“.................
fikirkupun melayang....
Hooooo
dahulu penuh kasih ..teringat semua cerita orang .,,,tentang riwayat ku....
Kata
mereka diriku selalu di manjaa...kata mereke diri ku selalu di timang...
Oooh
bunda ada dan tiada diri mu kan selalu ada di dalam hati ku.........”
Sebuah lagu pun mengantarkan aku dalam mimpi
yang indah.Dan akhirnyapun aku terlelap.
Aku teringan kisah beberapa tahun yang lalu.
Dimana seorang ibu yang selalu ada untukku, yang selalu memberikan yang terbaik
untukku. Belaian tangan dan pelukan nya yang begitu hangat dapat meredam rasa gundah, sedih dan kadang
dapat sebagai penawar rasa sakit.
Ibu..... malam ini aku benar-benar sangat
merindukan mu.
Ibu, begitu besar pengorbanan mu untuk kami
anak-anakmu. Maafkan aku ibu jika untuk saat ini aku belum bisa membuat mu
bangga. Aku berjanji pada mu suatu saat nanti aku akan membahagiakan mu. Aku
akan memberikan yang terbaik untuk keluarga kita.
Ibu pergi ketika aku masih duduk di bangku
sekolah dasar. Dimana aku sendiri belum mengerti arti sebuah kematian. Semenjak
kepergian ibunda tercinta akulah yang menjadi pengganti ibu bagi kedua
adik-adikku. Harus mempersiapkan semua kebutuhan adikku yang masih kecil-kecil.
sementara itu aku juga haru sekolah. Dan aku juga harus bekerja untuk keperluan
sehari-hari kami. Karena gaji ayah tidak mencukupi untuk semua kebutuhan kami.
Ayahku hanyalah seorang tukang bangunan yang gajinyapun tidak seberapa. Tapi
bagiku ayahku adalah orang sangat kuat.dan ayah adalah orang yang sangat hebat.
Dan ayah adalah segala-galanya bagiku. Ayah begitu sabar menjaga kami dan
merawat ibu yang bertahun-tahun sakit. Aku tidak pernah menyesal lahir dari
keluarga sederhana ini. Aku bahagia bersama mereka.
Disekolah , aku berjualan kue. Dan aku juga
pernah bekerja ditempat pamanku. Aku menolong paman untuk membuat tepung.aku
senang bisa membantu paman.aku tidak pernah malu dengan hal itu. Justru aku
bangga. Karena aku bisa membantu ayah dan memenuhi kebutuhan adik-adikku. Aku
tidak ingin merepotkan ayah lagi. Karna ayah pasti sangat lelah.
Kadang-kadang aku juga merasa iri dan sedih,
karna setiap tahunnya teman-teman ku memakai baju baru. Dan aku hanya baju
bekas sisa dari keluarga jauhku. Dan aku juga kasihan melihat adik-adikku
yang masih kecil. Aku berusaha sekuat
tenagaku menjadi kakak sekaligus ibu bagi adikku. Aku tidak ingin orang-orang
mengatakan aku dan adik tidak terurus lagi karna kepergian ibu.
Semenjak ibu pergi aku sudah bisa
memasak.sebelumnya ibu tidak pernah memperbolehkan aku untuk memasak karna
takut aku terluka atau terkena api
kompor. Sekarang aku kerjakan semuanya dengan sendiri.
pagi-pagi sekali aku sudah bangun dan
mempersiapkan kebutuhan sekolah adik. Aku harus memasak, mencuci, menyiapkan
makanan dan harus merapikan rumah. Yang membuatku bertahan sampai saat ini adalah ayah dan
kedua adikku. Mereka adalah penyemangat dalam hidupku. Dan sepulang sekolah aku
harus mebersihkan rumah yang begitu berantakan. Harus mencuci dan memasak lagi.
Dan aku juga harus pergi kerja dirumah tetanggaku. Uangnya tidak begitu besar
tapi setidaknya cukup untuk kami.
