah, perasaan tegang dan depresi juga dapat menyebabkan sakit kepala.
e.       Kram Perut
Kram perut saat trimester awal kehamilan seperti kram saat menstruasi di bagian perut bawah atau rasa sakit seperti ditusuk yang timbul hanya beberapa menit dan tidak menetap adalah normal. Hal ini sering terjadi karena adanya perubahan hormonal dan juga karena adanya pertumbuhan dan pembesaran dari rahim dimana otot dan ligamen merenggang untuk menyokong rahim.
f.       Meludah
Keinginan meludah yang terjadi pada ibu hamil yang terus menerus dianggap normal sebab hal ini termasuk gejala morning sickness.

e.       Perubahan Psikologis selama Trimester Pertama Kehamilan
Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, ibu akan mengalami perubahan psikologis dan pada saat ini pula wanita akan mencoba untuk beradaptasi terhadap peran barunya melalui tahapan sebagai berikut :
1)      Tahap Antisipasi
Dalam tahap ini wanita akan mengawali adaptasi perannya dengan merubah peran sosialnya melalui latihan formal (misalnya kelas-kelas khusus kehamilan) dan informal melalui model peran (role model). Meningkatnya frekuensi interaksi dengan wanita hamil dan ibu muda lainnya akan mempercepat proses adaptasi untuk mencapai penerimaan peran barunya sebagai seorang ibu.
2)      Tahap Honeymoon (menerima peran, mencoba menyesuaikan diri)
Pada tahap ini wanita sudah mulai menerima peran barunya dengan cara mencoba menyesuaikan diri. Secara internal wanita akan mengubah posisinya sebagai penerima kasih sayang dari ibunya menjadi pemberi kasih sayang terhadap bayinya. Untuk memenuhi kebutuhan akan kasih sayang, wanita akan menuntut dari pasangannya. Ia akan mencoba menggambarkan figur ibunya dimasa kecilnya dan membuat suatu daftar hal-hal yang positif dari ibunya untuk kemudian ia daptasi dan terapkan kepada bayinya nanti. Aspek lain yang berpengaruh dalam tahap ini adalah seiring dengan sudah mapannya beberapa persiapan yang berhubungan dengan kelahiran bayi, termasuk dukungan semangat dari orang-orang terdekatnya.
3)      Tahap Stabil (bagaimana mereka dapat melihat penampilan dalam peran)
Tahap sebelumnya mengalami peningkatan sampai ia mengalami suatu titik stabil dalam penerimaan peran barunya. Ia akan melakukan aktivitas-aktivitas yang bersifat positif dan berfokus untuk kehamilannya, seperti mencari tahu tentang informasi seputar persiapan kelahiran, cara mendidik dan merawat anak, serta hal yang berguna untuk menjaga kondisi kesehatan keluarga.
4)      Tahap Akhir (perjanjian)
Meskipun ia sudah cukup stabil dalam menerima perannya, namun ia tetap mengadakan “perjanjian” dengan dirinya sendiri untuk sedapat mungkin “menepati janji” mengenai kesepakatan-kesepakatan internal yang telah ia buat berkaitan dengan apa yang akan ia perankan sejak saat ini sampai bayinya lahir kelak.
f.       Tanda Dan Bahaya Kehamilan Trimester I
1)      Perdarahan Pervaginam
Penanganan : Lakukan pemeriksaan secara cepat keadaan ibu termasuk tanda-tanda vital (tekana darah, nadi, pernafasan, temperature)
2)      Hiperemesis Gravidarum
                                 Penanganan : Hindari makan yang sulit dicerna dan berlemak.
Komplikasi : Jika muntuah terus menerus biasa terjadi kerusakan hati, komplikasi lain perdarahan pada retina yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan darah ketika muntah.
3)      Mola
Penanganan : jika diagnosis kehamilan mola ditegakkan, lakukan evaluasi uterus, dan lakukan evakuasi jaringan mola dan berikan infuse.
4)      Sakit kepala hebat
Penanganan : jika ibu tidak sadar/kejang segera mobilisasi tenaga yang ada dan siapkan fasilitas tindakan gawat darurat
5)      Odema pada wajah, kaki, dan tangan
Penanganan : istirahat yang cukup dan tingkatkan makanan yang mengandung protein dan kurangi makanan yang mengandung karbohidrat serta lemak
6)      Kejang
Pada umumnya kejang didahului oleh memburuknya keadaan dan terjdi gejala-gejala sakit kepala, mual, dan nyeri uluh hati
7)      Demam
Ibu hamil dengan suhu lebih dari 38 0C merupakan masalah gejala infeksi dalam kehamilan.
                     Penanganan : Istirahat yang cukup, minum air putih yang banyak, dan kompres untuk menurunkan suhu.
g.      Asuhan Keperawatan
1)      Pengkajian
a.       Riwayat Obstetri
Memberikan informasi yang penting mengenai kehamilan sebelumnya agar perawat dapat menentukan kemungkinan masalah pada kehamilan-sekarang. Riwayat Obstetri meliputi hal-hal di bawali ini :
·         Gravida, para-abortus, dan anak hidup (GPAH).
·         Berat badan bayi waktu lahir dan usia gestasi.
·         Pengalaman persalinan, jenis persalinan, tempat persalinan, dan penolong persalinan.
·         Jenis anestesi dan kesulitan persalinan.
·         Komplikasi maternal seperti diabetes, hiperlensi, infeksi, dan perdarahan.
·         Komplikasi pada bayi.
·         Rencana menyusui bayi.
b.      Riwayat Kontrasepsi
Beberapa bentuk konirasepsi dapat berakibat buruk pada janin, ibu, atau keduanya. Riwayat kontrasepsi yang lengkap harus didlapatkan pada saat kunjungan pertama. Penggunaan kontrasepsi oral sebelum kelahiran dan berlanjut.
c.       Riwayat Penyakit dan Operasi
Kondisi kronis (menahun/terus menerus) seperti DM, hipertensi, dan penyakit ginjal bisa berefek buruk pada kehamilan. Oleh karena itu adanya penyakit infeksi, prosedur infeksi dan trauma pada persalinan sebelumnya harus didokumentasikan.
d.      Riwayat Kesehatan
Riwayat kesehatan yang dikaji meliputi hal-hal sebagai berikut :
·         Usia, ras, dan latar belakang etnik (berhubungan dengan kelompok risiko tinggi untuk masalah genelis seperti anemia sickle sel, talasemia).
·         Penyakit pada masa kanak-kanak dan imunisasi.
·         Penyakit kronis (menahun/terus-menerus), seperti asma dan jantung.
·         Penyakit sebelumnya, prosedur operasi, dan ccdera (pelvis dan pinggang).
·         Infeksi sebelumnya seperti hepatitis, penyakit menular seksual, dan tuberkulosis.
·         Fungsi vesika urinaria dan bowel (fungsi dan perubahan).
·         Jumlah konsumsi kafein tiap hari seperti kopi, teh, coklat, dan minuman ringan.
·         Merokok (Jumlah batang per hari).
·         Kontak dengan hewan peliharaan seperti kucing dapat meningkatkan risiko terinfeksi toxoplasma.
·         Alergi dan sensitif dengan obat.
·         Pekerjaan yang berhubungan dengan risiko penyakit.


e.       Riwayat keluarga
Memberikan informasi tentang kesehatan keluarga, termasuk penyakit kronis (menahun/terus--menerus) seperti diabetes melilus dan jantung, infeksi seperti tuberkulosis dan hepatitis, serta riwayat kongenital yang perlu dikumpulkan.
f.       Riwayat kesehatan pasangan
Untuk menentukan kemungkinan masalah kesehatan yang berhubungan dengan masalah genetik, penyakit kronis, dan infeksi. Penggunaan obat-obatan seperti kokain dan alkohol akan berpengaruh pada kemampuan keluarga untuk menghadapi kehamilan dan persalinan. Rokok yang digunakan oleh ayah akan berpengaruh pada ibu dan janin, terulama risiko mengalami komplikasi. Pernapasan akibat sebagai perokok pasif. Golongan darah dan tipe Rhesus ayah penting jika ibu dengan Rh negatif dan kemungkinan inkompabilitas darah dapat terjadi.
g.      Pemeriksaan Fisik
1)      Tanda-tanda Vital
·         Tekanan darah
Posisi pengambilan tekanan darah sebaiknya ditetapkan, karena posisi akan memengaruhi tekanan darah pada ibu hamil. Sebaiknya tekanan darah diukur pada posisi duduk dengan lengan sejajar posisi jantung. Pendokumentasian perlu dicatat posisi dan tekanan darah yang didapatkan.
·         Nadi
Frekuensi nadi normalnya 60-90 kali per menit. Takikardi bisa terjadi pada keadaan cemas, hipertiroid, dan infeksi. Nadi diperiksa selama satu menit penuh untuk dapat menentukan keteraturan detak jantung. Nadi diperiksa untuk menentukan masalah sirkulasi tungkai, nadi seharusnya sama kuat dan teratur.
·         Pernapasan
Frekuensi pernapasan selama hamil berkisar antara 16-24 kali per menit. Takipnea terjadi karena adanya infeksi pernapasan atau penyakit jantung. Suara napas hams sama bilateral, ekspansi paru simetris, dan lapangan paru bebas dari suara napas abdominal.
·         Suhu
Suhu normal selama hamil adalah 36,2-37,6°C. Peningkatan suhu menandakan terjadi infeksi dan membutuhkan perawatan medis.
2)      Sistem Kardiovaskuler
·         Bendungan vena
Pemeriksaan sistem kardiovaskular adalah observasi terhadap bendungan vena, yang bisa berkembang menjadi varises. Bendungan vena biasanya terjadi pada tungkai, vulva, dan rektum.
·         Edema
Edema pada tungkai merupakan refleksi dari pengisian darah pada ekstremitas akibat perpindahan cairan intravaskular ke ruang intertisial. Ketika dilakukan penekanan dengan jari atau jempol menyebabkan terjadinya bekas tekanan, keadaan ini disebut pitting edema. Edema pada tangan dan wajah memerlukan pemeriksaan lanjut karena merupakan tanda dari hipertensi pada kehamilan.
3)      Sistem Muskuloskeletal
·         Postur
Mekanik tubuh dan perubahan postur bisa terjadi selama kehamilan. Keadaan ini mengakibatkan regangan pada otot punggung dan tungkai.
·         Tinggi dan berat badan
Berat badan awal kunjungan dibutuhkan sebagai data dasar untuk dapat menentukan kenaikan berat badan selama kehamilan. Berat badan sebelum konsepsi kurang dari 45 kg dan tinggi badan kurang dari 150 cm ibu berisiko melahirkan bayi prematur dan berat badan lahir rendah. Berat badan sebelum konsepsi lebih dari 90 kg dapat menyebabkan diabetes pada kehamilan, hipertensi pada kehamilan, persalinan seksio caesarea, dan infeksi postpartum.
·         Pengukuran pelviks
Tulang pelviks diperiksa pada awal kehamilan untuk menentukan diameternya yang berguna untuk persalinan per vaginam.
·         Abdomen
Kontur, ukuran, dan tonus otot abdomen perlu dikaji. Tinggi fundus diukur jika fundus bisa dipalpasi diatas simfisis pubis. Kandung kemih harus dikosongkan sebelum pemeriksaan dilakukan untuk menetukan keakuratannya. Pengukuran metode Mc Donald dengan posisi ibu berbaring.
4)      Sistem Neurologi
Pemeriksaan neurologi lengkap tidak begitu diperlukan bila ibu tidak memiliki tanda dan gejala yang mengindikasikan adanya masalah. Pemeriksaan refleks tendon sebaiknya dilakukan karena hiperefleksi menandakan adanya komplikasi kehamilan.
5)      Sistem Integumen
Warna kulit biasanya sama dengan rasnya. Pucat menandakan anemis, jaundice menandakan gangguan pada hepar, lesi, hiperpigmentasi seperti cloasma gravidarum, serta linea nigra berkaitan dengan kehamilan dan strie perlu dicatat. Penampang kuku berwarna merah muda menandakan pengisian kapiler baik.
6)      Sistem GI
·         Mulut
Membran mukosa berwarna merah muda dan lembut. Bibir bebas dari ulserasi, gusi berwarna kemerahan, serta edema akibat efek peningkatan estrogen yang menyebabkan hiperplasia. Gigi terawat dengan baik, ibu dapat dianjurkan ke dokter gigi secara teratur karena penyakit periodontal menyebabkan infeksi yang memicu terjadinya persalinan prematur. Trimester kedua lebih nyaman bagi ibu untuk melakukan perawatan gigi.
·         Usus
Stetoskop yang hangat untuk memeriksa bising usus lebih nyaman untuk ibu hamil. Bising usus bisa berkurang karena efek progesteron pada otot polos, sehingga menyebabkan konstipasi. Peningkatan bising usus terjadi bila menderita diare.
2)      Diagnosa Keperawatan dan Intervensi Keperawatan
a.       Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan.
Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi
Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil
Intervensi
Intoleransi aktivitas
Berhubungan dengan :
·         Tirah Baring atau imobilisasi
·         Kelemahan menyeluruh
·         Ketidakseimbangan antara suplei oksigen dengan kebutuhan
NOC :
v  Self Care : ADLs
v  Toleransi aktivitas
v  Konservasi eneergi
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama …. Pasien bertoleransi terhadap aktivitas dengan Kriteria Hasil :
v  Berpartisipasi dalam aktivitas fisik tanpa disertai peningkatan tekanan darah, nadi dan RR
v  Mampu melakukan aktivitas sehari hari (ADLs) secara mandiri
v  Keseimbangan aktivitas dan istirahat

NIC :
v  Observasi adanya pembatasan klien dalam melakukan aktivitas
v  Kaji adanya faktor yang menyebabkan kelelahan
v  Monitor nutrisi  dan sumber energi yang adekuat
v  Monitor pasien akan adanya kelelahan fisik dan emosi secara berlebihan
v  Monitor respon kardivaskuler  terhadap aktivitas (takikardi, disritmia, sesak nafas, diaporesis, pucat, perubahan hemodinamik)
v  Monitor pola tidur dan lamanya tidur/istirahat pasien
v  Kolaborasikan dengan Tenaga Rehabilitasi Medik dalam merencanakan progran terapi yang tepat.
v  Bantu klienuntukmengidentifikasiaktivitas yang mampudilakukan
v  Bantu untukmemilihaktivitaskonsisten yang sesuaidengankemampuanfisik, psikologidansosial
v  Bantu untukmengidentifikasidanmendapatkansumber yang diperlukanuntukaktivitas yang diinginkan
v  Bantu untukmendpatkanalatbantuanaktivitassepertikursiroda, krek
v  Bantu untuk  mengidentifikasi aktivitas yang disukai
v  Bantu klien untuk membuat jadwal latihan diwaktu luang
v  Bantu pasien/keluarga untuk mengidentifikasi kekurangan dalam beraktivitas
v  Sediakan penguatan positif bagi yang aktif beraktivitas
v  Bantu pasien untuk mengembangkan motivasi diri dan penguatan
v  Monitor respon fisik, emosi, sosial.
b.      Resiko nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan perubahan nafsu makan, mual/muntah, keuangan yang tidak mencukupi, tidak mengenal peningkatan metabolik/nutrisi.






Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi
Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil
Intervensi
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Berhubungan dengan :
Ketidakmampuan untuk memasukkan atau mencerna nutrisi oleh karena faktor biologis, psikologis atau ekonomi.

NOC:
a.    Nutritional status: Adequacy of nutrient
b.    Nutritional Status : food and Fluid Intake
c.    Weight Control
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama….nutrisi kurang teratasi dengan indikator:
v  Albumin serum
v  Pre albumin serum
v  Hematokrit
v  Hemoglobin
v  Total iron binding capacity
v  Jumlah limfosit
§ Kaji adanya alergi makanan
§ Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan pasien
§ Yakinkan diet yang dimakan mengandung tinggi serat untuk mencegah konstipasi
§ Ajarkan pasien bagaimana membuat catatan makanan harian.
§ Monitor adanya penurunan BB dan gula darah
§ Monitor lingkungan selama makan
§ Jadwalkan pengobatan  dan tindakan tidak selama jam makan
§ Monitor turgor kulit
§ Monitor kekeringan, rambut kusam, total protein, Hb dan kadar Ht
§ Monitor mual dan muntah
§ Monitor pucat, kemerahan, dan kekeringan jaringan konjungtiva
§ Monitor intake nuntrisi
§ Informasikan pada klien dan keluarga tentang manfaat nutrisi
§ Kolaborasi dengan dokter tentang kebutuhan suplemen makanan seperti NGT/ TPN sehingga intake cairan yang adekuat dapat dipertahankan.
§ Atur posisi semi fowler atau fowler tinggi selama makan
§ Kelola pemberan anti emetik:.....
§ Anjurkan banyak minum
§ Pertahankan terapi IV line
§ Catat adanya edema, hiperemik, hipertonik papila lidah dan cavitas oval

c.         Resiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan mual/muntah secara berlebihan
Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi
Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil
Intervensi
Defisit Volume Cairan
Berhubungan dengan:
-    Kehilangan volume cairan secara aktif
-    Kegagalan mekanisme pengaturan

-     
NOC:
v Fluid balance
v Hydration
v Nutritional Status : Food and Fluid Intake
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama….. defisit volume cairan teratasi dengan kriteria hasil:
v Mempertahankan urine output sesuai dengan usia dan BB, BJ urine normal,
v Tekanan darah, nadi, suhu tubuh dalam batas normal
v Tidak ada tanda tanda dehidrasi, Elastisitas turgor kulit baik, membran mukosa lembab, tidak ada rasa haus yang berlebihan
v Orientasi terhadap waktu dan tempat baik
v Jumlah dan irama pernapasan dalam batas normal
v Elektrolit, Hb, Hmt dalam batas normal
v pH urin dalam batas normal
v Intake oral dan intravena adekuat

NIC :
·         Pertahankan catatan intake dan output yang akurat
·         Monitor status hidrasi ( kelembaban membran mukosa, nadi adekuat, tekanan darah ortostatik ), jika diperlukan
·         Monitor hasillab yang sesuaidenganretensicairan (BUN ,Hmt , osmolalitasurin, albumin, total protein )
·         Monitor vital sign setiap 15menit – 1 jam
·         Kolaborasi pemberian cairan IV
·         Monitor status nutrisi
·         Berikan cairan oral
·         Berikan penggantian nasogatrik sesuai output (50 – 100cc/jam)
·         Dorong keluarga untuk membantu pasien makan
·         Kolaborasi dokter jika tanda cairan berlebih muncul meburuk
·         Atur kemungkinan tranfusi
·         Persiapan untuk tranfusi
·         Pasang kateter jika perlu
·         Monitor intake dan urin output setiap 8 jam


2.      Trimester Kedua
a.       Definisi
Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lhirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atu 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan dibagi dalam 3 triwulan yaitu triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, triwulan kedua dari bulan keempat sampai 6 bulan, triwulan ketiga dari bulan ketujuh sampai 9 bulan. Jadi ibu hamil trimester kedua yakni pada bulan keempat sampai keenam tepatnya pada minggu ke-14 sampai dengan minggu ke-24 kehamilan.
Kehamilan melibatkan perubahan fisik maupun emosional dari ibu serta perubahan sosial dalam keluarga, jarang seorang ahli medik terlatih yang begitu terlibat dalm kondisi yang biasanya sehat dan normal. Mereka menghadapi suatu tugas yang tidak biasa dalam memberikan dukungan pada ibu dan keluarganya dalam rencana menyambut anggota keluarga baru, memantu perubahan-perubahan fisik norml yang dialami ibu serta tumbuh kembang janin. Juga mendeteksi serta mentalaksanakan setiap kondisi yang tidak normal. Pada umumnya kehamilan berkembang dengan normal dan menghasilkan kelahiran bayi sehat cukup bulan melalui jalan lahir namun kadang-kadang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sulit diketahui sebelumnya bahwa kehamilan akan menjadi masalah. Sistem penilaian risiko tidak dapat memprediksi apakah ibu hamil akan bermasalah selama hamilnya. Oleh karena itu pelayanan / asuhan antenatal merupakan cara penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu hamil normal dan mendeteksi ibu dengan kehamilan normal.
b.      Perubahan Fisik Ibu Hamil Trimester Kedua
Uterus akan terus tumbuh. Pada usia kehamilan 16 minggu uterus biasanya berada pada pertengahan antara sispisis pubis dan pusat. Penambahan berat badan sekitar 0,4 – 0,5 kg/mg. Ibu mungkin akn mulai merasa banyak energi. Pada usia kehamilan 20 mg fundus berada dekat dengan pusat. Payudara mulai mengeluarkan kolostrum. Ibu merasakan gerakan bayinya dan juga mengalami perubahan yang normal pada kulitnya meliputi adanya kloasma, lineanigra dan striae gravidarum.
Adapun perubahan dari bulan ke bulan adalah sebagai berikut :
·         Minggu ke-16/bulan ke-4
Fundus berada di tengah antara simpisis dan pusat. Berat ibu bertambah 0,4-0,5 kg/mg selama sisa kehamiln dan mungkin mempunyai banyak energi. Sekresi vagina meningkat (tetpi normal jika tidak gatal, iritasi, tau berbau busuk). Teknan pada kandung kemih dan sering kencing berkurang.
·         Minggu ke-20/bulan ke-5
Fundus mencapai pusat. Payudara memulai sekresi kolostrum. Kantung ketuban menmpung 400 ml cairan. Rasa akan pingsan dan pusing mungkin terjadi, terutama jika posisi berubah secara mendadak. Varises pembuluh darh mungkin terjadi. Ibu merasakn gerakan janin. Areola bertambah gelap. Hidung tersumbat mungkin terjadi, kram pada kki mungkin ada, konstipasi mungkin dialami.
·         Minggu ke-24/bulan ke-6
Fundus di atas pusat. Sakit punggung dan kram pada kaki mungkin terjadi. Perubahan kulit bisa berupa striae gravidarum, chloasma, linea nigra dan jerawat. Mimisan dapat terjdi, mungkin mengalami gatal-gatal pada abdomen karena uterus membesar dan kulit meregang.
c.       Perubahan Psikologis Ibu Hamil Trimester Kedua
Trimester II biasanya adalah saat ibu merasa sehat. Tubuh ibu sudh terbiasa dengan kadar hormon yang lebih tinggi dan rasa tidak nyaman karena kehamilannya pun berkurang. Perut ibu belum terlalu besar sehingga belum dirsakan sebagai beban. Ibu sudah menerima kehamilannya dan mulai dapat menggunakan energi dan pikirannya secara lebih konstruktif. Pada trimester ini pula ibu mulai dapat merasakan gerakan janin (Quickening), dan ibu mulai merasakan kehadiran bayinya sebagai seseorang di luar dirinya sendiri. Banyak ibu yang merasa terlepas dari kecemasan dan rasa tidak nyaman seperti yang dirasakannya pada trimester I dan merasakan meningkatnya libido.
d.      Perkembangan Janin Pada Ibu Hamil Trimester Kedua
Minggu ke-14
Perkembangan Janin :
·         Sistem otot semakin kuat.
·          Sistem saraf mulai berfungsi.
·         Pembuluh darah mulai berkembang.
Minggu ke-15
            Perkembangan Janin :
·         Tangan mulai bisa mengepal.
·         Berat janin mencapai 200 gr.
·         Kaki sudah mulai menendang.
Minggu ke-16
            Perkembangan Janin :
·         Seluruh organ dan struktur tubuh telah terbentuk
·         Panjang janin 16 cm.
·         Kepala dominant, wajah terlihat seperti manusia.
Minggu ke-18
Perkembangan Janin :
·         Adanya lapisan lemak yang melindungi janin.
·         Rambut-rambut halus menutupi tubuh dan memelihara kelembaban kulit.
Minggu ke-19
Perkembangan Janin :
·         Tumbuh alis, bulu mata dan rambut.
Minggu ke-20
            Perkembangan Janin :
·         Janin mulai memiliki pola tidur secara teratur.
·         Janin mulai menendang, menghisap dan menggeliat.
Minggu ke-22
            Perkembangan Janin :
·         Kerangka berkembang dengan pesat.
Minggu ke-23
            Perkembangan Janin :
·         Kelopak mata mulai membuk dan menutup.
Minggu ke-24
            Perkembangan Janin :
·         Berat janin berkisar 700 sampai 800 gr.
·         Kulit kemerahan dan keriput.
·         Terbnetuk kelenjar keringat.

e.       Ketidaknyamanan Ibu Hamil Trimester Kedua
Ketidaknyamanan
Fisiologis
Pigmentasi yang mendalam, jerawat, kulit berminyak.
Melanocyt, stimulating hormon (dari pituitary anterior)
Spider nevi (Telangi ectasis) kelihatan selama trimester II/III pada leher, thorax, wajah dan lengan.
Jaring-jaring setempat sampai dengan arteriola (arteri terakhir) dari penambahan konsentrasi estrogen.
Erytema telapak tangan terjdi pada 50% wanita hamil, yang menyertai spider nevi.
Bercak kemerahan menyebar pada telapak tangan dan menutupi kulit yang berlebihan dan ujung jari yang disebabkan oleh faktor predisposisi genetis dan hyper estrogen.
Palpitasi
Tidak diketahui, tidak disertai oleh cardiacpersisten yang irregular
Supinehypotensi (syndroma aorta vena cava) dan bradicard.
Disebabkan oleh tekanan uterus yang hamil atas vena cava ascenden saat terlentang mengurangi aliran darah uterus-plasenta dan perfusi renal
Pusing dan sinkrope (orthostatik hypotensi) yang menetap selama hamil.
Vasomotor lability atau psotural hypotensi dari hormon, pada kehamilan yang terakhir mungkin disebabkan oleh vena yang statis pada extremitas bawah.
Makanan idaman
Penyebabnya tidak diketahui; idaman ditentukan oleh budaya / letak geografis.
Rasa panas dalam perut (pvrosis/acid indigestion), sensasi panas pada bagian bawah dada atau bagian atas abdomen, kadang-kadang dengan bersendawa sedikit naik rasa cairan.
Progesteron memperlambat motilitas gastrointestinal tract dan pencernaan membalikkan peristaltik; merelaxasi spincter cardiac; dan memperlambat waktu buang air besar, memindahkan isi perut ke atas dan ditekan oleh pembesaran uterus.
Konstipasi – Terjadi 50% pada semua wanita hamil
Motilitas gastrointestinal tract diperlambat oleh progesteron, akibat peningkatan resorbsi air dan pengeringan feces, tekanan intestinal karena semakin membesarnya uterus predisposisi konstipaso karena suplementasi zat besi oral.
Kembung dan bersendawa
Berkurangnya motilitas gastrointestinal akibat hormon, memberikan peluang bakteri untuk memproduksi gas; menelan udara.
Varices vens : yang diikuti sakit kaki dan kelemahan bisa menetap pada kaki dan vulva; hemorhaid adalah varices perianal.
-      Predisposisi hereditas : relaxasi otot halus dinding vena karena hormon yang menyebabkan vasocongestion pelvic; kondisi ini diperberat oleh pembesaran uterus, hamil dan gerakan bowel usus kebawah.
-      Sakit kepala
-      Ketegangan emosional (biasanya lebih dari vasculer migrain headache) nyeri mata (kelainan refraksi)vasculer engorgement dan sumbatan sinus dari stimulasi hormone
-      Carpal tunnel syndrom (antara lain : ibu jari, jari kedua dan jari ketiga, sisi lateral jari kelingking)
-      Tekanan syaraf median karena perubahan dalm jaringan mengelilinginya, nyeri, mati rasa, rasa gatal, panas, kehilangan kemampuan gerak (mengetik) menjatuhkan benda.
-      Mati rasa periodik, jari gatal (acrodysesthesia) 5% dari wanita hamil
-      Syndroma traksi flexus brachial dari terasa berat pada bahu selama hamil (khususnya malam dan pagi hari)
Nyeri sekitar ligamen (kelemahan)
-      Ligamen yang menciut / tertekan disebabkan oleh pembesaran uterus.
-      Nyeri sendi, pinggang dan tekanan pelvic, hypermobilitas sendi.
-      Relaxasi sendi symfisis da sakroiliaka karena hermonal, akibatnya peivic tidak stbil, lengkung cervicothoracis dan lumbar yang berlebihan karena perubahan pada pusat grafitasi dari pembesaran perut.

f.       Asuhan Keperawatan
1.      Pengkajian maternal
a.         Pada setiap kunjungan ibu ditanyakan secara ringkas kejadian sejak kunjungan sebelumnya. Dia ditanyakan mengenai emosional secara umum dan kesehatan psikologis, keluhan atau permasalahan atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan terhadap masalah yang dihadapi.
b.         Pemeriksaan Fisik
Pada setiap kunjungan, pola dan pernafasan dihitung / diperiksa / diukur: tekanan darah (lengan kanan, sambil duduk, diperiksa juga berat badan apakah bertambah atau tetap atau berkurang) apakah cocok dengan rencana.
c.         Tes Laboratorium
Test laboratorium, rutin, selama trimester kedu dibatasi. Suatu pegangan yang baik. Spesimen urine digunakan untuk mendeteksi kadar glukosa, aceton, lbumin/protein, RBCs, dan leukosytes. Wanita hamil mungkin menglami glykosuria (untuk ulangan, lihat nutrient excreation). Urine untuk culture dan sensivitas, sama dengan darah sample, didapatkan hanya jika ada tanda-tanda dan gejala yang didapatkan. Hematocrit (HCT) atau packed Cell Volume (PCU) ditentukan pada setiap kunjungan dalam beberapa tempat/kali.
d.       Pengkajian Fetal
Tinggi fundus selama trimester kedu, urgan uterus menjadi lebih besar. Pengukuran tinggi uterus di atas symphysis pubis dijadikan sebagai indikator kemajuan pertumbuhan janin. Juga memberikan petunjuk yang jelas terhadap lamanya kehmilan. Pita lunak atau pelvimeter bisa digunakan untuk mengukur tinggi fundus uteri. Tinggi fundus diukur dari puncak/titik symshisis pubis sampai ujung/puncak fundus uteri tanpa ujung belakang uterus.
Pengukuran tinggi fundus membantu mengidentifiksi faktor-faktor resiko tinggi. Tepatnya/turunnya tinggi fundus uteri menunjukkan Intrauterin Growth Retadation (IURG)/ pertumbuhan dalam rahim yang terlambat, dan pertambahan yang berlebihan biasanya kehamilan multifetal atau hydramnion. Diantara faktor-faktor yang mempengaruhi akurasi pengukuran adalah obesitas. (kurangi 1 cm dari ukuran jika berat ibu 90 kg [200 pounds atau lebih]), jumlah cairan amnion, kehamilan multifetal, ukuran bayi dan letak bayi dan letak uterus.
e.        Tanda-Tanda Peringatan Trimester Ii
Tanda-Tanda / Gejala
-      Menetap, kadang-kadang muntah.
-      Keluar cairan dari vagina, bleeding, cairan, amnion.
-      Demam, panas, kencing panas, diare.
-      Perubahan gerakan janin. Tak ada gerakan janin setelah gerakan lebih cepat, ada perubahan yang tidak biasa dalam jumlah atau polanya.
Kemungkinan Penyebab
Hypertensi gravidarun.
-     
       Membran pecah sebelum waktunya, keguguran.
-      Infeksi.

 Janin beresiko atau intrauteris fetal death (IUFD)

2.      Diagnosa dan Intervensi trimester kedua
a.       Gangguan body image berhubungan dengan penyakit kronis.
Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi
Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil
Intervensi
Gangguan body image berhubungan dengan:
Biofisika (penyakit kronis), kognitif/persepsi (nyeri kronis), kultural/spiritual, penyakit, krisis situasional, trauma/injury, pengobatan (pembedahan, kemoterapi, radiasi)

NOC:
v Body image
v Self esteem
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama …. gangguan body image
pasien teratasi dengan kriteria hasil:
v Body image positif
v Mampu mengidentifikasi kekuatan personal
v Mendiskripsikan secara faktual perubahan fungsi tubuh
v Mempertahankan interaksi sosial

NIC :
Body image enhancement
-          Kaji secara verbal dan nonverbal respon klien terhadap tubuhnya
-          Monitor frekuensi mengkritik dirinya
-          Jelaskan tentang pengobatan, perawatan, kemajuan dan prognosis penyakit
-          Dorong klien mengungkapkan perasaannya
-          Identifikasi arti pengurangan melalui pemakaian alat bantu
-          Fasilitasi kontak dengan individu lain dalam kelompok kecil

b.      Pola Nafas tidak efektif berhubungan dengan Hiperventilasi, Penurunanenergi/kelelahan, Perusakan/pelemahan muskulo-skeletal.
Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi
Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil
Intervensi
Pola Nafas tidak efektif berhubungan dengan :
-    Hiperventilasi
-    Penurunan energi/kelelahan
-    Perusakan/pelemahan muskulo-skeletal
-    Kelelahan otot pernafasan
-    Hipoventilasi sindrom
-    Nyeri
-    Kecemasan
-    Disfungsi Neuromuskuler
-    Obesitas
-    Injuri tulang belakang

NOC:
vRespiratory status : Ventilation
vRespiratory status : Airway patency
vVital sign Status

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama ………..pasien menunjukkan keefektifan pola nafas, dibuktikan dengan kriteria hasil:
vMendemonstrasikan batuk efektif dan suara nafas yang bersih, tidak ada sianosis dan dyspneu (mampu mengeluarkan sputum, mampu bernafas dg mudah, tidakada pursed lips)
vMenunjukkan jalan nafas yang paten (klien tidak merasa tercekik, irama nafas, frekuensi pernafasan dalam rentang normal, tidak ada suara nafas abnormal)
vTanda Tanda vital dalam rentang normal (tekanan darah, nadi, pernafasan)
NIC:
·    Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi
·    Pasang mayo bila perlu
·    Lakukanfisioterapi dada jikaperlu
·    Keluarkansekretdenganbatukatausuction
·    Auskultasisuaranafas, catatadanyasuaratambahan
·    Berikanbronkodilator :
-…………………..
…………………….
·    BerikanpelembabudaraKassabasahNaClLembab
·    Aturintakeuntukcairanmengoptimalkankeseimbangan.
·    Monitor respirasi dan status O2
v Bersihkan mulut, hidung dan secret trakea
v Pertahankan jalan nafas yang paten
v Observasi adanya tanda tanda hipoventilasi
v Monitor adanya kecemasan pasien terhadap oksigenasi
v Monitor  vital sign
v Informasikan pada pasien dan keluarga tentang tehnik relaksasi untuk memperbaiki pola nafas.
v Ajarkan bagaimana batuk efektif
v Monitor pola nafas    


c.       Kurang Pengetahuan berhubungan dengan keterbatasan kognitif, interpretasi terhadap informasi yang salah, kurangnya keinginan untuk mencari informasi, tidak mengetahui sumber-sumber informasi.
Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi
Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil
Intervensi
Kurang Pengetahuan
Berhubungan dengan : keterbatasan kognitif, interpretasi terhadap informasi yang salah, kurangnya keinginan untuk mencari informasi, tidak mengetahui sumber-sumber informasi.



NOC:
v Kowlwdge : disease process
v Kowledge : health Behavior
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama …. pasien menunjukkan pengetahuan tentang proses penyakit dengan kriteria hasil:
v Pasien dan keluarga menyatakan pemahaman tentang penyakit, kondisi, prognosis dan program pengobatan
v Pasien dan keluarga mampu melaksanakan prosedur yang dijelaskan secara benar
v Pasien dan keluarga mampu menjelaskan kembali apa yang dijelaskan perawat/tim kesehatan lainnya
NIC :
·       Kaji tingkat pengetahuan pasien dan keluarga
·       Jelaskan patofisiologi dari penyakit dan bagaimana hal ini berhubungan dengan anatomi dan fisiologi, dengan cara yang tepat.
·       Gambarkan tanda dan gejala yang biasa muncul pada penyakit, dengan cara yang tepat
·       Gambarkan proses penyakit, dengan cara yang tepat
·       Identifikasi kemungkinan penyebab, dengan cara yang tepat
·       Sediakan informasi pada pasien tentang kondisi, dengan cara yang tepat
·       Sediakan bagi keluarga informasi tentang kemajuan pasien dengan cara yang tepat
·       Diskusikan pilihan terapi atau penanganan
·       Dukung pasien untuk mengeksplorasi atau mendapatkan second opinion dengan cara yang tepat atau diindikasikan
·       Eksplorasi kemungkinan sumber atau dukungan, dengan cara yang tepat


3.      Trimester Ketiga
a.       Definisi
Trimester tiga adalah priode kehamilan tiga bulan terakhir/ sepertiga masa kehamilan terakhir.(Farrer, 1999)
Trimester tiga merupakan periode kehamilan dari bulan ketujuh sampai sembilan bulan (28-40 minggu).
b.      Pertumbuhan Dan Perkembangan Janin
Minggu 24 – 27
·         kulit tumbuh pesat dan terlihat merah dan keriput
·         mata terbuka, bulu mata, dan kelopak mata terbentuk
·         janin dapat hidup pada usia 27 minggu
Minggu 28 – 31
·         lemak sub kutan disimpan
·         jika janin lahir saat ini dengan paru-paru imatur, respiratory distress syndroma (RSD) dapat terjadi
Minggu 32 – 36
·         berat janin menetap
·         lanugo menghilang tetapi masih ada bekasnya di kepala
·         kuku jari tumbuh
·         janin mempunyai kemampuan yang cukup baik jika lahir dalam minggu-minggu ini.
Minggu 37 – 40
·         lemak sub kutan tetap dibentuk dan disekeliling janin menjadi menggumpal
·         kuku jari tangan dan kaki terbebtuk sempurna dan melampaui ujung jari tangan dan kaki
·         testis turun ke arah scrotum
·         tengkorak berkembang sempurna dan lebih besar dari bagian tubuh
c.       Tanda Subjektif Dan Objektif Kehamilan Trimester Tiga
1)      Tanda Subjektif
a.       29-33 minggu
·         Fatigue
·         ansietas tentang masa depan
·         mimpi buruk
·         penurunan keinginan seksual karena ketidaknyamanan fisik
b.      34-38 minggu
·         sakit punggung, perubahan gaya berjalan
·         ketidaksabaran untuk mengakhiri kehamilan
·         perasaan buaian tentang masa depan yang ambivalen
c.       sebelum kelahiran
·         lightening atau tanda dini dimulainya persalinan
·         sakit perut bagian bawah
2)      Tanda Objektif
a.       29-33 minggu
·         rasa panas dalam perut disebabkan tekanan uterus, mild hiatus hernia dan muntahan asam perut ke dalam esophagus
·         kontaraksi Braxton-Hick (kontraksi tidak teratur rahim dan tanpa nyeri sepanjang kehamilan sehingga dapat membantu sirkuladsi darah dalam plasenta) mungkin terjadi
·         fundus terletak diantara umbilikus dan xipoid
b.      34-38 minggu
·         Heartburn (pirosis, nyeri dada)
Pirosis merupakan perasaan nyeri di dada, karena masuknya isi lambung ke dalam esophagus bagian bawah. Keluhan sering ditemukan dalam kehamilan, terutama dalam posisi tengkurap atau menelan suatu makanan tertentu atau obat.
·         Konstipasi
Konstipasi sering terjadi dan disebabkan oleh penurunan motilitas usus sehingga memerlukan waktu lebih lama untuk menyerap cairan. Demikian pula usus dapat saling berdesakan akibat tekanan dari uterus yang membesar
·         Vena varikosa (varicose veins)
Vena varikosa (varicose veins) mengakibatkan lemahnya dinding vena atau cacatnya fungsi katup. Sirkulasi yang buruk di ekstremitas bawah merupakan predisposisi wanita terkena vena varikosa (varicose veins) di kaki dan paha juga lamanya berdiri atau duduk. Penatalaksanaan dengan metode pembedahan dan injeksi tidak dianjurkan selama kehamilan.
·         Edema kaki
Sebagian besar wanita menunjukkan edema pada kaki di akhir kehamilan, karena peningkatan kesulitan pengembalian darah vena dari ekstremitas bawah. Lamanya duduk dan udara yang panas meningkatkan terjadinya edema. Edema kaki menjadi perhatian ketika disertai hipertensi atau proteinuria
·         Haemoroid (wasir)
Haemoroid dapat menonjol keluar anus. Wasir yang kecil kadang tidak menimbulkan keluhan, sedang yang besar sering menimbulkan keluhan bahkan dapat menimbulkan komplikasi hebat, yaitu rasa nyeri, serta perdarahan pada saat buang air, serta ada sesuatu yang keluar dari anus
c.       Sebelum kelahiran
Fundus ada di bawah diafragma sampai kepala janin masuk kedalam rongga panggul, kemudian perut kelihatan maju ke depan.
d.      Komplikasi Kehamilan Trimester Tiga (28-40 Minggu)
1)      Persalinan Prematuritas
Persalinan prematuritas (prematur) dimaksudkan dengan persalinan yang terjadi diantara umur kehamilan 29-36 minggu, dengan berat badan lahir kurang dari 2,5 kg. Persalinan prematuritas merupakan masalah besar karena berat janin kurang dari 2,5 kg dan umur kurang dari 36 minggu, maka alat-alat vital belum sempurna.
Sebab persalinan prematuritas :
a.       Hamil dengan perdarahan, kehamilan ganda
b.      kehamilan disertai komplikasi (preeklamsia, dan eklamsia)
c.       kehamilan dengan komplikasi penyakit ibu (hipertensi, penyakit ginjal, penyakit jantung, dsb). Keadaan gizi yang rendah disertai kurang darah, lapisan dalam lahir yang kurang subur karena jarak hamil terlalu pendek.
2)      Kehamilan Ganda (Kembar)
Beberapa pengaruh yang merugikan ibu yang hamil ganda :
a.       Pengaruh hamil ganda terhadap ibu :
Diperlukan gizi yang lebih banyak, sehingga tumbuh kembang janin mencapai cukup bulan, pada hamil muda sering terjadi keluhan yang lebih hebat, ibu sering cepat lelah, sering terjadi penyulit hamil (hidramnion, preeklamsia, dan eklamsia), pada saat persalinan dijumpai kesulitan.
b.      Pengaruh hamil ganda terhadap janin :
Dapat terjadi persalinan prematuritas, dapat terjadi janin dengan anemia atau BBLR, setelah persalinan anak pertama dapat terjadi pelepasan plasenta sebelum waktunya dan membahayakan janin ke dua.
3)      Kehamilan Dengan Perdarahan
Perdarahan pada kehamilan memberikan dampak yang membahayakan ibu dan janin dalam kandungan. Perdarahan yang dapat membahayakan dan berhubungan dengan trimester ketiga adalah mengalami perdarahan plasenta previa, perdarahan solusio plasenta, perdarahan dari pecahnya sinus marginalis dan perdarahan dari pecahnya vasa previa.
4)      Kehamilan Dengan Ketuban Pecah Dini
Pecahnya selaput janin memberikan pertanda bahaya dan memberi kesempatan infeksi langsung pada janin. Disamping itu, gerak janin makin terbatas, sehingga pada kehamilan kecil mungkin dapat terjadi deformitas. Oleh karena itu bila berhadapan dengan kehamilan dengan mengeluarkan air apalagi belum cukup bulan harus segera datang kerumah sakit dengan fasilitas yang memadai.
5)      Kehamilan dengan kematian janin dalam rahim
Penyebab kematian janin dalam rahim:
a.       kehamilan diatas umur hamil 36 minggu pada ibu dengan diabetes melitus
b.       mungkin terjadi lilitan tali pusat yang mematikan
c.       terjadi simbol tali pusat
d.      gangguan nutrisi menjelang kehamilan cukup bulan
e.       kehamilan dengan perdarahan
f.       kehamilan lewat waktu lebih dari 14 hari
6)      Kehamilan Lewat Waktu Persalinan (Senotinus)
Beberapa kerugian dan bahaya kehamilan lewat waktu:
a.       Janin yang kekurangan nutrisi dan oksigen, akan mengalami pengrusakan diri sendiri, dengan metabolisme jaringan lemak bawah kulit sehingga tampak tua dan keriput, sebagai gejala janin dengan hasil lewat waktu
b.      air ketuban yang makin kental, akan sulit dibersihkan, sehingga dapat menimbulkan gangguan pernafasan saat kelahirannya.
c.       Bila gangguan terlalu lama dan berat, janin dapat meninggal dalam rahim
d.      Mungkin plasenta cukup baik tumbuh kembangnya sehingga dapat memberikan nutrisi cukup dan janin menjadi lebih besar
e.       Dengan makin besarnya janin dalam rahim memerlukan tindakan operasi persalinan
f.       Kerugian pada ibu tidak terlalu besar, kecuali kemungkinan persalinan dengan tindakan operasi seperti induksi persalinan sampai dengan sesio sesarea
7)      Kehamilan Dengan Preeklamsia Dan Eklamsia
Gejala klinik preeklamsia ringan :
a.       tekanan darah sekitar 140/90 atau kenaikan tekanan darah 30 mmHg untuk sistolik 15 mmHg untuk diastolik dengan interval pengukuran selama 6 jam
b.      terdapat pengeluaran protein dalam urin 0,3 gr/literatau kualitatif +1,-+2
c.       edema (bengkak kaki, tangan, atau lainnya)
d.      kelainan berat badan lebih dari 1 kg/minggu
Gejala preeklamsi berat (kelanjutan preeklamsia ringan) :
a)      tekanan darah 160/110 mmHg atau lebih
b)      pengeluaran protein dalam urine lebih dari sekitar 5 gr/24 jam
c)      terjadi penurunan produksi urin kurang dari 400 cc/24 jam
d)     terdapat edema paru dan sianosis dan terasa sesak napas.
e)      Terdapat gejala subjektif (sakit kepala, gangguan penglihatan, nyeri dibagian daerah perut atas)

e.       Asuhan Keperawatan
1)      Pengkajian
a.       ketidaknyamanan dan status pernapasan
b.      adanya nyeri
c.       riwayat penyakit
d.      edema
e.       kaji pola seksual
f.       kaji respon penurunan pola tidur
g.      kaji persiapan persalinan, kelahiran, dan kedatangan bayi baru lahir
2)      Diagnosa Keperawatan dan Intervensi Keperawatan Trimester III
a.       Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang pengalaman, kesalahan interpretasi informasi
Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi
Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil
Intervensi
Kurang Pengetahuan
Berhubungan dengan : keterbatasan kognitif, interpretasi terhadap informasi yang salah, kurangnya keinginan untuk mencari informasi, tidak mengetahui sumber-sumber informasi.



NOC:
v Kowlwdge : disease process
v Kowledge : health Behavior
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama …. pasien menunjukkan pengetahuan tentang proses penyakit dengan kriteria hasil:
v Pasien dan keluarga menyatakan pemahaman tentang penyakit, kondisi, prognosis dan program pengobatan
v Pasien dan keluarga mampu melaksanakan prosedur yang dijelaskan secara benar
v Pasien dan keluarga mampu menjelaskan kembali apa yang dijelaskan perawat/tim kesehatan lainnya
NIC :
·       Kaji tingkat pengetahuan pasien dan keluarga
·       Jelaskan patofisiologi dari penyakit dan bagaimana hal ini berhubungan dengan anatomi dan fisiologi, dengan cara yang tepat.
·       Gambarkan tanda dan gejala yang biasa muncul pada penyakit, dengan cara yang tepat
·       Gambarkan proses penyakit, dengan cara yang tepat
·       Identifikasi kemungkinan penyebab, dengan cara yang tepat
·       Sediakan informasi pada pasien tentang kondisi, dengan cara yang tepat
·       Sediakan bagi keluarga informasi tentang kemajuan pasien dengan cara yang tepat
·       Diskusikan pilihan terapi atau penanganan
·       Dukung pasien untuk mengeksplorasi atau mendapatkan second opinion dengan cara yang tepat atau diindikasikan
·       Eksplorasi kemungkinan sumber atau dukungan, dengan cara yang tepat

b.      Gangguan pola tidur berhubungan dengan perubahan pada tingkat aktifitas, stres, psikologi, ketidakmampuan untuk mempertahankan kenyamanan.




Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi
Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil
Intervensi
Gangguan pola tidur berhubungan dengan:
-     Psikologis : usia tua, kecemasan, agen biokimia, suhu tubuh, pola aktivitas, depresi, kelelahan, takut, kesendirian.
-     Lingkungan : kelembaban, kurangnya privacy/kontrol tidur, pencahayaan, medikasi (depresan, stimulan),kebisingan.
Fisiologis : Demam, mual, posisi, urgensi urin.
NOC:
v Anxiety Control
v Comfort Level
v Pain Level
v Rest : Extent and Pattern
v Sleep : Extent ang Pattern
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama …. gangguan pola tidur pasien teratasi dengan kriteria hasil:
v Jumlah jam tidur dalam batas normal
v Pola tidur,kualitas dalam batas normal
v Perasaan fresh sesudah tidur/istirahat
v Mampu mengidentifikasi hal-hal yang meningkatkan tidur

NIC :
Sleep Enhancement
-          Determinasi efek-efek medikasi terhadap pola tidur
-          Jelaskan pentingnya tidur yang adekuat
-          Fasilitasi untuk mempertahankan aktivitas sebelum tidur (membaca)
-          Ciptakan lingkungan yang nyaman
-          Kolaburasi pemberian obat tidur


H.    PENGATURAN NUTRISI IBU DAN JANIN
1.      Pengertian status gizi
Status gizi adalah ukuran keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi untuk anak yang diindikasikan oleh berat badan dan tinggi badan anak.
Status gizi juga didefinisikan sebagai status kesehatan yang dihasilkan oleh keseimbangan antara kebutuhan dan masukan nutrient. Penelitian status gizi merupakan pengukuran yang didasarkan pada data antropometri serta biokimia dan riwayat diit (Beck. 2000:1).
2.      Manfaat Nutrisi
a.       Nutrisi untuk pertumbuhan.
Dengan makanan bergizi, tubuh manusia tumbuh dan dipelihara. Semua organ tubuh dapat berfungsi dengan baik. Bagian tubuh yang rusak diganti. Kulit dan rambut terus berganti, sel – sel tubuh terus bertumbuh. Sel-sel tubuh memasak dan mengolah zat makanan yang masak agar zat makanan dapat dipakai untuk pekerjaan tubuh
b.      Makanan sebagai suku cadang.
Dengan makanan bergizi, tubuh manusia tumbuh dan dipelihara. Semua organ tubuh dapat berfungsi dengan baik. Bagian tubuh yang rusak diganti. Kulit dan rambut terus berganti, sel – sel tubuh terus bertumbuh. Sel-sel tubuh memasak dan mengolah zat makanan yang masak agar zat makanan dapat dipakai untuk pekerjaan tubuh. Untuk itu, setelah sakit kita perlu banyak makan makanan bergizi. Begitu juga untuk yang menjalani operasi atau yang baru melahirkan.
c.       Makanan sebagai bensin tubuh.
Makanan juga dibutuhkan untuk melakukan kegiatan sehari-hari seperti mandi, menyapu, juga berkebun. Dalam keadaan tidurpun tubuh tetap membutuhkan tenaga untuk bernafas, degup jantung, serta tenaga memasak zat makanan dan memakainya. Namun, makanan perlu diatur agar sesuai dengan kebutuhan tubuh. Jumlahnya harus memadai, dan mutunya sesuai dengan kebutuhan sehari-hari (Nadesul, 1995 : 68).
3.      Cara Pengukuran Status Gizi
Kenaikan berat badan ibu hamil secara tepat tidak diketahui. Hal ini diketahui bahwa kenaikan berat badan ibu selama kehamilan memberikan kontribusi yang sangat penting bagi proses dan output persalinan. Peningkatan berat badan yang adekuat akan memperkecil terjadinya resiko terjadinya persalinan small gestational age (SGA) atau preterm.Kebutuhan peningkatan berat badan untuk setiap wanita berbeda-beda. Faktor yang mempengaruhi besarnya kebutuhan berat badan ditentukan oleh tinggi badan dan berat badan, apakah wanita tersebut memiliki berat badan normal, kurang atau lebih sebelum kehamilan. Metode yang biasa digunakan dalam menentukan kondisi berat badan dan tinggi badan adalah body mass index (BMI). Formula ini digunakan untuk menghitung BMI adalah
BMI = Berat/Tinggi2
BMI dapat diintepretasikan dalam kategori sebagai berikut :
a.       Kurang dari 19,8 adalah berat kurang atau rendah
b.      19,8 sampai dengan 26,0 normal
c.       26,0 sampai dengan 29 adalah berat lebih atau tinggi
d.      Lebih dari 29 obesitas.
Wanita dengan kategori rendah, peningkatan berat badan idealnya saat hamil adalah 12,5 sampai dengan 18 kg. Sedangkan untuk wanita dengan BMI normal, peningkatan berat badan idealnya pada saat hamil adalah 11,5 sampai dengan 16 kg dan untuk wanita dengan BMI yang lain, peningkatan berat badannya antara 7 sampai dengan 11,5. Remaja disarankan untuk meningkatkan berat badannya lebih dari porsi yang ditetapkan karena ditakutkan jika mengikuti porsi diatas maka janinnya kecil. Remaja yang mengalami sakit selama 2 – 3 tahun setelah memperoleh haid pertamanya diperkirakan memiliki resiko tinggi disebabkan oleh permasalahan nutrisi karena telah ditetapkan bahwa ibu dan janin memliki ketergantungan pada nutrisi.Telah ditemukan bukti bahwa wanita yang memiliki usia sampai dengan 19 tahun kebutuhan nutrisinya pada saat kehamilan harus sangat diperhatikan terutama melalui bimbingan. Wanita dengan tinggi badan kurang dari 157 cm kenaikan berat badannya disarankan mendekati batas bawah kenaikan berat badan yang direkomendasikan untuk mengurangi meningkatnya resiko akibat timbulnya komplikasi yang sifatnya mekanis.
Untuk kehamilan kembar pada saat ini belum ditemukan rekomendasi yang sesuai dengan menggunakan dasar BMI. Pada kehamilan kembar untuk memperoleh hasil yang terbaik disarankan untuk menaikan berat badan sebesar 20 kg (Wong, 1997 : 180).
4.      Pola Kenaikan berat badan
Kenaikan berat badan memegang peranan penting dalam kehamilan. Kenaikan berat badan rendah pada awal kehamilan akan menyebabkan terjadinya SGA pada janin. Kenaikan berat badan yang tidak adekuat pada setengah akhir kehamilan berdasarkan hasil pengamatan menunjukan terjadinya kelahiran preterm. Resiko ini ditemukan waupun pada akhir kemilan dicapai sesuai dengan range yang direkomendasikan.
Kenaikan berat badan optimal tergantung pada tahapan kehamilan. Pada trimester pertama dan kedua kenaikan berat badan banyak disebabkan oleh kenaikan organ pendukung kehamilan, sedangkan pada trimester ketiga yang mempengaruhi kenaikan berat badan adalah pertumbuhan janin. Pada trimester kenaikan berat badan rata-rata adalah antara 1 sampai dengan 2 kg pada wanita. Untuk trimester kedua dan ketiga pada wanita dengan berat badan normal kenaikannya diharapkan 0,4 kg per minggu. Untuk wanita dengan berat badan lebih, kenaikan berat badannya adalah 0,3 kg dan untuk wanita dengan berat badan kurang kenaikannya adalah 0,5. Untuk asupan kalori pada trimester pertama diharpakan tidak ada perubahan dari kebiasaan, pada trimester kedua dan ketiga asupan kalorinya harus dinaikan sebesar 300 kkal per hari lebih dari biasanya. Kenaikan ini dapat dicapai dengan mudah melalui asupan susu, yogurt, atau keju, buah-buahan, sayuran, sereal, nasi atau roti.
Sebuah bagan disusun untuk memonitor perkembangan kenaikan berat badan selama kehamilan untuk wanita dengan berat badan normal, kurang atau lebih. Kenaikan berat badan dicatakan sesuai dengan hasil pengukuran. Setiap ibu hamil diharapkan dapat mengerti pola peningkatan berat badan dan kenaikan berat badan yang direkomendasikan. Untuk meningkatkan pengendalian kenaikan berat badan sangath membutuhkan peran ibu hamil sendiri dalam memantau kenaikan berat badannya danb berusaha memenuhi kenaikan berat badan sesuai dengan yang direkomendasikan oleh BMI.
Kenaikan berat badan yang tidak adekuat (kurang dari 1 kg perbulan untuk wanita normal, 0,5 kg perhari untuk wanita dengan berat badan kurang) atau kenaikan berat badan berlebih (3 kg / bulan) harus segera memperoleh perhatian. Kemungkinan penyimpangan dari berat yang direkomendasikan diantaranya adalah kesalahan pengukuran, kesalahan pencatatan, pengaruh berat pakaian, dan terjadinya akumulasi cairan. Kenaikan berat badan yang terlalu tinggi disebabkan oleh akumulasi cairan, kenaikannya lebih dari 3 kg perbulan, terutama setelah 21 minggu usia kehamilan, dan dapat menyebabkan terjadinya hipertensi (Wong, 1997 : 180). Penelitian yang dilakukan oleh Yudomustopo (2007) menunjukkan adanya hubungan antara hipertensi dengan terjadinya persalinan preterm, dimana pada 68% ibu yang menderita hipertensi, mengalami persalinan preterm.

5.      Gizi pada Ibu Hamil
Agar perkembangan janin berjalan dengan baik, dan ibu hamil dapat menjalani hari-hari kehamilannya dengan sehat, makan konsumsi ibu hamil harus mengandung gizi sebagai berikut:
a.       Kalori
Selama kehamilan konsumsi kalori haruslah bertambah dikisaran 300-400 kkal perharinya. Kalori yang di dapat haruslah berasal dari sumber makanan yang bervariasi, dimana pola makan 4 sehat 5 sempurna harus sebagai acuannya. Baiknya, 55% kalori di peroleh dari umbi-umbian serta nasi sebagi sumber karbohidrat, lemak baik nabati maupun hewani sebanyak 35%, 10% dari protein dan sayuran serta buahan bisa melengkapi.
b.      Asama Folat.
Janin sangat membutuhkan asam folat dalam jumlah banyak guna pembentukan sel dan sistem syaraf. Selama trimester pertama janin akan membutuhkan tambahan asam folat sebanyak 400 mikrogram per harinya. Jika janin mengalami kekurangan akan asam folat, maka hal ini akan membuat perkembangan janin menjadi tidak sempurna dan dapat membuat janin terlahir dengan kelainan seperti mengalami anenchephaly (tanpa batok kepala), mengalami bibir sumbing dan menderita spina bifda (kondisi dimana tulang belakang tidak tersambung). Asam folat yang bisa di dapat pada buah-buahan, beras merah dan sayuran hijau.
c.       Protein
Selain menjadi sumber bagi kalori dan zat pembangun, pembentukan darah dan sel merupakan salah satu fungsi protein. Protein dibutuhkan oleh ibu hamil dengan jumlah sekitar 60 gram setiap harinya atau 10 gram lebih banyak dari biasanya. Protein bisa didapatkan dari kacang-kacangan, tempe, putih telur, daging dan tahu.
d.      Kalsium
Berfungsi dalam pertumbuhan dan pembentukan gigi dan tulang janin. Dengan ada kalsium yang cukup selama kehamilan, ibu hamil dapat terhindar dari penyakit osteoporosis. Kenapa hal ini bisa terjadi? karena jika ibu hamil tidak memiliki kalsium yang cukup, maka kebutuhan janin akan kalsium akan diambil dari tulang ibunya. Susu dan produk olahan lainnya merupakan sumber kalsium yang baik, selain kalsium, susu memiliki kandungan vitamin lain yang dibutuhkan ibu hamil, seerti vitamin A, Vitamin D, Vitamin B2 vitamin B3 dan vitamin C. Selain dari susu, kacang-kacangan dan sayuran hijau merupakan sumber kalsium yang baik juga.
e.        Zat Besi.
Berfungsi di dalam pembentukan darah terutama membentuk sel darah merah hemoglobin dan mengurangi resiko ibu hamil terkena anemia. Zat besi akan diperlukan pada saat kehamilan memasuki usia 20 minggu. Kebutuhan akan zat besi sebanyak 30 mg per harinya. Zat besi dapat diperoleh pada hati, daging atau ikan.
f.       Vitamin C
Tubuh ibu hamil memerlukan vitamin C guna menyerap zat besi. Selain itu vitamin C sangat baik guna kesehatan gusi dan gigi. Fungsi lain dari vitamin C adalah melindungi jaringan dari organ tubuh dari bberbagai macam kerusakan serta memberikan otak berupa sinyal kimia, hal terjadi karena vitamin C banyak mengandung antioksidan.
g.      Vitamin D
Dapat meneyerap kalsium sehingga sangat bermanfaat dalam pembentukan dan pertumbuhan tulang bayi. Vitamin D dapat di dapat dari sumber makanan, susu, kuning telur atau hati ikan.
h.      Vitamin A
Sangat bermanfaat bagi pemeliharaan fungsi mata, pertumbuhan tulang dan kulit. Selain itu vitamin A juga berfungsi sebagai imunitas dan pertumbuhan janin. Namun meskiun vitamin A sangat dibutuhkan oleh ibu hamil, namun jangan samapi berlebih dalam mengkonsumsinya, karena jika ibu hamil mengalami kelebihan vitamin A hal ini dapat membuat janin terganggu pertumbuhannya.

BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intrauterin mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan. Kehamilan matur berlangsung  ± 40 minggu dan tidak boleh lebih dari 42 minggu (Wiknjosastro, 1996).
Proses fisiologis dari kehamilan meliputi:
1.      Ovulasi
2.      Spermatozoa
3.      Proses nidasi atau implantasi
4.      Konsepsi

B.     SARAN
Dengan selesainya makalah ini disusun, penulis berharap pembaca dapat mempelajari dan memahami tentang gangguan sistem perkemihan batu ginjal. Penulis juga mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun, sehingga penulis dapat menjadi lebih baik untuk masa yang akan datang dalam penyusunan makalah.