Disuatu hari adikku yang paling besar demam
tinggi, aku bingung harus melakukan apa, aku begitu takut dan aku juga begitu
kasian melihat adik. Ayah belum pulang kerja. Aku teringat ketika aku sakit ibu
memelukku dan rasa sakitnya berkurang. Dan aku juga melakukan hal yang sama
pada adik. Berharap rasa sakit adik juga berkurang.
Dan
sekarang aku sudah remaja aku tidak pernah merasa malu dengan
kehidupanku. liku-liku kehidupan membuatku tumbuh cepat menjadi seorang remaja,aku
juga seperti teman yang lain, aku bisa bermain, bercanda dan aku juga menikmati
masa remajaku. Aku juga mempunyai
sahabat-sahabat yang sangat baik padaku. Disanalah aku menemukan arti sebuah
perahabatan. Sahabat-sahabatku itu umumnya kehidupannya sama seperti aku. Kami selalu berbagi keluh dan
kesah yang kami rasakan.
Upzz hampir lupa. Aku punya ibu baru lo. Dan
aku juga punya adik-adik baru. Akhirnya keluarga ku utuh lagi. Aku berharap ibu
menyayangi kami sepenuh hatinya.
Sekarang ayah tinggal bersama ibu dirumah
mereka yang tidak begitu jauh dari tempat tinggalku. Ayah juga mengajakku
tinggal bersama. Tapi aku menolak karna aku tidak mau merepotkan ayah dan ibu.
Aku dan adik tinggal disebuah rumah yang begitu sederhana. Rumah yang tidak
mempunyai kamar. Tidur, memasak dan belajar hanya dalam satu ruangan. Disanalah
kami bertiga tinggal. Dan aku harus bisa mandiri tanpa merepotkan ayah lagi.
Adikku semakin hari semakin bandel,mungkin
karna masa pertumbuhannya. Kadang aku juga lelah harus mengurus semuanya. Tapi
melihat wajah adik saat dia tidur rasa lelahpun hilang seketika. Wajahnya
begitu polos dan damai. Dan melihat kecerian diwajahnya setiap hari membuat aku
Semangat kembali, aku harus mempertahankan adikku dan memberikan yang terbaik
untuknya. Ya... aku harus kuat untuk mereka.
Hari berganti hari ,bualn berganti bulan dan
tahun berganti tahun. Sekarang aku sudah kelas III SMA. Aku akan ujian akhir
sekolah. Aku harus bisa masuk perguruan tinggi yang negri. Buku-buku sudah
banyak yang ku beli untuk sebagai panduanku. Akhirnyapun ujian selesai dan aku
alhamdulillah lulus SMA. Dan sekarang adalah perguruan tinggi yang mana harus
ku pilih. Aku ikut bimbel yang sedikit jauh dari rumahku. Aku harus bolak balik
dari rumah ke tempat bimbel. Akut tidak mungkin meninggalkan
adik-adikku.meskipun mereka sudah besar. Aku ikut beberapa tes seleksi masuk keperguruan
tinggi.tapi allah berkehendak lain. Aku belum juga lulus. Dan akhirnya ada
seorang ibu-ibu dia adalah tetangga ku juga. Dia bersedia sebagai donatur untuk
membantu uang kuliah ku. Dan memasukan akau ke sebuah sekolah swasta.
Alhamdulillah ibu tersebut membantu dan mengurus semua keperluan kuliahku.
Dan banyak sekali hikmah yang dapat aku ambil
dari semuanya, dimana ada kemaun pasti adajalan. Itulah yang aku rasakan
sekarang. Aku ingin sekali melanjutkan untuk kuliah dan allah memberikan jalan
lewat tangan seorang ibu. Dan alhamdulilah aku bisa kuliah sekarang ini. Dan
akan ku teruskan perjuanganku untuk mereka yang aku cintai karna-Nya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar